ENSIKLOPEDIA
Operasi Badai Musim Dingin
Operasi Badai Musim Dingin (Jerman: Unternehmen Wintergewittercode: de is deprecated ) adalah sebuah serangan Jerman pada Desember 1942 selama Perang Dunia II. Dalam serangan ini, Angkatan Darat Panzer ke-4 Jerman gagal menembus pengepungan Uni Soviet terhadap Angkatan Darat ke-6 Jerman selama Pertempuran Stalingrad.
Pada akhir November 1942, Tentara Merah menyelesaikan Operasi Uranus yang mengepung sekitar 300.000 personel Poros di dalam dan di sekitar kota Stalingrad. Pasukan Jerman di dalam kantong Stalingrad dan yang berada tepat di luarnya diorganisasi kembali ke dalam Grup Angkatan Darat Don pada 22 November 1942 dan ditempatkan di bawah komando Marsekal Lapangan Lapangan Erich von Manstein. Tentara Merah terus mengalokasikan sumber daya sebanyak mungkin untuk Operasi Saturnus yang sedang direncanakan guna mengisolasi Grup Angkatan Darat A dari sisa Angkatan Darat Jerman. Untuk mengatasi situasi tersebut, Luftwaffe mencoba memasok kebutuhan pasukan Jerman di Stalingrad melalui sebuah jembatan udara. Ketika Luftwaffe gagal dan menjadi jelas bahwa penerobosan hanya bisa berhasil jika diluncurkan sedini mungkin, Manstein memutuskan untuk melakukan operasi penyelamatan.
Awalnya, Manstein dijanjikan mendapat empat divisi panzer. Akan tetapi Jerman lalu enggan untuk melemahkan sektor-sektor tertentu dengan menempatkan kembali unit-unitnya, tugas untuk membuka koridor bagi Angkatan Darat ke-6 Jerman yang terkepung jatuh kepada Angkatan Darat Panzer ke-4 yang kekuatannya telah berkurang, di bawah komando Hermann Hoth. Pasukan Jerman ini harus berhadapan dengan beberapa angkatan darat Uni Soviet yang ditugaskan untuk menghancurkan pasukan Jerman yang terkepung serta melancarkan serangan di sekitar hilir Sungai Chir.
Serangan Jerman tersebut mengejutkan Tentara Merah dan menghasilkan kemajuan besar pada hari pertama. Pasukan ujung tombak mendapatkan dukungan udara dan berhasil mematahkan serangan balasan dari pasukan Uni Soviet. Per 13 Desember, perlawanan Uni Soviet telah memperlambat laju Jerman secara signifikan, meskipun pasukan Jerman berhasil merebut daerah di sekitar kota Verkhne-Kumskiy [ru] dan menyeberangi Sungai Myshkova. Namun, pada 16 Desember, Tentara Merah meluncurkan Operasi Saturnus Kecil dan menghancurkan Angkatan Darat ke-8 Italia di sayap kiri Grup Angkatan Darat Don, sehingga mengancam bagian belakang pasukan Manstein. Dihadapkan pada melonjaknya jumlah korban dan perlawanan dari Uni Soviet, Angkatan Darat Panzer ke-4 terus berupaya membuka koridor ke Angkatan Darat ke-6 pada 18–19 Desember, tetapi tidak membuahkan hasil.
Manstein menghentikan serangan tersebut pada 23 Desember dan pada Malam Natal, Angkatan Darat Panzer ke-4 mulai menarik diri ke posisi semula. Akibat kegagalan Angkatan Darat ke-6 untuk menerobos keluar dari pengepungan Uni Soviet, Tentara Merah dapat melanjutkan "pencekikan" terhadap pasukan Jerman di Stalingrad.
