Otus elegans atau celepuk ryukyu, merupakan burung hantu berukuran kecil atau dikenal juga sebagai celepuk dengan bulu cokelat kemerahan, cakram wajah bernuansa cokelat, serta bagian wajah berwarna putih kusam yang tampak seperti kayu manis. Paruhnya berwarna abu-abu kehijauan, dan matanya berwarna kuning terang.
Taksonomi
Otus elegans pertama kali dideskripsikan secara ilmiah sebagai Ephialtes elegans oleh ornitolog Amerika, John Cassin, pada tahun 1852. Genus Otus, yang kini menaungi spesies ini, telah diperkenalkan jauh sebelumnya pada tahun 1769 oleh naturalis asal Wales, Thomas Pennant, sebagai kelompok burung hantu kecil atau celepuk. Karena itu, penamaan resminya kini menjadi Otus elegans (Cassin, 1852), mengikuti aturan nomenklatur binomial yang mempertahankan nama genus Otus dan epitet elegans dari deskripsi awal. Kata elegans sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti “anggun” atau “indah,” kemungkinan dipilih untuk menggambarkan kesan tampilan burung tersebut.[3]
Perilaku
Otus elegans, khususnya subspesies botelensis, merupakan burung yang bersifat teritorial. Karena paruhnya tidak mampu menggali lubang di batang pohon, burung ini biasanya bersarang di lubang alami pada pohon yang telah membusuk atau di rongga yang sebelumnya dibuat oleh hewan lain. Sesekali, sarangnya juga ditemukan di struktur buatan manusia seperti lubang drainase atau bahkan di dalam tangki air toilet. Makanan utamanya terdiri dari belalangkerik, ngengat, kaki seribu, dan berbagai invertebrata lain. Terkadang, burung ini juga memangsa tokek, kadal, atau bahkan burung kacamata kericau dan vertebrata kecil lainnya.[4]
Persebaran
Persebaran Otus elegans botelensis sangat bergantung pada ketersediaan lubang pohon alami. Lubang yang digunakan biasanya terdapat pada pohon dengan diameter setinggi dada lebih dari 38 cm. Setiap spesies pohon menyediakan jumlah rongga yang berbeda, dan pengamatan menunjukkan bahwa Pometia pinnata lebih sering membentuk lubang alami dibandingkan jenis pohon lainnya. Karena itu, wilayah yang kaya akan P. pinnata cenderung memiliki populasi O. e. botelensis yang lebih tinggi.Burung ini ditemukan di Kepulauan Ryukyu di Jepang bagian selatan, Pulau Lanyu di tenggara Taiwan, serta di Kepulauan Batanes dan Babuyan di utara Luzon, Filipina, terutama di hutan berdaun jarum tropis atau subtropis. Populasinya kini menurun akibat degradasi dan hilangnya habitat.[5]