ENSIKLOPEDIA
Penghantaran obat

Penghantaran obat melibatkan berbagai metode dan teknologi yang dirancang untuk mengangkut senyawa farmasi ke lokasi targetnya sehingga membantu efek terapeutik.[1][2] Hal ini melibatkan prinsip-prinsip yang berkaitan dengan persiapan obat, rute pemberian obat, penargetan spesifik lokasi, metabolisme, dan toksisitas, semuanya bertujuan untuk mengoptimalkan efikasi dan keamanan, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kepatuhan pasien.[3][4] Tujuan utama penghantaran obat adalah untuk memodifikasi farmakokinetika dan spesifisitas obat dengan menggabungkannya dengan berbagai eksipien, pembawa obat, dan alat kesehatan yang dirancang untuk mengontrol distribusi dan aktivitasnya dalam tubuh.[3][5][6] Meningkatkan bioavailabilitas dan memperpanjang durasi kerja merupakan strategi penting untuk meningkatkan efek terapeutik,[7] khususnya dalam manajemen penyakit kronis. Selain itu, beberapa penelitian menekankan peningkatan keselamatan bagi individu yang memberikan obat. Misalnya, plester jarum mikro telah dikembangkan untuk vaksin dan penghantaran obat untuk meminimalkan risiko cedera tusukan jarum.[4][8]
Penghantaran obat terkait erat dengan bentuk sediaan dan rute pemberian obat, yang terakhir terkadang dianggap sebagai bagian dari definisi.[9] Meskipun istilah-istilah tersebut sering digunakan secara bergantian, keduanya mewakili konsep yang berbeda. Rute pemberian secara khusus mengacu pada jalur masuk obat ke dalam tubuh,[10] seperti oral, parenteral, atau transdermal.[11] Sebaliknya, bentuk sediaan mengacu pada bentuk fisik di mana obat diproduksi dan dihantarkan, seperti tablet, kapsul, plester, inhaler, atau larutan injeksi. Berbagai bentuk sediaan dan teknologi yang digunakan meliputi (namun tidak terbatas pada) nanopartikel, liposom, jarum mikro, dan hidrogel yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemanjuran dan keamanan terapi.[12] Rute yang sama dapat mengakomodasi berbagai bentuk sediaan; misalnya rute oral dapat berupa tablet, kapsul, atau suspensi cair. Sedangkan rute transdermal dapat menggunakan plester, gel, atau krim.[13] Penghantaran obat menggabungkan kedua konsep ini sambil mencakup cakupan yang lebih luas, termasuk rancangan dan rekayasa sistem yang beroperasi di dalam atau di seluruh rute ini. Rute pemberian yang umum meliputi oral, parenteral (penyuntikan), sublingual, topikal, transdermal, nasal, okular, rektal, dan vaginal. Namun, penghantaran obat modern terus memperluas kemungkinan rute-rute ini melalui pendekatan baru dan hibrida.[14]
Sejak disetujuinya formulasi pelepasan terkontrol pertama pada tahun 1950-an, penelitian tentang sistem penghantaran obat baru telah mengalami kemajuan, berbeda dengan pengembangan obat baru yang mengalami penurunan.[15][16][17] Beberapa faktor mungkin berkontribusi pada pergeseran fokus ini. Salah satu faktor pendorongnya adalah tingginya biaya pengembangan obat baru. Sebuah tinjauan tahun 2013 menemukan bahwa biaya pengembangan sistem penghantaran obat hanya 10% dari biaya pengembangan obat baru.[18] Sebuah studi yang lebih baru menemukan bahwa biaya rata-rata untuk membawa obat baru ke pasar adalah $985 juta pada tahun 2020, tetapi tidak meneliti biaya pengembangan sistem pengiriman obat.[19] Faktor lain yang berpotensi mempengaruhi peningkatan pengembangan sistem penghantaran obat mungkin termasuk meningkatnya prevalensi penyakit kronis dan infeksi,[17][20] serta peningkatan pemahaman umum tentang farmakologi, farmakokinetika, dan farmakodinamika banyak obat.[3]
Upaya Saat Ini
Upaya saat ini dalam penghantaran obat sangat luas dan mencakup topik-topik seperti formulasi pelepasan terkontrol, penghantaran bertarget, nanomedisin, pembawa obat, pencetakan 3D, dan penghantaran obat biologis.[21][22]
Hubungan antara nanomaterial dan penghantaran obat
Nanoteknologi adalah bidang penelitian dan pengembangan yang luas yang berkaitan dengan manipulasi materi pada tingkat atom atau subatom. Nanoteknologi digunakan di berbagai bidang seperti kedokteran, energi, teknik kedirgantaraan, dan banyak lagi. Salah satu aplikasi nanoteknologi adalah dalam penghantaran obat. Ini merupakan proses di mana nanopartikel digunakan untuk membawa dan menghantarkan obat ke area tertentu di dalam tubuh. Ada beberapa keuntungan menggunakan nanoteknologi untuk penghantaran obat, termasuk penargetan sel spesifik yang tepat, peningkatan potensi obat, dan penurunan toksisitas pada sel yang ditargetkan. Nanopartikel juga dapat membawa vaksin ke sel yang mungkin sulit dijangkau dengan metode penghantaran tradisional. Namun, ada beberapa kekhawatiran terkait penggunaan nanopartikel untuk penghantaran obat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel dapat berkontribusi pada perkembangan tumor di bagian tubuh lain. Terdapat juga kekhawatiran yang berkembang bahwa nanopartikel dapat memiliki efek berbahaya pada lingkungan. Terlepas dari potensi kekurangan ini, penggunaan nanoteknologi dalam penghantaran obat masih merupakan bidang yang menjanjikan untuk penelitian di masa depan.[23]
Penghantaran bertarget
Penghantaran obat bertarget adalah penghantaran obat ke lokasi targetnya tanpa memengaruhi jaringan lain.[24] Minat pada penghantaran obat bertarget telah meningkat drastis karena implikasi potensialnya dalam pengobatan kanker dan penyakit kronis lainnya.[25][26][27] Untuk mencapai penghantaran bertarget yang efisien, sistem yang dirancang harus menghindari mekanisme pertahanan tubuh dan bersirkulasi ke lokasi aksi yang dituju.[28] Sejumlah pembawa obat telah dipelajari untuk menargetkan jaringan tertentu secara efektif termasuk liposom, nanogel, dan nanobioteknologi lainnya.[22][25][29]
Plester jarum mikro untuk menghantarkan obat
Obat dihantarkan melalui plester seukuran goresan yang dikenal sebagai "plester jarum mikro". Plester jarum mikro adalah penemuan untuk memasukkan obat ke dalam kulit dengan bantuan jarum kecil yang tidak menimbulkan rasa sakit. Plester ini dapat memberikan vaksin atau obat-obatan, termasuk insulin untuk pasien diabetes, ke dalam darah atau kulit (Reinke et al., 2024).[30] Plester ini mudah digunakan dan memungkinkan orang untuk melakukan perawatan di rumah. Namun, plester semacam ini sangat mahal dan tidak mudah diakses.
