(Persatuan sepakbola Madiun) disingkat dengan (PSM Madiun) merupakan Timsepak bola Indonesia yang berasal dari Kota Madiun, Jawa Timur. Klub ini adalah merupakan satu dari 7 (tujuh) klub pendiri Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau (PSSI). PSM Madiun didirikan pada 29 Mei 1929 dengan nama Madioensche Voetbal Bond (MVB).[1][2]
Musim 2025/2026 (Baru-baru ini): Menjadi fenomena baru di Liga 4 Jawa Timur dengan koleksi 6 gol hanya dalam satu musim singkat, termasuk quattrick melawan PSHW Ponorogo.
3. Achmad Dwi Firmansyah (Total: 5-6 Gol)
• Musim 2023/2024: Mencetak sekitar 2-3 gol (termasuk saat melawan AC Majapahit).
• Musim 2024/2025: Mencetak 3 gol, menjadikannya top skor klub di musim tersebut bersama Rian Hidayat menurut catatan Transfermarkt.
4. Rian Hidayat (Total: 3 Gol)
• Musim 2024/2025: Mencetak 3 gol pada musim Liga Nusantara 2024/2025.
Kesimpulan
Secara akumulatif, Ridwan Pri Handoko masih memegang rekor gol terbanyak untuk PSM Madiun dalam tiga tahun terakhir dengan total 8 gol. Namun, jika dilihat dari ketajaman per musim, Muchammad Riski Saputro hampir menyamai catatan Ridwan hanya dengan satu musim kompetisi saja di tahun 2025/2026 ini.
Pelatih
Berikut adalah urutan pelatih yang pernah menangani PSM Madiun dari musim terbaru hingga ke belakang.
Melatih di musim terbaru (Liga 4 Jawa Timur). Dikenal saat membawa tim menang telak 11-0 lawan PSHW Ponorogo sebelum akhirnya tim terhenti di fase grup.
Menangani tim di awal masa persiapan dan seleksi musim 2023. Ia berperan besar membangun kerangka awal skuad sebelum estafet kepelatihan dilanjutkan oleh Kodari Amir untuk putaran kompetisi resmi.
Melatih pada masa awal kebangkitan PSM Madiun setelah vakum lama. Sosok legenda kiper ini memegang kendali tim sebelum akhirnya sempat pindah ke klub tetangga, Madiun Putra.
Melatih di masa-masa awal pembentukan tim kembali (reborn) untuk mengikuti turnamen-turnamen pendek dan seleksi pemain lokal Madiun.
Ini menunjukkan bahwa PSM Madiun sering menggunakan jasa pelatih yang memiliki pengalaman kuat di sepak bola Jawa Timur untuk mengembalikan kejayaan mereka.
Sejarah
PSM Madiun didirikan oleh Kartodarmoedjo pada tanggal 29 Mei 1929 dengan nama awal Madioensche Voetbal Bond (MVB). Setahun kemudian nama Madioensche Voetbal Bond diganti menjadi Perserikatan Sepak bola Madiun atau disingkat PSM.
Pada Tahun 2010 terjadi dualisme dikubu PSM Madiun, sehingga membuat PSM Madiun dibekukan oleh Bambang Irianto (Ketua Pengcab PSSI Madiun) pada saat itu dan membuat PSM Madiun tidak bisa berkompetisi di kancah sepak bola Indonesia sampai saat ini. Pada Desember 2018, status PSM Madiun dipulihkan kembali oleh Askot PSSI Kota Madiun sehingga membuat PSM Madiun bisa berkompetisi kembali di kancah persepakbolaan Indonesia. Saat ini, PSM Madiun berkompetisi di Liga 4.[4]
PSM dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Kartodarmoedjo. Setelah melalui berbagai pertemuan akhirnya disepakati berdirinya induk sepak bola yang di beri nama PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia).
Kejayaan PSM Madiun Junior
Mengembalikan Marwah Sang Pendiri: PSM Madiun sebagai salah satu dari tujuh klub pendiri PSSI (Seven Founders), memiliki rekam jejak emas dalam pembinaan pemain muda yang menjadi pilar kekuatan sepak bola nasional di era Perserikatan.
Puncak kejayaan junior klub yang berjuluk Laskar Wilis ini terjadi pada tahun 1970, di mana mereka berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional.Di bawah asuhan pelatih dan manajemen lokal yang militan, PSM Madiun Junior era 70-an dikenal sebagai "Kawah Candradimuka" talenta berbakat di Jawa Timur.
Keberhasilan mereka menembus jajaran elit nasional bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari sistem kompetisi internal Madiun yang sangat kompetitif saat itu (melibatkan klub-klub lokal seperti IM Purbaya dan Ambassador). Kemenangan legendaris tahun 1970 sering dirujuk sebagai bukti bahwa Madiun pernah menjadi kiblat sepak bola remaja Indonesia, bersaing ketat dengan Persija dan Persebaya.[5]
Prestasi ini menjadi legitimasi historis bagi target ambisius klub saat ini dalam Piala Soeratin. Dengan mengusung DNA juara masa lalu, PSM Madiun berupaya membuktikan bahwa mereka bukan sekadar klub sejarah, melainkan institusi sepak bola yang memiliki fondasi pembinaan yang teruji lintas generasi.[6]
Pada tahun 2019, PSM Madiun juga mulai terjun ke dunia eSports dan membentuk tim eSports yang bernama Sunken Relic di divisi Mobile Legends: Bang Bang, Tim ini merupakan satu-satunya yang dimiliki oleh klub Liga 3.[7]