Sejarah
Semeru FC merupakan gabungan dari tim daerah Lumajang lainnya. Pada tahun 2017, dengan harapan dapat memajukan sepak bola daerah dan membangun kebanggaan masyarakat,[4] bupati ASAT Malik bertemu dengan klub sepak bola setempat termasuk Persigo Gorontalo yang bermarkas di Gorontalo untuk membahas merger. Pemilik Persigo Gorontalo, Ngateman, dan ASAT Malik menyelesaikan kesepakatan merger dan mengganti nama Persigo Gorontalo menjadi Semeru FC.
Dengan terbentuknya Semeru FC, pesepakbola lokal Lumajang berharap bisa menaikkan taraf permainannya dan menembus sepakbola nasional. Pada tahun 2017 tim ini berada di level Liga Nusantara.
Pada tanggal 25 Februari 2020, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PWM Jawa Timur) Jawa Timur menegaskan telah mengakuisisi Semeru FC, salah satu klub sepak bola peserta Liga 2. Mereka mengakuisisi Semeru FC yang musim ini berlaga di Liga 2. Selain itu, mereka akan berkompetisi dengan nama PS Hizbul Wathan (dinamai berdasarkan sayap kepanduannya) dan bermarkas di Stadion Gelora Delta. Ketua PWM Jatim M. Saad Ibrahim mengatakan, akuisisi tersebut dilakukan karena Muhammadiyah ingin “berdakwah melalui sepak bola”. Meski merupakan wilayah baru, organisasi ini ingin menanamkan nilai-nilai Islam, kebangsaan, dan kemanusiaan melalui sepak bola; mengutip kadernya seperti Soeratin Sosrosoegondo yang pernah menjadi pendiri Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).[5][6]