Formulasi pelepasan terkendali
Formulasi pelepasan terkendali atau termodifikasi dirancang untuk menghantarkan obat dengan laju yang stabil dari waktu ke waktu, membantu menjaga kadar obat yang konsisten dalam aliran darah.[31] Pelepasan yang stabil ini mengurangi frekuensi pasien perlu minum obat dan meminimalkan naik turunnya konsentrasi obat yang dapat menyebabkan efek samping atau menurunkan efektivitas.[32] Sistem ini seringkali berbentuk tablet matriks, pompa osmotik, dan perangkat tipe reservoir, yang semuanya menggunakan penghalang fisik atau kimia untuk mengatur bagaimana obat dilepaskan. Pendekatan ini sangat berguna untuk kondisi kronis seperti tekanan darah tinggi, diabetes melitus, atau nyeri kronis, di mana menjaga kadar terapeutik yang stabil sangat penting untuk mengendalikan gejala.[33]
Konsep obat pelepasan terkontrol sudah ada sejak tahun 1950-an, ketika dekstroamfetamin menjadi formulasi pertama yang dipasarkan.[15] Era ini menyaksikan diperkenalkannya plester transdermal, yang menghantarkan obat secara perlahan melalui kulit.[34] Seiring kemajuan teknologi, formulasi baru dikembangkan untuk menyesuaikan sifat spesifik dari berbagai obat. Contohnya termasuk suntikan depot kerja panjang untuk obat-obatan seperti antipsikotik dan terapi hormon, yang tetap efektif selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah dosis tunggal.[35][36]
Sejak akhir tahun 1990-an, penelitian semakin beralih ke nanoteknologi sebagai cara untuk meningkatkan penghantaran obat lepas terkontrol.[15][34] Nanopartikel, pembawa kecil yang direkayasa pada tingkat molekuler, dapat melindungi obat agar tidak terlalu cepat terurai di dalam tubuh, meningkatkan penyerapan obat, dan menghantarkannya langsung ke jaringan tempat obat tersebut dibutuhkan. Penghantaran yang ditargetkan ini tidak hanya mengurangi efek samping tetapi juga membantu pasien tetap mengikuti pengobatan mereka. Kemajuan dalam nanoteknologi ini mengubah lanskap penghantaran obat dan menekankan pentingnya pengembangan generasi sistem CR berikutnya.[37]
Pelepasan terkendali berbasis nanopartikel
Penggunaan nanoteknologi dalam penghantaran obat telah membuka pintu bagi kemungkinan baru, khususnya dengan pengembangan sistem pelepasan terkendali berbasis nanopartikel. Sistem ini dirancang untuk menghantarkan obat secara lebih tepat dan dalam jangka waktu yang lebih lama, membantu mencapai lokasi target dan efek terapeutik.[38] Pembawa kecil seperti liposom, dendrimer, dan nanopartikel polimer, dapat menampung obat dan melepaskannya dengan laju terkontrol. Beberapa bahkan direkayasa untuk merespons kondisi spesifik dalam tubuh. Misalnya, lingkungan mikro asam yang umum ditemukan di jaringan tumor dapat digunakan untuk memicu pelepasan obat di lokasi yang dibutuhkan. Pendekatan yang ditargetkan ini membantu meminimalkan efek samping dengan membatasi paparan ke bagian tubuh lainnya. Dengan demikian, membuat pengobatan lebih efektif.[39]
Studi terbaru telah menunjukkan efektivitas nanopartikel pintar yang merespons isyarat biologis, seperti pH atau kondisi redoks, sehingga menghantarkan obat secara lebih tepat ke lokasi tumor. Misalnya, nanopartikel sensitif pH memanfaatkan pH yang lebih rendah dalam sel tumor untuk melepaskan obat, yang meningkatkan efektivitas sekaligus melindungi sel-sel sehat.[40] Selain itu, penggunaan material biokompatibel dan penggantian permukaan nanopartikel telah meningkatkan akurasi dan pelepasan sistem penghantaran obat.[41]
Kemajuan dalam rancangan juga memungkinkan terciptanya nanopartikel multifungsi yang mampu mengatasi tantangan berat seperti resistensi multi-obat pada kanker. Sistem ini dapat membawa lebih dari satu jenis obat, menargetkan molekul spesifik, yang membantu memberikan dampak yang lebih kuat pada jaringan tumor. Secara keseluruhan, terobosan ini menunjukkan potensi terapi pelepasan terkontrol berbasis nanopartikel di bidang terapi kanker dan pengobatan personal.[42]
Kemajuan dalam polimer cerdas dan hidrogel
Dalam beberapa tahun terakhir, kemajuan dalam polimer cerdas dan hidrogel telah membawa peningkatan besar pada cara penghantaran obat dalam sistem pelepasan terkontrol.[11] Bahan-bahan ini unik karena dapat merespons perubahan di dalam tubuh seperti perubahan pH, suhu, dan kadar glukosa, sehingga memungkinkan untuk mengatur dengan tepat kapan dan seberapa banyak obat dilepaskan. Misalnya, beberapa hidrogel dirancang untuk mengembang atau menyusut berdasarkan sinyal internal ini, yang membantu mengatur kecepatan pelepasan obat. Presisi semacam ini membantu meningkatkan pengobatan terapeutik dan mengurangi efek samping. Bahan responsif ini berguna untuk mengelola kondisi kronis seperti diabetes melitus, di mana hidrogel responsif glukosa dapat menyesuaikan pelepasan insulin berdasarkan kadar gula darah.[43]
Pelepasan obat yang dimodulasi dan pelepasan obat orde nol
Banyak ilmuwan telah berupaya menciptakan formulasi oral yang dapat mempertahankan kadar obat yang konstan karena kemampuan pelepasan obat pada tingkat orde nol konsentrasi darah. Namun, beberapa batasan fisiologis membuat pembuatan formulasi oral tersebut menjadi sulit. Pertama, karena bagian bawah usus memiliki kapasitas penyerapan yang berkurang, penyerapan obat biasanya menurun saat formulasi oral berpindah dari lambung ke usus. Penurunan jumlah obat yang dilepaskan dari formulasi seiring waktu seringkali memperburuk kondisi ini. Pelepasan fenilpropanolamina HCl merupakan satu-satunya contoh yang mempertahankan konsentrasi darah yang konsisten selama kurang lebih 16 jam.[44]