Latar belakang
Pada 23 November 1942, Tentara Merah berhasil menutup pengepungan terhadap pasukan Poros di Stalingrad.[3] Hampir 300.000 prajurit Jerman dan Rumania terjebak di dalam kota dan sekitar Stalingrad[4] oleh sekitar 1,1 juta personel Soviet.[5] Adolf Hitler menunjuk Marsekal Lapangan Erich von Manstein sebagai komandan dari Grup Angkatan Darat Don yang baru dibentuk.[6] Terdiri dari Angkatan Darat Panzer ke-4 dan Angkatan Darat ke-6 Jerman, serta Angkatan Darat Ketiga dan Keempat Rumania, grup angkatan darat baru pimpinan Manstein ini berada di antara Grup Angkatan Darat A dan B Jerman.[7] Alih-alih mencoba melakukan penerobosan segera, komando tinggi Jerman memutuskan bahwa pasukan yang terjebak akan tetap tinggal di Stalingrad dan bertahan.[8] Pasukan Jerman yang dikepung tersebut rencananya akan dipasok melalui udara, yang membutuhkan sekitar 680 t (750 ton pendek) pasokan per hari.[9] Armada yang terdiri dari 500 pesawat angkut Luftwaffe tidak mencukupi untuk tugas tersebut.[10] Banyak dari pesawat tersebut nyaris tidak dapat digunakan dalam musim dingin Soviet; pada awal Desember, lebih banyak pesawat kargo Jerman yang hancur akibat kecelakaan daripada karena ditembak jatuh oleh pesawat pemburu Soviet.[11] Angkatan Darat ke-6 menerima kurang dari 20 persen dari kebutuhan harian mereka.[12] Selain itu, pihak Jerman juga masih terancam oleh pasukan Soviet yang masih menguasai sebagian tepi barat Sungai Volga di Stalingrad.[13]

Mengingat besarnya jumlah pasukan Jerman yang terkepung di Stalingrad di luar perkiraan,[14] pada 23 November Stavka (Komando Tinggi Angkatan Bersenjata Soviet) memutuskan untuk memperkuat cincin pengepungan luar sebagai persiapan untuk menghancurkan pasukan Poros yang terjebak.[15] Pada 24 November, beberapa formasi Soviet mulai menggali pertahanan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan Jerman dari barat.[16] Pihak Soviet juga memperkuat pasukan pengepung guna mencegah penerobosan oleh Angkatan Darat ke-6 dan unit Poros lainnya.[17] Hal ini menahan lebih dari separuh kekuatan Tentara Merah di wilayah tersebut.[18] Perencanaan untuk Operasi Saturnus dimulai pada 25 November dengan tujuan menghancurkan Angkatan Darat ke-8 Italia dan memutus jalur komunikasi antara pasukan Jerman di sebelah barat Sungai Don dengan pasukan yang beroperasi di Kaukasus.[19][20] Perencanaan juga dimulai untuk Operasi Koltso (Cincin), yang bertujuan untuk memperlemah dan menghancurkan pasukan Jerman di dalam kantong Stalingrad.[21]
Ketika Operasi Uranus berakhir, pasukan Jerman di dalam pengepungan sudah terlalu lemah untuk mencoba melakukan penerobosan sendiri. Separuh dari kendaraan tempur lapis baja mereka yang tersisa telah hancur selama pertempuran defensif, serta terjadi kelangkaan bahan bakar dan amunisi yang parah untuk kendaraan yang masih berfungsi, mengingat Luftwaffe tidak mampu menyediakan pasokan udara yang memadai.[22] Manstein mengusulkan serangan balasan untuk menembus pengepungan Soviet di Stalingrad, dengan nama sandi Operasi Badai Musim Dingin (Unternehmen Wintergewittercode: de is deprecated ).[23] Pada 28 November, Manstein mengirimkan laporan terperinci kepada Hitler mengenai situasi Grup Angkatan Darat Don, termasuk kekuatan Angkatan Darat ke-6 dan penilaian mengenai persediaan amunisi untuk artileri Jerman di dalam kota.[24]
