Pakusari adalah kecamatan di Kabupaten Jember yang terletak di timur. Dengan luas wilayah sekitar 31 km², Pakusari merupakan salah satu kecamatan dengan luas tersempit di Kabupaten Jember. Geografi Pakusari berupa dataran rendah yang didominasi lahan persawahan. Komoditas pertanian utamanya adalah tembakau yang membuat Pakusari menjadi salah satu sentra tanaman tersebut. Bagian selatan dari Pakusari jaraknya cukup dekat dengan pusat kecamatan Mayang. Mayang dan Pakusari dipisahkan oleh Sungai Mayang dengan Pakusari berada di utara sungai tersebut.[4] Pakusari memiliki banyak gumuk atau gundukan tanah seukuran bukit kecil, yang paling terkenal adalah Gumuk Sepikul.[5]
Batas wilayah Kecamatan Pakusari adalah sebagai berikut:[4]
Kecamatan Pakusari terbentuk pada tahun 1976 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 1976. Saat itu, pemerintah pusat meresmikan Kota Administratif Jember yang merupakan calon kota baru di Jawa Timur. Sebagai bagian dari peraturan itu, wilayah administrasi kecamatan di Kabupaten Jember mengalami penataan ulang. Beberapa kecamatan dibubarkan yang terdiri dari Kecamatan Jember, Mangli, dan Wirolegi. Sisa-sisa desa dari kecamatan tersebut yang tidak masuk dalam kota administratif kemudian diserahkan ke kecamatan sekitarnya atau dibentuk menjadi kecamatan baru. Kecamatan Pakusari bersama dengan Sukorambi adalah kecamatan yang baru dibentuk. Pakusari sendiri mencakup 7 desa dari 3 kecamatan. Desa Patemon berasal dari Kecamatan Arjasa, Desa Subo dan Jatian berasal dari Kecamatan Kalisat, sedangkan 4 desa lainnya merupakan bekas Kecamatan Wirolegi yang telah dibubarkan. Akibat pemekaran ini, Stasiun Arjasa menjadi bagian dari Kecamatan Pakusari.[1]