Penghantaran obat biologis
Penghantaran obat biologis seperti peptida, protein, antibodi, dan materi genetik, memiliki tantangan unik. Karena ukurannya yang besar dan muatan listriknya, molekul-molekul ini seringkali kurang diserap dan mudah dipecah oleh enzim dalam tubuh.[3][13] Untuk mengatasi hambatan ini, para ilmuwan telah mengembangkan metode pengiriman canggih menggunakan alat-alat seperti liposom, nanopartikel, protein fusi, dan nanokandang berbasis protein. Beberapa strategi mengambil inspirasi dari bagaimana toksin secara alami memasuki sel dengan mengadaptasi mekanisme tersebut untuk penggunaan terapeutik.[3][45][46][47][48]
Di antara makromolekul yang dipelajari, pengiriman RNA telah mengalami kemajuan, terutama dengan keberhasilan vaksin COVID-19 berbasis RNA. Meskipun pengiriman protein dan DNA telah menunjukkan kemajuan, protein pada hewan hidup dan DNA dalam pengaturan laboratorium, yang dihantarkan molekul besar ini, masih tetap merupakan tugas yang kompleks.[49][50][51] Meskipun pemberian oral umumnya lebih disukai oleh pasien karena kenyamanannya, hal itu jarang efektif untuk obat biologis karena penyerapan yang buruk. Meskipun demikian, teknologi inovatif seperti penghambat enzim, peningkat permeasi, nanopartikel berbasis lipid, dan jarum mikro sedang digunakan untuk meningkatkan bioavailabilitas oral untuk obat-obatan ini.[52][53]
Salah satu perkembangan terbaru yang telah berhasil adalah penggunaan nanopartikel lipid (LNP) untuk mengirimkan RNA duta (mRNA). LNP melindungi mRNA yang rapuh dari degradasi dan keluar dari endosom sehingga dapat mencapai sitoplasma dan menghasilkan protein.[54] Metode pengiriman ini mendapatkan pengakuan di seluruh dunia selama pandemi COVID-19 dengan persetujuan vaksin mRNA dari Pfizer-BioTech dan Moderna. Peluncuran cepat vaksin ini membuktikan bahwa LNP tidak hanya efektif tetapi juga dapat diskalakan untuk produksi massal dan penggunaan global.[55]
Di luar vaksin, terapi mRNA kini sedang dieksplorasi untuk berbagai aplikasi terapeutik termasuk imunoterapi kanker, gangguan genetik, dan penyakit menular lainnya. Para peneliti juga sedang menguji sistem penghantaran alternatif seperti eksosom dan jenis nanopartikel baru, untuk membuat terapi mRNA lebih aman dan efisien.[56] Namun tantangan tetap ada, karena mRNA sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, penelitian yang sedang berlangsung diperluas ke rute pemberian baru termasuk formulasi mNRA yang dapat dihirup atau oral. Penghantaran ini dapat mengurangi biaya produksi dan membuat terapi ini lebih mudah diakses oleh dunia.[57]
Penghantaran obat nanopartikel
Penghantaran obat ke otak telah lama menjadi tantangan signifikan dalam pengobatan penyakit neurologis. Alasan utamanya terletak pada sawar darah otak (BBB), lapisan pelindung yang sangat selektif yang melindungi otak dari toksin dan patogen dalam aliran darah. Meskipun BBB sangat penting untuk menjaga kesehatan otak, hal ini juga mempersulit sebagian besar obat terapeutik untuk mencapai targetnya, terutama pada kondisi seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson.[58] Akibatnya, metode penghantaran obat konvensional seringkali gagal, baik menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan atau gagal memberikan konsentrasi yang cukup tinggi untuk efektif.[59]
Untuk mengatasi hal ini, para peneliti telah beralih ke nanopartikel, pembawa rekayasa kecil yang dirancang untuk menyelinap melewati BBB dan menghantarkan obat langsung ke jaringan otak. Partikel-partikel ini dapat disesuaikan untuk memanfaatkan sistem transportasi tubuh sendiri. Misalnya, dengan menempelkan molekul tertentu ke permukaannya, nanopartikel dapat memicu transitosi yang dimediasi reseptor, suatu proses alami yang memungkinkan mereka melewati sel-sel yang melapisi BBB dan masuk ke otak.[60][61] Jenis pengiriman yang ditargetkan ini membantu mengurangi paparan obat ke seluruh tubuh, menurunkan risiko efek samping dan meningkatkan konsentrasi di tempat yang paling penting. Sejauh ini, strategi ini telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam memberikan pengobatan ke otak untuk kondisi seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson.[62][63]
Beberapa jenis nanopartikel sedang dipelajari untuk tujuan ini. Liposom misalnya, adalah vesikel kecil yang dapat membawa obat dan dimodifikasi untuk bersirkulasi lebih lama atau menuju ke wilayah otak tertentu.[64][65] Dendrimer, dengan struktur seperti pohon, dapat menampung beberapa molekul obat dan agen penargetan sekaligus. Nanopartikel polimer, yang terbuat dari bahan yang dapat terurai secara hayati seperti asam polilaktat (PLA) atau asam polilaktat-ko-glikolat (PLGA), dapat direkayasa untuk melepaskan obat dari waktu ke waktu dengan cara yang terkontrol. Nanopartikel lipid padat menawarkan alternatif lain, menggabungkan biokompatibilitas dengan kemampuan untuk melewati penghalang dengan lebih efisien. Secara keseluruhan, kemajuan ini membuka jalan bagi pengobatan yang lebih efektif dan tepat untuk berbagai gangguan neurologis.[66]
