Sumber: Publikasi Informasi Penerbangan Militer Belanda[1]
Pangkalan Udara Volkel (bahasa Belanda:Vliegbasis Volkelcode: nl is deprecated ) (IATA: UDE,ICAO: EHVK) adalah pangkalan udaramiliter yang digunakan oleh Angkatan Udara Kerajaan Belanda (Koninklijke Luchtmacht atau KLu) — yang terletak di dekat desa Volkel, Belanda. Terletak di sudut timur laut provinsi Brabant Utara, pangkalan udara ini menjadi markas bagi dua skadron F-35A, yaitu Skadron Udara 312 dan Skadron Udara 313, serta skuadron pemeliharaan, logistik, dan pangkalan untuk KLu.
Volkel juga menjadi markas Skadron Dukungan Munisi 703, yang merupakan bagian dari Wing Tempur ke-52 dari Angkatan Udara Amerika Serikat. Setelah lebih dari 50 tahun, mantan Perdana Menteri Ruud Lubbers pada tahun 2013 secara resmi mengonfirmasi keberadaan 22 bom nuklir B61 di Volkel. Pada tahun 2021, latihan dengan modifikasi terbaru B-61-12 dimulai, dan pada Desember 2023, 14 pesawat F-16 terlihat melakukan manuver elephant walk sebelum lepas landas.
Deskripsi
Pangkalan Udara Volkel terletak di dekat desa Volkel. Pangkalan ini merupakan salah satu dari beberapa lapangan terbang militer di Belanda, dan salah satu dari tiga pangkalan operasional utama Angkatan Udara Kerajaan Belanda (KLu), dua lainnya adalah Pangkalan Udara Leeuwarden dan Pangkalan Udara Gilze-Rijen. Bersama dengan pangkalan-pangkalan tersebut, pangkalan ini menjadi tuan rumah acara hari terbuka KLu, yang diadakan setiap tahun di salah satu dari ketiga lapangan terbang ini, dengan menampilkan pertunjukan udara dan pameran statis berbagai pesawat militer dan sipil.
Bandara ini memiliki dua landasan pacu paralel, keduanya mengarah ke 06/24, dan masing-masing memiliki panjang lebih dari 3.020 meter (9.900 kaki). 06L/24R memiliki lebar 45 m (148 kaki) dan mampu menampung pesawat yang lebih besar. Landasan pacu ini juga dilengkapi dengan sistem pendaratan instrumen (ILS). 06R/24L lebih sempit dengan lebar hanya 23 m (75 kaki).
Tampak atas Fliegerhorst Volkel pada tahun 1944 setelah dibom oleh Sekutu
Setelah pendudukan Belanda oleh Jerman Nazi pada tahun 1940, Luftwaffe membangun landasan terbang cadangan untuk pesawat tempur malam yang disebut Nachtlandeplatz Volkel. Pada tahun 1943, landasan terbang tersebut diperluas menjadi pangkalan operasional Luftwaffe dan berganti nama menjadi Fliegerhorst Volkel. Pangkalan ini menjadi markas bagi III./NJG 2 yang mengoperasikan pesawat tempur malam Junkers Ju 88, serta II & III./JG 3 yang mengoperasikan Messerschmitt Bf 109G. Pesawat Jerman terakhir yang berbasis di Volkel adalah pesawat tempur bermesin jet Me 262 dan pesawat pembom pengintai Ar 234.[2] Untuk mempertahankan lapangan terbang dari serangan udara, Jerman memasang meriam anti-pesawat, namun lapangan tersebut tetap dibom secara luas. Serangan pada tahun 1944 dalam rangka Operasi Market Garden menyebabkan kerusakan parah pada lapangan terbang tersebut sehingga tidak dapat lagi digunakan oleh Luftwaffe.
Ketika bagian selatan Belanda dibebaskan pada akhir tahun itu, Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) mengambil alih kendali lapangan terbang tersebut. Meskipun Jerman telah menghancurkan sebagian besar fasilitas bandara yang tersisa, RAF terus menggunakan bandara tersebut hingga akhir perang, mengoperasikan pesawat Hawker Typhoon dan Hawker Tempest dari Volkel untuk mendukung serangan sekutu ke Jerman. Pilot ulung asal Prancis Pierre Clostermann, yang saat itu menjabat sebagai komandan skuadron di Wing ke-122 RAF, memberikan deskripsi terperinci mengenai operasi dari Volkel pada awal 1945 dalam bukunya The Big Show.