Stavka menunda Operasi Saturnus hingga 16 Desember karena pasukan Soviet kesulitan membersihkan pertahanan Jerman di hilir Sungai Chir. Serangan Tentara Merah di wilayah tersebut dimulai pada 30 November dengan melibatkan sekitar 50.000 prajurit, yang memaksa Manstein menggunakan Korps Panzer ke-48 untuk mempertahankan area tersebut.[25] Angkatan Darat Tank ke-5 diperkuat oleh Angkatan Darat Kejut ke-5 yang baru, yang diambil dari formasi Front Barat Daya dan Stalingrad yang sudah ada; Angkatan Darat Tank ke-5 secara keseluruhan berkekuatan hampir 71.000 personel, 252 tank, dan 814 meriam.[26] Serangan Soviet ini berhasil menahan Korps Panzer ke-48, yang awalnya dipilih untuk memimpin salah satu serangan utama terhadap pengepungan Soviet. Pihak Soviet telah mengetahui rencana serangan Jerman setelah mereka memergoki Divisi Panzer ke-6 sedang membongkar muatan di kota Morozovsk, sehingga mereka menahan beberapa angkatan darat dari serangan di hilir Sungai Chir untuk bersiap menghadapi kemungkinan upaya penerobosan oleh pasukan Jerman dari dalam Stalingrad.[27]
Perbandingan kekuatan
Jerman

Operasi penyelamatan ini awalnya dijadwalkan untuk melibatkan Korps Panzer LVII dari Angkatan Darat Panzer ke-4 di bawah komando Jenderal Friedrich Kirchner, yang meliputi Divisi Panzer ke-6 dan ke-23, serta Detasemen Angkatan Darat Hollidt yang terdiri dari tiga divisi infanteri dan dua divisi lapis baja (Divisi Panzer ke-11 dan ke-22).[28] Secara keseluruhan, empat divisi Panzer, empat divisi infanteri, dan tiga Divisi Lapangan Luftwaffe diperkirakan akan ambil bagian dalam Operasi Badai Musim Dingin. Mereka akan ditugaskan untuk membuka jalur sementara menuju Angkatan Darat ke-6.[29] Divisi-divisi lapangan Luftwaffe—yang dibentuk dari prajurit non-tempur, staf markas besar, serta personel Luftwaffe dan Heer yang tidak memiliki unit—kurang terlatih dan kekurangan perwira serta prajurit berpengalaman, serta tidak memiliki meriam antitank dan artileri yang memadai.[30] Banyak personel yang dijanjikan untuk operasi penyelamatan ini tidak pernah tiba, sebagian karena buruknya layanan transportasi ke garis depan, sementara beberapa unit yang awalnya dipilih untuk dipindahkan ke bawah komando Grup Angkatan Darat Don justru dipertahankan oleh komando asal mereka.[31] Unit-unit lain di dalam Grup Angkatan Darat Don juga tidak berada dalam kondisi siap untuk melakukan operasi ofensif akibat kerugian yang diderita dalam pertempuran bulan sebelumnya, sementara banyak formasi baru yang dijanjikan tidak tiba tepat waktu.[32]
Di sisi lain, Divisi Panzer ke-11 merupakan salah satu divisi lapis baja Jerman yang paling utuh di Front Timur karena baru saja dipindahkan dari cadangan Angkatan Darat Jerman. Divisi Panzer ke-6 juga berada dalam kekuatan penuh karena telah dipindahkan ke bawah kendali Manstein dari Eropa Barat.[33] Namun, efektivitas Divisi Panzer ke-11 terganggu ketika pihak Soviet meluncurkan serangan mereka terhadap pasukan di area hilir Sungai Chir, karena hal ini menahan Detasemen Angkatan Darat Hollidt dalam posisi bertahan.[34] Oleh karena itu, dan karena Manstein meyakini bahwa serangan yang berasal dari posisi Detasemen Angkatan Darat Hollidt akan terlalu mudah ditebak, ia memutuskan untuk menggunakan Angkatan Darat Panzer ke-4 dan Korps Panzer LVII sebagai komponen utama dari operasi penyelamatan ini.[35] Namun, terlepas dari upaya Jerman untuk mengumpulkan kekuatan demi serangan tersebut, posisi mereka di sepanjang hilir Sungai Chir menjadi genting;[36] penerobosan Soviet hanya dapat diredam oleh kedatangan Divisi Panzer ke-11, yang mampu menghancurkan sebagian besar dari dua brigade tank Soviet.[37] Akibatnya, Korps Panzer XLVIII terlibat dalam pertempuran defensif di Sungai Chir, ketika pasukan Soviet mendesak maju dalam upaya untuk merebut lapangan terbang di Tatsinskaya (yang digunakan untuk menyuplai pasukan Jerman di Stalingrad melalui udara).[38]