Nanoteknologi membantu mentransfer obat ke tempat-tempat tertentu di dalam tubuh. Penghantaran obat dalam bentuk baru dengan bantuan partikel-partikel kecil, seperti liposom atau misel polimer. Partikel-partikel ini mendukung obat dengan mencegah disintegrasi dan meningkatkan fungsionalitas (Islam dkk., 2025). Contohnya, mereka dapat mendistribusikan obat kanker ke tumor, yang mengurangi efek samping. Para peneliti juga menemukan partikel yang melepaskan obat ketika melewati kondisi tertentu seperti panas atau cahaya. Terlepas dari sifat teknologi ini, teknologi ini masih mahal dan membutuhkan studi keamanan lebih lanjut. Dalam waktu dekat, para peneliti mengatakan akan ada strategi pengobatan yang lebih maju seperti penggunaan nanomedisin dan teknologi seperti kecerdasan buatan (Islam dkk., 2025).[67]
Penghantaran obat: negara berkembang
Mekanisme penghantaran obat berpotensi meningkatkan kesehatan di seluruh dunia meskipun sebagian besar sistem canggih cukup mahal bagi negara-negara berkembang. Sistem sederhana, oral atau plester kulit, lebih layak di negara-negara dengan sumber daya terbatas. Sebagian besar negara telah menggunakan vaksin yang diberikan secara oral untuk memerangi penyakit seperti polio (Yenet dkk., 2023).[68] Pemerintah dan organisasi rumah sakit perlu berkolaborasi untuk mengurangi biaya dan menawarkan cara distribusi obat baru yang memungkinkan pemberian obat baru di mana saja.
Masalah etika dan keamanan
Perangkat penghantaran obat yang sedang berkembang seperti nanopartikel atau terapi gen sangat berbahaya dalam hal keamanan dan kesetaraan. Misalnya, harus dipastikan bahwa perawatan tersebut tidak akan berdampak negatif terhadap lingkungan atau menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Regulasi dari lembaga lain seperti FDA diterapkan dalam proses memastikan keamanan praktik baru tetapi bervariasi di berbagai negara (Organisasi Kesehatan Dunia, 2024).[69] Pemerintah memiliki mandat untuk memastikan bahwa obat-obatan tidak hanya terjangkau bagi anggota masyarakat yang kaya, tetapi juga bagi mereka yang rentan.
Masalah penghantaran obat telah menimbulkan sejumlah kekhawatiran etis terkait pasien dan sistem perawatan kesehatan. Salah satu kekhawatiran umum adalah aksesibilitas obat-obatan tertentu dalam suatu organisasi kesehatan. Sistem penghantaran canggih seperti terapi gen, nanopartikel, atau implan telah mahal, dan oleh karena itu hanya pasien di negara-negara kaya yang mampu membelinya. Ini menunjukkan bahwa perawatan kesehatan tidak lagi mempertimbangkan kesetaraan dan keadilan. Kekhawatiran etis lainnya adalah masalah privasi. Alat digital telah digunakan untuk menentukan dan melacak kepatuhan pengobatan pasien. Meskipun alat-alat ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan pasien, alat-alat ini juga dapat digunakan untuk mengekspos data pasien, dan ada peningkatan ketidakamanan terkait informasi pribadi pasien.
Lihat juga
- Kapsul membran asimetris
- Bioavailabilitas
- Penyalutan musin submaksila bovinae
- Pensasaran obat kemotaktik
- Penghantaran obat menuju otak
- Pembawa obat
- Sistem penghantaran obat berpintu
- Penghantaran obat magnetik
- Rancangan obat retrometabolik
- Sistem penghantaran obat mikropengemulsi mandiri
- Penghantaran obat yang dipicu oleh regangan
- Penghantaran obat saput tipis
Referensi
- ↑ "Drug Delivery Systems (definition)". www.reference.md. Diakses tanggal 2021-04-20.
- ↑ Rayaprolu, Bindhu Madhavi; Strawser, Jonathan J.; Anyarambhatla, Gopal (2018-10-03). "Excipients in parenteral formulations: selection considerations and effective utilization with small molecules and biologics". Drug Development and Industrial Pharmacy (dalam bahasa Inggris). 44 (10): 1565–1571. doi:10.1080/03639045.2018.1483392. ISSN 0363-9045. PMID 29863908. S2CID 46934375.
- 1 2 3 4 5 Tiwari, Gaurav; Tiwari, Ruchi; Sriwastawa, Birendra; Bhati, L; Pandey, S; Pandey, P; Bannerjee, Saurabh K (2012). "Drug delivery systems: An updated review". International Journal of Pharmaceutical Investigation. 2 (1): 2–11. doi:10.4103/2230-973X.96920. ISSN 2230-973X. PMC 3465154. PMID 23071954.
- 1 2 Li, Junwei; Zeng, Mingtao; Shan, Hu; Tong, Chunyi (2017-08-23). "Microneedle Patches as Drug and Vaccine Delivery Platform". Current Medicinal Chemistry (dalam bahasa Inggris). 24 (22): 2413–2422. doi:10.2174/0929867324666170526124053. PMID 28552053.
- ↑ Tekade, Rakesh K., ed. (30 November 2018). Basic fundamentals of drug delivery. Academic Press. ISBN 978-0-12-817910-9. OCLC 1078149382.
- ↑ Allen, T. M. (2004-03-19). "Drug Delivery Systems: Entering the Mainstream". Science (dalam bahasa Inggris). 303 (5665): 1818–1822. Bibcode:2004Sci...303.1818A. doi:10.1126/science.1095833. ISSN 0036-8075. PMID 15031496. S2CID 39013016.
- ↑ Singh, Akhand Pratap; Biswas, Arpan; Shukla, Aparna; Maiti, Pralay (2019-08-30). "Targeted therapy in chronic diseases using nanomaterial-based drug delivery vehicles". Signal Transduction and Targeted Therapy (dalam bahasa Inggris). 4 (1): 33. doi:10.1038/s41392-019-0068-3. ISSN 2059-3635. PMC 6799838. PMID 31637012.
