Pelargonium zonale merupakan spesies Pelargonium yang berasal dari Afrika Selatan, khususnya di bagian barat ProvinsiTanjung, dan termasuk dalam keluarga geranium. Tumbuhan ini menjadi salah satu leluhur utama dari Pelargonium × hortorum, tanaman hias yang banyak dibudidayakan dan kerap dikenal dengan sebutan “geranium”, “geranium tapal kuda”, “geranium zona”, atau “pelargonium zona”.[2]
Pelargonium zonale pertama kali dikumpulkan oleh Henrik Bernard Oldenland pada tahun 1689 di Meiringspoort Pass. Spesies ini kemudian dideskripsikan oleh ahli botani Belanda Jan Commelijn (1629–1692) dan digambarkan melalui lukisan cat air oleh Maria Moninckx.[3]
Deskripsi
Pelargonium zonale merupakan semak yang tumbuh tegak atau menyebar tidak beraturan, umumnya mencapai tinggi sekitar 1 meter. Batangnya berdaging dan bertekstur halus ketika masih muda, lalu perlahan mengeras dan menjadi berkayu seiring usia tanaman. Daunnya memiliki pola “zona” berupa garis gelap sempit yang membentuk motif zigzag khas, yang menjadi dasar penamaan ilmiah maupun sebutan umumnya. Bunga tanaman ini muncul dalam kelompok berbentuk payung, dengan setiap bunga memiliki bentuk zigomorfik yang mencolok. Kelopaknya relatif sempit, berwarna merah muda terang, sering kali dihiasi guratan kemerahan di sepanjang permukaannya. Daun berbentuk menyerupai ginjal, bertangkai panjang, dan umumnya berdiameter 5–8 cm. Tanaman ini dikenal tidak hanya karena bentuk dan warnanya yang menarik, tetapi juga karena karakteristik hiasnya yang kuat dan mudah dibedakan.[2]
Kultivasi
Pada abad ke-16, biji Pelargonium dibawa dari Afrika ke kota Leiden di Belanda, tempat tanaman tersebut pertama kali dibudidayakan di kebun raya. Tidak lama kemudian, tanaman ini menyebar ke KepulauanBritania, Prancis, Italia, dan Spanyol, dan dengan cepat meraih popularitas. Penyebarannya terus berlanjut hingga mencapai wilayah Karibia, dan pada abad ke-17 spesies ini sudah dikenal di Amerika Utara. Kini, Pelargonium zonale telah dinaturalisasi di berbagai daerah beriklim subtropis dan tropis, sedangkan di kawasan yang lebih dingin harus dipelihara di dalam ruangan.[4]
Perbanyakan tanaman ini dapat dilakukan melalui biji maupun secara vegetatif. Biji yang memiliki lapisan keras akan berkecambah sekitar 14 hari pada suhu sekitar 18-22 °C setelah kulit bijinya dilemahkan. Sejak abad ke-20, teknik mikropropagasi juga telah dimanfaatkan secara komersial. Di wilayah beriklim sedang, tanaman biasanya ditanam di luar ruangan pada musim semi, kemudian digali sebelum datangnya embun beku pertama dan dipindahkan ke dalam ruangan untuk melewati musim dingin, sebelum akhirnya ditanam kembali di luar saat musim semi tiba.[5]
12Lawrence, Ebrahim (2002), "Pelargonium zonale (L.) L'Hérit.", PlantZAfrica, South African National Biodiversity Institute, diakses tanggal 2025-11-26