Meskipun Korps Panzer LVII akhirnya dilepaskan dengan enggan oleh Grup Angkatan Darat A kepada Grup Angkatan Darat Don, Divisi Panzer ke-17 diperintahkan kembali ke area konsentrasi awalnya dan baru bersiap untuk kembali ke Grup Angkatan Darat Don sepuluh hari setelah operasi tersebut diminta.[39] Mengingat sulitnya mengumpulkan pasukan yang memadai, dan melihat bahwa Soviet mengonsentrasikan lebih banyak pasukan mekanis di Sungai Chir, Manstein memutuskan untuk meluncurkan Operasi Badai Musim Dingin dengan menggunakan Angkatan Darat Panzer ke-4. Manstein berharap Angkatan Darat ke-6 akan meluncurkan serangannya sendiri dari sisi berlawanan setelah menerima sinyal kode Thunderclap (Donnerschlag).[40][9]: 137 Manstein berspekulasi bahwa Hitler akan menerima kenyataan bahwa satu-satunya metode logis untuk menghindari kehancuran Angkatan Darat ke-6 adalah dengan mengizinkan mereka menerobos keluar, dan berasumsi bahwa Jenderal Paulus akan setuju untuk memerintahkan pasukannya meloloskan diri dari kantong Stalingrad.[41] Pada 10 Desember, Manstein menyampaikan kepada Paulus bahwa operasi penyelamatan akan dimulai dalam waktu 24 jam.[42]
Susunan Pertempuran Angkatan Darat Panzer ke-4 (Des 1942 – Jan 1943)
Data dari AxisHistory.com
- Divisi Lapangan Luftwaffe ke-15
- Korps Panzer LVII
- Divisi Panzer ke-17
- Divisi Panzer ke-23
- Divisi Panzer ke-5 SS Wiking (sedang dalam perjalanan hingga Januari)
- Divisi Infanteri ke-16 (elemen)[43]
Susunan Pertempuran Korps Panzer XLVIII (1 Januari 1943)
Data dari AxisHistory.com
- Divisi Panzer ke-6
- Divisi Infanteri ke-306
- Grup Pfeiffer[44]
Uni Soviet
Untuk kepentingan Operasi Uranus, Marsekal Uni Soviet Georgy Zhukov mengerahkan sebelas angkatan darat Soviet.[45] Demi memperkuat kapabilitas ofensif Front Stalingrad, lebih dari 420 tank, 111.000 prajurit, dan 556 meriam artileri dikirim menyeberangi Sungai Volga dalam kurun waktu tiga minggu.[46] Tentara Merah dan Angkatan Udara Merah berhasil mengumpulkan lebih dari satu juta prajurit, 13.500 meriam artileri, 890 tank, dan 1.100 pesawat tempur, yang diorganisasi ke dalam 66 divisi senapan, lima korps tank, 14 brigade tank, satu brigade mekanis, satu korps kavaleri, serta 127 resimen artileri dan mortir.[47] Saat pengepungan mulai tertutup dan pihak Soviet melanjutkan operasi-operasi sekunder, Angkatan Darat ke-51 ditempatkan di tepi luar cincin pengepungan dengan kekuatan 34.000 personel dan 77 tank. Di sebelah selatan mereka terdapat Angkatan Darat ke-28 dengan kekuatan 44.000 prajurit, 40 tank, serta 707 meriam artileri dan mortir.[27] Pada saat yang sama, Tentara Merah mulai menghimpun kekuatannya untuk Operasi Saturnus, yang bertujuan untuk mengisolasi dan menghancurkan Grup Angkatan Darat A Jerman di Kaukasus.[48]
Serangan Jerman