- ↑ Kim, Yeu-Chun; Park, Jung-Hwan; Prausnitz, Mark R. (November 2012). "Microneedles for drug and vaccine delivery". Advanced Drug Delivery Reviews (dalam bahasa Inggris). 64 (14): 1547–1568. doi:10.1016/j.addr.2012.04.005. PMC 3419303. PMID 22575858.
- ↑ Nahler, Gerhard (2017). "D". Dictionary of Pharmaceutical Medicine. Springer, Cham. hlm. 96. doi:10.1007/978-3-319-50669-2_4. ISBN 978-3-319-50669-2.
- ↑ "route of administration - definition of route of administration in the Medical dictionary - by the Free Online Medical Dictionary, Thesaurus and Encyclopedia". 2011-06-12. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-06-12. Diakses tanggal 2021-04-20.
- 1 2 Ezike, Tobechukwu Christian; Okpala, Ugochukwu Solomon; Onoja, Ufedo Lovet; Nwike, Chinenye Princess; Ezeako, Emmanuel Chimeh; Okpara, Osinachi Juliet; Okoroafor, Charles Chinkwere; Eze, Shadrach Chinecherem; Kalu, Onyinyechi Loveth; Odoh, Evaristus Chinonso; Nwadike, Ugochukwu Gideon; Ogbodo, John Onyebuchi; Umeh, Bravo Udochukwu; Ossai, Emmanuel Chekwube; Nwanguma, Bennett Chima (2023-06-01). "Advances in drug delivery systems, challenges and future directions". Heliyon (dalam bahasa English). 9 (6) e17488. Bibcode:2023Heliy...917488E. doi:10.1016/j.heliyon.2023.e17488. ISSN 2405-8440. PMC 10320272. PMID 37416680. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Vargason, Ava M.; Anselmo, Aaron C.; Mitragotri, Samir (2021-04-01). "The evolution of commercial drug delivery technologies". Nature Biomedical Engineering (dalam bahasa Inggris). 5 (9): 951–967. doi:10.1038/s41551-021-00698-w. ISSN 2157-846X. PMID 33795852.
- 1 2 Jain, Kewal K. (2020), Jain, Kewal K. (ed.), "An Overview of Drug Delivery Systems", Drug Delivery Systems, Methods in Molecular Biology (dalam bahasa Inggris), vol. 2059, New York, NY: Springer New York, hlm. 1–54, doi:10.1007/978-1-4939-9798-5_1, ISBN 978-1-4939-9797-8, PMID 31435914, S2CID 201275047, diakses tanggal 2021-04-20
- ↑ "COMMON ROUTES OF DRUG ADMINISTRATION". media.lanecc.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-15. Diakses tanggal 2021-04-20.
- 1 2 3 Park, Kinam (September 2014). "Controlled drug delivery systems: Past forward and future back". Journal of Controlled Release (dalam bahasa Inggris). 190: 3–8. doi:10.1016/j.jconrel.2014.03.054. PMC 4142099. PMID 24794901.
- ↑ Scannell, Jack W.; Blanckley, Alex; Boldon, Helen; Warrington, Brian (March 2012). "Diagnosing the decline in pharmaceutical R&D efficiency". Nature Reviews Drug Discovery (dalam bahasa Inggris). 11 (3): 191–200. doi:10.1038/nrd3681. ISSN 1474-1776. PMID 22378269. S2CID 3344476.
- 1 2 ltd, Research and Markets. "Pharmaceutical Drug Delivery Market Forecast to 2027 - COVID-19 Impact and Global Analysis by Route of Administration; Application; End User, and Geography". www.researchandmarkets.com (dalam bahasa english). Diakses tanggal 2021-04-24. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ He, Huining; Liang, Qiuling; Shin, Meong Cheol; Lee, Kyuri; Gong, Junbo; Ye, Junxiao; Liu, Quan; Wang, Jingkang; Yang, Victor (2013-12-01). "Significance and strategies in developing delivery systems for bio-macromolecular drugs". Frontiers of Chemical Science and Engineering (dalam bahasa Inggris). 7 (4): 496–507. doi:10.1007/s11705-013-1362-1. ISSN 2095-0187. S2CID 97347142.
- ↑ Wouters, Olivier J.; McKee, Martin; Luyten, Jeroen (2020-03-03). "Estimated Research and Development Investment Needed to Bring a New Medicine to Market, 2009-2018". JAMA (dalam bahasa Inggris). 323 (9): 844–853. doi:10.1001/jama.2020.1166. ISSN 0098-7484. PMC 7054832. PMID 32125404.
- ↑ PricewaterhouseCoopers. "Chronic diseases and conditions are on the rise". PwC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-04-25.
- ↑ Li, Chong; Wang, Jiancheng; Wang, Yiguang; Gao, Huile; Wei, Gang; Huang, Yongzhuo; Yu, Haijun; Gan, Yong; Wang, Yongjun; Mei, Lin; Chen, Huabing; Hu, Haiyan; Zhang, Zhiping; Jin, Yiguang (2019-11-01). "Recent progress in drug delivery". Acta Pharmaceutica Sinica B (dalam bahasa Inggris). 9 (6): 1145–1162. doi:10.1016/j.apsb.2019.08.003. ISSN 2211-3835. PMC 6900554. PMID 31867161.
- 1 2 "Drug Delivery Systems". www.nibib.nih.gov. Diarsipkan dari asli tanggal July 28, 2013. Diakses tanggal 2021-04-25.
- ↑ J. Wang, Y. Li, G. Nie, Multifunctional biomolecule nanostructures for cancer therapy, Nat. Rev. Mat. 6 (2021) 766–783
- ↑ Tekade, Rakesh K.; Maheshwari, Rahul; Soni, Namrata; Tekade, Muktika; Chougule, Mahavir B. (2017-01-01). "Nanotechnology for the Development of Nanomedicine". Nanotechnology-Based Approaches for Targeting and Delivery of Drugs and Genes (dalam bahasa Inggris): 3–61. doi:10.1016/B978-0-12-809717-5.00001-4. ISBN 978-0-12-809717-5.
