Owa jambul memiliki ciri dimorfisme seksual dalam warna bulu: jantan memiliki bulu yang sepenuhnya hitam, sementara betina memiliki bulu putih keabu-abuan dengan hanya perut dan kepala yang berwarna hitam. Lingkaran rambut putih dan seringkali lebat di sekitar kepala merupakan ciri khas kedua jenis kelamin.
Spesies ini diidentifikasi sebagai spesies genting dan termasuk dalam Apendiks I CITES. Ancaman utama mereka adalah kerusakan habitat, karena hutan alami tempat mereka tinggal sedang diubah menjadi lahan pertanian. Hal ini juga telah menyebabkan kepunahan lokal pada beberapa wilayah. Selain itu, seperti spesies primata lainnya, mereka diburu dan ditangkap untuk diambil dagingnya, dan untuk dijual untuk diselundupkan.[4] Banyak upaya telah dikerahkan untuk menyurvei dan meningkatkan jumlah populasi spesies ini, baik di alam liar[5] maupun di kebun binatang.[6]