Pada 12 Desember 1942, Korps Panzer LVII dari Angkatan Darat Panzer ke-4 memulai gerak majunya ke arah timur laut menuju pasukan Jerman yang terjebak di dalam kantong Stalingrad.[49] Divisi Panzer ke-6 dan ke-23 berhasil mencatatkan kemajuan besar, mengejutkan Tentara Merah serta mengancam bagian belakang Angkatan Darat ke-51. Gerak maju Jerman ini awalnya direncanakan dipimpin oleh Batalion Tank Berat ke-503 yang menggunakan tank Tiger I. Namun, unit tersebut baru diangkut ke Front Timur pada 21 Desember 1942 dan baru terlibat pertempuran pada awal Januari 1943 di sepanjang Sungai Manytsch. Pada awalnya, Operasi Badai Musim Dingin mengalami kemajuan pesat. Beberapa unit bahkan mampu bergerak maju hingga 60 km (37 mi) pada hari pertama.[50] Pihak Jerman terbantu oleh faktor efek kejut karena Stavka tidak mengira serangan Jerman akan dimulai secepat itu, sementara Jenderal Aleksandr Vasilevsky tidak mampu melepaskan Angkatan Darat Pengawal ke-2 untuk digunakan sebagai pasukan penghadang ujung tombak serangan Manstein.[51]
Divisi Panzer ke-6 berhasil merebut artileri Soviet dalam keadaan utuh. Perlawanan Soviet menurun drastis setelah Divisi Panzer ke-6 dan ke-23 melindas kekuatan utama infanteri Rusia.[52] Divisi Senapan ke-302 dari Angkatan Darat ke-51 berhasil dilumpuhkan pada akhir 12 Desember.[53] Meskipun infanteri Soviet dengan cepat memperkuat desa-desa yang berada di jalur gerak maju Jerman, pasukan kavaleri Tentara Merah di area tersebut sudah kelelahan akibat pertempuran selama berminggu-minggu dan tidak mampu memberikan perlawanan yang berarti.[54] Kendati mencatatkan kemajuan awal, Korps Panzer LVII belum mampu mencapai hasil yang menentukan.[55] Terdapat pula laporan mengenai tekanan berat yang mulai dihadapi oleh Divisi Panzer ke-23, terlepas dari kemajuan yang dicapai pada hari pertama serangan Jerman.[56]
Pada 13 Desember, Divisi Panzer ke-6 melakukan kontak dengan Angkatan Darat Tank ke-5 Soviet yang sedang menggempur pertahanan Jerman di sekitar Sungai Chir.[57][26] Pasukan Jerman mampu menghadapi dan mengalahkan kekuatan lapis baja Soviet saat mereka memaksakan penyeberangan di Sungai Aksay.[58][59] Pertempuran lapis baja berskala besar pun pecah di sekitar desa Verkhne-Kumskiy.[60] Desa tersebut berada di jalur darat paling ideal dari selatan ke utara menuju Stalingrad, sementara jalur di sekitarnya berupa stepa gersang yang dipenuhi jurang serta parit-parit yang tertutup salju tebal. Verkhne-Kumskiy menjadi rute yang tidak dapat dihindari bagi pasukan lapis baja berskala besar untuk bergerak ke utara menuju Sungai Myshkova.[61] Dari pihak Soviet, Korps Mekanis ke-4 pimpinan Volsky juga bergerak dengan kecepatan penuh menuju desa tersebut. Korps ini belum sempat memulihkan personel dan materiilnya setelah pertempuran ofensif pada bulan November; mereka hanya memiliki sekitar 100 tank yang siap beroperasi, sementara 50 tank lainnya dalam kondisi rusak dan butuh perbaikan. Setengah dari jumlah tersebut adalah tank T-34 yang mampu menghadapi Panzer Mk III dan IV, sedangkan sisanya merupakan tank ringan T-70 yang hanya berguna untuk melawan infanteri atau mobil lapis baja.[62] Jalur menuju Angkatan Darat ke-6 yang terkepung sudah nyaris terbuka lebar, dan jika Korps Mekanis ke-4 tidak menghadang, Hoth akan memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk menjangkau Paulus.[61]