- 1 2 Madhusudana Rao, Kummara; Krishna Rao, Kummari S.V.; Ha, Chang-Sik (2018-01-01). "Functional stimuli-responsive polymeric network nanogels as cargo systems for targeted drug delivery and gene delivery in cancer cells". Design of Nanostructures for Theranostics Applications (dalam bahasa Inggris): 243–275. doi:10.1016/B978-0-12-813669-0.00006-3. ISBN 978-0-12-813669-0.
- ↑ Patra, Jayanta Kumar; Das, Gitishree; Fraceto, Leonardo Fernandes; Campos, Estefania Vangelie Ramos; Rodriguez-Torres, Maria del Pilar; Acosta-Torres, Laura Susana; Diaz-Torres, Luis Armando; Grillo, Renato; Swamy, Mallappa Kumara; Sharma, Shivesh; Habtemariam, Solomon (December 2018). "Nano based drug delivery systems: recent developments and future prospects". Journal of Nanobiotechnology (dalam bahasa Inggris). 16 (1): 71. doi:10.1186/s12951-018-0392-8. ISSN 1477-3155. PMC 6145203. PMID 30231877.
- ↑ Amidon, Seth; Brown, Jack E.; Dave, Vivek S. (August 2015). "Colon-Targeted Oral Drug Delivery Systems: Design Trends and Approaches". AAPS PharmSciTech (dalam bahasa Inggris). 16 (4): 731–741. doi:10.1208/s12249-015-0350-9. ISSN 1530-9932. PMC 4508299. PMID 26070545.
- ↑ Bertrand, Nicolas; Leroux, Jean-Christophe (2012-07-20). "The journey of a drug-carrier in the body: An anatomo-physiological perspective". Journal of Controlled Release (dalam bahasa Inggris). 161 (2): 152–163. doi:10.1016/j.jconrel.2011.09.098. ISSN 0168-3659. PMID 22001607.
- ↑ Rudokas, Mindaugas; Najlah, Mohammad; Alhnan, Mohamed Albed; Elhissi, Abdelbary (2016). "Liposome Delivery Systems for Inhalation: A Critical Review Highlighting Formulation Issues and Anticancer Applications". Medical Principles and Practice (dalam bahasa Inggris). 25 (2): 60–72. doi:10.1159/000445116. ISSN 1011-7571. PMC 5588529. PMID 26938856.
- ↑ Reinke, Alissa; Whiteside, Eliza J; Windus, Louisa; Desai, Devang; Stehr, Emma; Faraji Rad, Zahra (2024-11-01). "The advantages of microneedle patches compared to conventional needle-based drug delivery and biopsy devices in medicine". Biomedical Engineering Advances. 8 100127. doi:10.1016/j.bea.2024.100127. ISSN 2667-0992.
- ↑ Perrie, Yvonne (2012). Pharmaceutics: drug delivery and targeting. FASTtrack (Edisi 2nd ed (Online-Ausg.)). London Philadelphia: Pharmaceutical Press. ISBN 978-0-85711-059-6.
- ↑ Siepmann, J; Peppas, N. A (2001-06-11). "Modeling of drug release from delivery systems based on hydroxypropyl methylcellulose (HPMC)". Advanced Drug Delivery Reviews. Mathematical Modeling of Controlled Drug Delivery. 48 (2): 139–157. doi:10.1016/S0169-409X(01)00112-0. ISSN 0169-409X. PMID 11369079.
- ↑ Nokhodchi, Ali; Raja, Shaista; Patel, Pryia; Asare-Addo, Kofi (2012-11-04). "The Role of Oral Controlled Release Matrix Tablets in Drug Delivery Systems". BioImpacts (dalam bahasa Inggris). 2 (4): 175–187. doi:10.5681/bi.2012.027. ISSN 2228-5652. PMC 3648939. PMID 23678458.
- 1 2 Yun, Yeon Hee; Lee, Byung Kook; Park, Kinam (December 2015). "Controlled Drug Delivery: Historical perspective for the next generation". Journal of Controlled Release (dalam bahasa Inggris). 219: 2–7. doi:10.1016/j.jconrel.2015.10.005. PMC 4656096. PMID 26456749.
- ↑ Lindenmayer, Jean-Pierre; Glick, Ira D.; Talreja, Hiteshkumar; Underriner, Michael (July 2020). "Persistent Barriers to the Use of Long-Acting Injectable Antipsychotics for the Treatment of Schizophrenia". Journal of Clinical Psychopharmacology (dalam bahasa Inggris). 40 (4): 346–349. doi:10.1097/JCP.0000000000001225. ISSN 1533-712X. PMID 32639287. S2CID 220412843.
- ↑ Mishell, D. R. (May 1996). "Pharmacokinetics of depot medroxyprogesterone acetate contraception". The Journal of Reproductive Medicine. 41 (5 Suppl): 381–390. ISSN 0024-7758. PMID 8725700.
- ↑ Shivakalyani, Adepu; Seeram, Ramakrishna (January 2021). "Controlled Drug Delivery Systems: Current Status and Future Directions". Molecules (dalam bahasa Inggris). 26 (19). doi:10.3390/molecule (tidak aktif 1 July 2025). ISSN 1420-3049. Diarsipkan dari asli tanggal 2025-03-19. Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per Juli 2025 (link)
- ↑ Patra, Jayanta Kumar; Das, Gitishree; Fraceto, Leonardo Fernandes; Campos, Estefania Vangelie Ramos; Rodriguez-Torres, Maria del Pilar; Acosta-Torres, Laura Susana; Diaz-Torres, Luis Armando; Grillo, Renato; Swamy, Mallappa Kumara; Sharma, Shivesh; Habtemariam, Solomon; Shin, Han-Seung (December 2018). "Nano based drug delivery systems: recent developments and future prospects". Journal of Nanobiotechnology (dalam bahasa Inggris). 16 (1): 71. doi:10.1186/s12951-018-0392-8. ISSN 1477-3155. PMC 6145203. PMID 30231877.
- ↑ Gressler, Sabine; Hipfinger, Christina; Part, Florian; Pavlicek, Anna; Zafiu, Christian; Giese, Bernd (2025-02-07). "A systematic review of nanocarriers used in medicine and beyond — definition and categorization framework". Journal of Nanobiotechnology. 23 (1): 90. doi:10.1186/s12951-025-03113-7. ISSN 1477-3155. PMC 11804063. PMID 39920688.
