Terjemahan Baru: Nama yang harum lebih baik daripada minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik daripada hari kelahiran.[4]
Nama yang baik jauh lebih berarti daripada kedudukan sosial yang mapan; nama yang baik melambangkan kebaikan sifat yang sejati. Orang semacam itu mempunyai pengaruh yang lebih permanen atas orang lain daripada orang yang hanya memperhatikan kedudukan sosial.[5]
Hari kematian seorang percaya lebih baik daripada hari kelahirannya, karena hari kematian merupakan awal hidup yang jauh lebih baik bersama Allah (2Kor 5:1–10; Filipi 1:21–23).[5]
Ayat 20
Terjemahan Baru: Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa![6]
Ayat ini tidak bertentangan dengan pernyataan Allah mengenai kesalehan Ayub (lihat Ayub 1:8; 2:3); sebaliknya, ayat ini menyatakan kebenaran bahwa "semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23; bandingkan Roma 3:10–18).[5]