Meskipun menderita banyak kerugian, pasukan Soviet berhasil mendesak pasukan Jerman kembali ke tepi Sungai Aksay pada akhir hari tersebut, walaupun mereka gagal merebut kembali desa itu. Kerugian yang diderita oleh Tentara Merah di sekitar Verkhne-Kumskiy memberikan Divisi Panzer ke-6 keunggulan singkat dalam jumlah tank.[63] Pertempuran memperebutkan Verkhne-Kumskiy berlanjut selama tiga hari saat Tentara Merah menyerang balik pangkalan jembatan Jerman di seberang Sungai Aksay serta pasukan bertahan Jerman di desa tersebut.[51][64] Pihak Jerman mampu menahan tank-tank Soviet di Verkhne-Kumskiy dan menghancurkannya menggunakan meriam antitank yang ditempatkan dengan baik.[65] Dengan dukungan dari Luftwaffe, Jerman berhasil mencapai kesuksesan lokal dan mulai mendesak maju menuju Sungai Myshkova.[66] Divisi Panzer ke-6 menderita kerugian besar selama gerak majunya dan beristirahat sejenak setelah pertempuran untuk memulihkan kondisi. Kerusakan minor pada tank yang selamat segera diperbaiki, dan sebagian besar tank yang tidak dapat dioperasikan selama pertempuran di Verkhne-Kumskiy berhasil diperbaiki.[67]
Respons Soviet: 13–18 Desember

Pergerakan Angkatan Darat Panzer ke-4 memaksa Stavka untuk mengalkulasi ulang rencana mereka dalam Operasi Saturnus. Pada 13 Desember, Stalin dan Stavka mengizinkan pemindahan Angkatan Darat Pengawal ke-2 dari Front Don ke Front Stalingrad, yang ditargetkan siap beroperasi pada 15 Desember.[68] Angkatan darat ini memiliki kekuatan sekitar 90.000 prajurit yang diorganisasi ke dalam tiga Korps Senapan Pengawal (ke-1, ke-13, dan ke-2).[69] Skala Operasi Saturnus kemudian diperkecil menjadi Operasi Saturnus Kecil, dengan fokus menerobos pertahanan Angkatan Darat ke-8 Italia dan kemudian menggempur bagian belakang Grup Angkatan Darat Don.[70][71] Arah serangan juga diubah dari selatan menjadi tenggara, dan tanggal memulainya diundur ke 16 Desember.[72] Korps Mekanis ke-4 dan Korps Tank ke-13 terus melancarkan serangan balasan terhadap pasukan Jerman di sekitar Sungai Aksay untuk menunda gerak maju mereka sembari menunggu kedatangan Angkatan Darat Pengawal ke-2.[73]
Angkatan Darat Pengawal ke-1 dan ke-3 Soviet, bersama dengan Angkatan Darat ke-6 Soviet, meluncurkan Operasi Saturnus Kecil pada 16 Desember.[74] Kendati mendapatkan perlawanan sengit dari pasukan Italia, Tentara Merah berhasil melemahkan sebagian kekuatan Angkatan Darat ke-8 Italia per 18 Desember.[75] Penerobosan tersebut—meskipun berskala kecil dan dapat segera dibendung—menjadi ancaman nyata bagi sayap kiri Grup Angkatan Darat Don, sementara kota Rostov-on-Don terancam oleh Angkatan Darat Pengawal ke-3.[76][77] Situasi ini, ditambah kerugian yang diderita oleh divisi-divisi lapis baja Jerman saat memaksakan jalan ke Sungai Myshkova, memaksa Manstein untuk mempertimbangkan kembali operasi ofensif tersebut.[78] Ia menyimpulkan bahwa ia tidak dapat mempertahankan sayap kirinya sekaligus melanjutkan upaya penyelamatan Angkatan Darat ke-6.[79] Walaupun Divisi Panzer ke-6 berhasil menyeberangi Sungai Myshkova pada malam 19 Desember, Korps Panzer LVII tetap tidak menghasilkan kemajuan berarti akibat meningkatnya perlawanan Soviet, meskipun telah diperkuat oleh kedatangan Divisi Panzer ke-17. Korps tersebut tampaknya terpaksa harus beralih ke posisi bertahan.[80][81] Serangan Tatsinskaya yang dilancarkan Soviet berhasil menghancurkan lapangan terbang beserta puluhan pesawat yang digunakan Luftwaffe untuk menyuplai pasukan di dalam kantong Stalingrad. Hal ini memaksa Manstein untuk memerintahkan Korps Panzer XLVIII mengambil posisi bertahan, alih-alih menyiapkannya sebagai pasukan cadangan untuk memperkuat penetrasi menuju Stalingrad.[82]