- ↑ Sun, Leming; Liu, Hongmei; Ye, Yanqi; Lei, Yang; Islam, Rehmat; Tan, Sumin; Tong, Rongsheng; Miao, Yang-Bao; Cai, Lulu (2023-11-03). "Smart nanoparticles for cancer therapy". Signal Transduction and Targeted Therapy (dalam bahasa Inggris). 8 (1): 418. doi:10.1038/s41392-023-01642-x. ISSN 2059-3635. PMC 10622502. PMID 37919282.
- ↑ Hong, Liquan; Li, Wen; Li, Yang; Yin, Shouchun (2023-07-12). "Nanoparticle-based drug delivery systems targeting cancer cell surfaces". RSC Advances (dalam bahasa Inggris). 13 (31): 21365–21382. Bibcode:2023RSCAd..1321365H. doi:10.1039/D3RA02969G. ISSN 2046-2069. PMC 10350659. PMID 37465582.
- ↑ Zhang, Jiaxin; Wang, Siyuan; Zhang, Daidi; He, Xin; Wang, Xue; Han, Huiqiong; Qin, Yanru (2023-08-03). "Nanoparticle-based drug delivery systems to enhance cancer immunotherapy in solid tumors". Frontiers in Immunology (dalam bahasa English). 14 1230893. doi:10.3389/fimmu.2023.1230893. ISSN 1664-3224. PMC 10435760. PMID 37600822. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Priya James, Honey; John, Rijo; Alex, Anju; Anoop, K. R. (2014-04-01). "Smart polymers for the controlled delivery of drugs – a concise overview". Acta Pharmaceutica Sinica B. 4 (2): 120–127. doi:10.1016/j.apsb.2014.02.005. ISSN 2211-3835. PMC 4590297. PMID 26579373.
- ↑ J.-C. Liu, M. Farber, Y.W. Chien, Comparative release of phenylpropanolamine HCl from long-acting appetite suppressant products: Acutrim vs, Dexatrim. Drug Develop. and Indus. Pharm. 10 (1984) 1639–1661.
- ↑ Strohl, William R. (January 2018). "Current progress in innovative engineered antibodies". Protein & Cell (dalam bahasa Inggris). 9 (1): 86–120. doi:10.1007/s13238-017-0457-8. ISSN 1674-800X. PMC 5777977. PMID 28822103.
- ↑ Marschall, Andrea L J; Frenzel, André; Schirrmann, Thomas; Schüngel, Manuela; Dübel, Stefan (2011). "Targeting antibodies to the cytoplasm". mAbs. 3 (1): 3–16. doi:10.4161/mabs.3.1.14110. ISSN 1942-0862. PMC 3038006. PMID 21099369.
- ↑ Uchida M, Maier B, Waghwani HK, Selivanovitch E, Pay SL, Avera J, Yun E, Sandoval RM, Molitoris BA, Zollman A, Douglas T, Hato, T (September 2019). "The archaeal Dps nanocage targets kidney proximal tubules via glomerular filtration". Journal of Clinical Investigation. 129 (9): 3941–3951. doi:10.1172/JCI127511. PMC 6715384. PMID 31424427.
- ↑ Ruschig M, Marschall Andrea LJ (2023). "Targeting the Inside of Cells with Biologicals: Toxin Routes in a Therapeutic Context". BioDrugs. 37 (2): 181–203. doi:10.1007/s40259-023-00580-y. PMC 9893211. PMID 36729328.
- ↑ Zuris, John A; Thompson, DB; Shu, Y; Guilinger, JP; Bessen, JL; Hu, JH; Maeder, ML; Joung, JK; Chen, ZY; Liu, DR (Jan 2015). "Cationic lipid-mediated delivery of proteins enables efficient protein-based genome editing in vitro and in vivo". Nat Biotechnol. 33 (1): 73–80. doi:10.1038/nbt.3081. PMC 4289409. PMID 25357182.
- ↑ Schoenmaker, Linde; Witzigmann, D; Kulkarni, JA; Verbeke, R; Kersten, G; Jiskoot, W; Crommelin, DJA (April 2021). "mRNA-lipid nanoparticle COVID-19 vaccines: Structure and stability". Int J Pharm. 601 120586. doi:10.1016/j.ijpharm.2021.120586. PMC 8032477. PMID 33839230.
- ↑ Marschall, Andrea L J (October 2021). "Targeting the Inside of Cells with Biologicals: Chemicals as a Delivery Strategy". BioDrugs. 25 (6): 643–671. doi:10.1007/s40259-021-00500-y. PMC 8548996. PMID 34705260.
- ↑ Haddadzadegan, S; Dorkoosh, F; Bernkop-Schnürch, A (2022). "Oral delivery of therapeutic peptides and proteins: Technology landscape of lipid-based nanocarriers". Adv Drug Deliv Rev. 182 114097. doi:10.1016/j.addr.2021.114097. PMID 34999121. S2CID 245820799.
- ↑ Bordbar-Khiabani A, Gasik M (2022). "Smart hydrogels for advanced drug delivery systems". International Journal of Molecular Sciences. 23 (7): 3665. doi:10.3390/ijms23073665. PMC 8998863. PMID 35409025.
- ↑ Hou, Xucheng; Zaks, Tal; Langer, Robert; Dong, Yizhou (2021-08-10). "Lipid nanoparticles for mRNA delivery". Nature Reviews Materials (dalam bahasa Inggris). 6 (12): 1078–1094. Bibcode:2021NatRM...6.1078H. doi:10.1038/s41578-021-00358-0. ISSN 2058-8437. PMC 8353930. PMID 34394960.
- ↑ Pardi, Norbert; Hogan, Michael J.; Porter, Frederick W.; Weissman, Drew (April 2018). "mRNA vaccines — a new era in vaccinology". Nature Reviews Drug Discovery (dalam bahasa Inggris). 17 (4): 261–279. doi:10.1038/nrd.2017.243. ISSN 1474-1776. PMC 5906799. PMID 29326426.