Dinas Penerbangan Angkatan Laut Belanda mulai beroperasi dari Volkel pada tahun 1949 untuk keperluan pelatihan. Pada tahun 1950, Angkatan Udara Kerajaan Belanda mengambil alih lapangan terbang tersebut dan mengembalikannya menjadi lapangan terbang tempur yang operasional. Pesawat Gloster Meteor merupakan pesawat jet pertama yang ditempatkan di Volkel untuk Angkatan Udara Kerajaan Belanda. Kemudian datang Lockheed T-33,[3]Republic F-84 Thunderjet dan Thunderstreak, yang pada akhirnya digantikan oleh Lockheed F-104 Starfighter, pesawat supersonik pertama KLu. Pada tahun 1970-an, fasilitas bandara ditingkatkan, dan 32 pelindung Hardened Aircraft Shelters (HAS) dibangun untuk pesawat-pesawat tersebut. Antara tahun 1982 dan 1984, pesawat Starfighter secara bertahap digantikan oleh F-16 Fighting Falcon yang berbasis di Volkel, yang diproduksi di bawah lisensi oleh Fokker.[4] Pesawat jet F-16 telah digantikan oleh Lockheed Martin F-35 Lightning II.[butuh rujukan]
Pada September 2012, skuadron ketiga, Skadron Udara 311, secara resmi dibubarkan.[5]
Senjata nuklir
Demonstrasi prosedur pelucutan bom nuklir B61 pada "model tiruan" di dalam Weapons Security and Storage System (WS3) Pangkalan Udara Volkel
Per tahun 2023, Volkel merupakan salah satu dari enam pangkalan udara aktif di lima negara Eropa yang menyimpan bom nuklir B61 di dalam program Weapons Storage and Security System (WS3) bawah tanah di dalam hanggar pesawat; Pangkalan Udara Ramstein memiliki ruang penyimpanan tetapi tidak ada senjata nuklir di sana, sedangkan bunker-bunker di RAF Lakenheath sedang dimodernisasi.[6]
Diperkirakan bahwa sejak awal 1960-an, senjata nuklir Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) telah disimpan di Pangkalan Udara Volkel, untuk digunakan oleh pesawat negara tuan rumah.[7] Dahulu, penyimpanan dilakukan di area penyimpanan senjata di sisi utara pangkalan, dan di area siaga reaksi cepat (QRA) yang dijaga ketat; namun, sejak tahun 1991, sebelas ruang penyimpanan Weapons Storage and Security System (WS3) telah beroperasi di lantai-lantai hanggar pesawat.[8] Skadron Dukungan Munisi 703 USAF (703rd MUNSS) bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengamanan senjata tersebut.[9][10] Hingga tahun 2005, Kementerian Pertahanan Belanda belum secara resmi mengakui atau membantah keberadaan senjata nuklir di Volkel.[11]
Pada tahun 2008, terdapat 22 bom nuklir B61 yang disimpan di Volkel, yang akan digunakan oleh skuadron F-16 Belanda, Skadron Udara 311 dan Skadron Udara 312 di pangkalan tersebut.[12] Pesawat F-16 yang berbasis di Volkel terkadang terlihat membawa bom tiruan BDU-38, yang digunakan untuk mensimulasikan bom B61.[13] Dalam sebuah buku yang diterbitkan oleh mantan pilot angkatan udara Steve Netto, terungkap bahwa sekitar lima puluh bom nuklir B28 disimpan di sana pada masa Krisis Rudal Kuba, yang jika diperlukan akan dikerahkan oleh pesawat Angkatan Udara Kerajaan Belanda.[14][pranala nonaktif] Dalam dokumen yang bocor sebagai bagian dari kebocoran kabel diplomatik Amerika Serikat tahun 2010, keberadaan senjata nuklir di Belanda dikonfirmasi, meskipun tidak disebutkan lokasi spesifiknya.[15] Pada 10 Juni 2013, mantan Perdana Menteri Ruud Lubbers mengonfirmasi keberadaan 22 senjata nuklir di pangkalan udara tersebut.[16] Dalam draf laporan NATO tahun 2019, Volkel disebut sebagai salah satu dari enam lokasi di mana, secara keseluruhan, sekitar 150 bom B61 Amerika disimpan.[17]
Menurut artikel Bellingcat pada Mei 2021, banyak detail keamanan sensitif mengenai arsenal nuklir di Volkel, seperti brankas mana yang menyimpan senjata nuklir, terungkap secara tidak sengaja ketika jurnalis menemukan bahwa tentara yang bertugas mengawasi senjata-senjata tersebut telah menggunakan situs web kartu flash yang tersedia untuk umum untuk membantu mereka mempelajari detail tersebut.[8]
Pada tahun 2021, latihan dengan bom B61-12 buatan AS yang dibawa oleh pesawat tempur F-16 dimulai, sebagaimana terlihat dalam sebuah video dari Sandia National Laboratories. Pada Desember 2023, empat belas pesawat F-16 terlihat melakukan manuver elephant walk sebelum lepas landas.[18]
Satuan di Lanud Volkel
Berikut unit-unit yang ditempatkan di Pangkalan Udara Volkel.[19][20]
↑"Archived copy"(PDF). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2015-04-02. Diakses tanggal 2015-03-13. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
↑Natural Resources Defense Council - "U.S. Nuclear Weapons in Europe"(PDF). Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2007-09-27. Diakses tanggal 2007-10-26.(3.00MB), article retrieved 26 October 2007,
↑"52nd Munitions Maintenance Group". Spangdahlem Air Base (dalam bahasa American English). US Air Force. 15 June 2017. Diakses tanggal 7 December 2020.