Raden MasSlamet Danusudirdjo (4 April 1925–30 Agustus 2004) atau lebih dikenal dengan nama penanya Pandir Kelana adalah tokoh sastra berkebangsaan Indonesia. Pandir Kelana pernah menjabat sebagai Rektor Institut Kesenian Jakarta. Dia merupakan salah satu sastrawan yang juga aktif dalam bidang kemiliteran. Atas jasa, prestasi, dan kerja kerasnya, Pandir menerima penghargaan dari pemerintah Republik Indonesia berupa Bintang Gerilya dan Bintang Mahaputera Utama (1973).[1]
Karier
Pandir Kelana lahir di Banjarnegara, 4 April 1925. Bernama asli Slamet Danusudirdjo. Ia adalah sedikit dari penulis sastra yang aktif dalam bidang kemiliteran. Dalam bidang tesebut, ia pernah mengikuti pendidikan perwira artileri di Belanda dan Belgia, serta Sekolah Staf Komando Angkatan Darat di Akademi Frunze, Moskow, Rusia. Pernah menjadi instruktur di Akademi Militer Nasional, Magelang dan menjadi pengajar di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Bandung.[2]
Selain berkarier di dunia militer dengan pangkat terakhirnya Mayor Jenderal, ia pernah memegang berbagai jabatan di birokrasi antara lain Deputi Ketua BAPPENAS (1966-1968). Pada saat bersamaan ia juga di tunjuk menjadi anggota Tim Walisongo yang menangani problem kongesti pelabuhan-pelabuhan utama pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Departemen Keuangan RI (1972-1973). Dia juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan RI (1973-1975), anggota Dewan Pertimbangan Agung (1983) dan terakhir, ia menjadi Sekretaris Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan, dan Industri (1978-1984).
Dibalik Karier militer dan Birokratnya ia juga di kenal sebagai seorang penulis cerita dengan nama samaran Pandir Kelana. Nama Kelana ia temukan dari cerita dalam bahasa Inggris berjudul The Wondering Jew. Sedangkan nama Pandir berasal dari cerita Pak Pandir, pada saat ia di Kalimantan. Pandir Kelana lebih sering menulis novel berlatar sejarah antara lain Kereta Api Terakhir (1981), Kadarwati: Wanita dengan Lima Nama (1982), Ibu Sinder (1983), dan lain-lain. Beberapa novelnya bahkan telah diangkat ke layar perak.[3]
↑"Daftar Makam Tahun 2004–2005". Pahlawan Center. Diarsipkan dari asli tanggal 26 April 2015. Diakses tanggal 28 Juni 2026. 65. RM SLAMET DANU S V-1558 30-8-2004.
Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.