- ↑ Lu, Ruei-Min; Hsu, Hsiang-En; Perez, Ser John Lynon P.; Kumari, Monika; Chen, Guan-Hong; Hong, Ming-Hsiang; Lin, Yin-Shiou; Liu, Ching-Hang; Ko, Shih-Han; Concio, Christian Angelo P.; Su, Yi-Jen; Chang, Yi-Han; Li, Wen-Shan; Wu, Han-Chung (2024-09-10). "Current landscape of mRNA technologies and delivery systems for new modality therapeutics". Journal of Biomedical Science (dalam bahasa Inggris). 31 (1): 89. doi:10.1186/s12929-024-01080-z. ISSN 1423-0127. PMC 11389359. PMID 39256822.
- ↑ Sahin, Ugur; Muik, Alexander; Derhovanessian, Evelyna; Vogler, Isabel; Kranz, Lena M.; Vormehr, Mathias; Baum, Alina; Pascal, Kristen; Quandt, Jasmin; Maurus, Daniel; Brachtendorf, Sebastian; Lörks, Verena; Sikorski, Julian; Hilker, Rolf; Becker, Dirk (2020-10-22). "COVID-19 vaccine BNT162b1 elicits human antibody and TH1 T cell responses". Nature (dalam bahasa Inggris). 586 (7830): 594–599. doi:10.1038/s41586-020-2814-7. ISSN 0028-0836. PMID 32998157.
- ↑ Pardridge, William M (2012-11-01). "Drug Transport across the Blood–Brain Barrier". Journal of Cerebral Blood Flow & Metabolism (dalam bahasa Inggris). 32 (11): 1959–1972. doi:10.1038/jcbfm.2012.126. ISSN 0271-678X. PMC 3494002. PMID 22929442.
- ↑ Zha, Shuai; Liu, Haitao; Li, Hengde; Li, Haolan; Wong, Ka-Leung; All, Angelo Homayoun (2024-01-23). "Functionalized Nanomaterials Capable of Crossing the Blood-Brain Barrier". ACS Nano. 18 (3): 1820–1845. Bibcode:2024ACSNa..18.1820Z. doi:10.1021/acsnano.3c10674. ISSN 1936-086X. PMC 10811692. PMID 38193927.
- ↑ Jones, Angela R.; Shusta, Eric V. (2007-08-01). "Blood–Brain Barrier Transport of Therapeutics via Receptor-Mediation". Pharmaceutical Research (dalam bahasa Inggris). 24 (9): 1759–1771. doi:10.1007/s11095-007-9379-0. ISSN 0724-8741. PMC 2685177. PMID 17619996.
- ↑ Tang, Kaicheng; Tang, Zhongjie; Niu, Miaomiao; Kuang, Zuyin; Xue, Weiwei; Wang, Xinyu; Liu, Xinlong; Yu, Yang; Jeong, Seongdong; Ma, Yifan; Wu, Annette; Kim, Betty Y. S.; Jiang, Wen; Yang, Zhaogang; Li, Chong (2025-04-10). "Allosteric targeted drug delivery for enhanced blood-brain barrier penetration via mimicking transmembrane domain interactions". Nature Communications (dalam bahasa Inggris). 16 (1) 3410. Bibcode:2025NatCo..16.3410T. doi:10.1038/s41467-025-58746-x. ISSN 2041-1723. PMC 11986143. PMID 40210849.
- ↑ Tiwari, Gaurav; Tiwari, Ruchi; Bannerjee, SaurabhK; Bhati, L; Pandey, S; Pandey, P; Sriwastawa, Birendra (2012). "Drug delivery systems: An updated review". International Journal of Pharmaceutical Investigation (dalam bahasa American English). 2 (1): 2–11. doi:10.4103/2230-973x.96920. ISSN 2230-973X. PMC 3465154. PMID 23071954.
- ↑ Hersh, Andrew M.; Alomari, Safwan; Tyler, Betty M. (2022-04-09). "Crossing the Blood-Brain Barrier: Advances in Nanoparticle Technology for Drug Delivery in Neuro-Oncology". International Journal of Molecular Sciences (dalam bahasa Inggris). 23 (8): 4153. doi:10.3390/ijms23084153. ISSN 1422-0067. PMC 9032478. PMID 35456971.
- ↑ Kreuter, Jörg (2014-05-01). "Drug delivery to the central nervous system by polymeric nanoparticles: What do we know?". Advanced Drug Delivery Reviews. 2014 Editor's Collection. 71: 2–14. doi:10.1016/j.addr.2013.08.008. ISSN 0169-409X. PMID 23981489.
- ↑ Sercombe, Lisa; Veerati, Tejaswi; Moheimani, Fatemeh; Wu, Sherry Y.; Sood, Anil K.; Hua, Susan (2015-12-01). "Advances and Challenges of Liposome Assisted Drug Delivery". Frontiers in Pharmacology (dalam bahasa English). 6: 286. doi:10.3389/fphar.2015.00286. ISSN 1663-9812. PMC 4664963. PMID 26648870. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ Koo, Yong-Eun Lee; Reddy, G. Ramachandra; Bhojani, Mahaveer; Schneider, Randy; Philbert, Martin A.; Rehemtulla, Alnawaz; Ross, Brian D.; Kopelman, Raoul (2006-12-01). "Brain cancer diagnosis and therapy with nanoplatforms". Advanced Drug Delivery Reviews. Particulate Nanomedicines. 58 (14): 1556–1577. doi:10.1016/j.addr.2006.09.012. ISSN 0169-409X. PMID 17107738.
- ↑ Islam, Safiul; Ahmed, Md Mir Shakib; Islam, Mohammad Aminul; Hossain, Nayem; Chowdhury, Mohammad Asaduzzaman (2025-05-01). "Advances in nanoparticles in targeted drug delivery–A review". Results in Surfaces and Interfaces. 19 100529. doi:10.1016/j.rsurfi.2025.100529. ISSN 2666-8459.
- ↑ Yenet, Aderaw; Nibret, Getinet; Tegegne, Bantayehu Addis (2023-06-13). "Challenges to the Availability and Affordability of Essential Medicines in African Countries: A Scoping Review". ClinicoEconomics and Outcomes Research (dalam bahasa English). 15: 443–458. doi:10.2147/CEOR.S413546. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ↑ "Largest number of regulatory agencies for medical products approved as WHO Listed Authorities". www.who.int (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-10-15.
Pranala luar
| Nasional | |
|---|---|
| Lain-lain | |