Kolaps: 19–23 Desember
Hingga 19 Desember, Korps Panzer LVII berhasil menembus Sungai Aksay dan bergerak maju hingga mencapai jarak 48 km (30 mi) dari ujung selatan front Angkatan Darat ke-6.[83] Kolonel Wilhelm Adam mengemukakan bahwa tank-tank Angkatan Darat ke-6 hanya memiliki bahan bakar untuk jarak 30 km, dan setelah itu mereka membutuhkan pasokan amunisi serta bahan bakar yang dikirim lewat udara untuk dapat bergerak lebih jauh.[9]: 142–143 Dengan kurang dari 70 tank yang siap beroperasi dan pasokan yang kian menipis, Angkatan Darat ke-6 tidak memiliki kekuatan untuk mencoba menerobos keluar, sementara pasukan infanterinya sama sekali tidak berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk melancarkan serangan di tengah badai salju yang berkecamuk selama beberapa hari terakhir.[84] Pada 23 Desember, Manstein memerintahkan Divisi Panzer ke-6 untuk menghentikan serangannya dan dikerahkan kembali ke hilir Sungai Chir guna memperkuat pertahanan di sana dalam menghadapi ofensif Soviet.[85] Per 24 Desember, Angkatan Darat Panzer ke-4 berada dalam kondisi mundur sepenuhnya dan kembali ke posisi awal mereka.[9]: 153 [86] Kegagalan untuk menjangkau Angkatan Darat ke-6 menyebabkan Operasi Badai Musim Dingin runtuh pada hari yang sama, seiring dengan kembalinya Grup Angkatan Darat Don ke posisi bertahan.[87]
Dampak
Setelah operasi penyelamatan Jerman berhasil digagalkan, Stavka bebas memusatkan perhatian pada penghancuran pasukan Poros di kantong Stalingrad dan perluasan ofensif Musim Dingin Tentara Merah ke arah barat.[88] Tentara Merah mampu mengerahkan hampir 150.000 personel dan 820 tank untuk melawan Angkatan Darat Panzer ke-4 yang sedang mundur. Meskipun Korps Mekanis ke-4 pimpinan Volsky (berganti nama menjadi Korps Mekanis Pengawal ke-3 pada 18 Desember 1942) ditarik mundur untuk dipulihkan, Angkatan Darat ke-51, Korps Senapan Pengawal ke-1, dan Korps Tank ke-7 tetap menggempur unit-unit Jerman yang tengah mundur di antara Sungai Mushkova dan Sungai Aksay.[89] Dalam tiga hari, unit-unit Soviet yang menyerang berhasil menembus posisi pertahanan Rumania yang menjaga sayap Korps Panzer LVII dan mengancam Angkatan Darat Panzer ke-4 dari selatan, sehingga memaksa Jerman untuk terus mundur ke arah barat daya.[90] Sementara itu, Korps Panzer XLVIII—yang terutama dipimpin oleh Divisi Panzer ke-11—berjuang keras untuk mempertahankan posisinya di sepanjang Sungai Chir.[91] Meskipun berhasil, Korps Panzer XLVIII segera dikirim untuk mempertahankan Rostov karena penerobosan Soviet tampaknya tak terhindarkan setelah runtuhnya sebagian kekuatan Angkatan Darat ke-8 Italia.[92] Saat Tentara Merah mengejar Angkatan Darat Panzer ke-4 menuju Sungai Aksay dan menembus pertahanan Jerman di tepi Sungai Chir, mereka juga mulai bersiap untuk Operasi Koltso—yaitu operasi untuk memperlemah dan menghancurkan pasukan di Stalingrad.[93]
Hancurnya lapangan terbang dan hilangnya pesawat-pesawat angkut menghalangi pasokan lebih lanjut bagi pasukan Jerman; ketika makanan habis, mereka terpaksa memakan daging kuda.[94] Pada akhir tahun 1942, jarak antara Angkatan Darat ke-6 Jerman dan pasukan di luar pengepungan telah mencapai lebih dari 65 km (40 mi), dan sebagian besar formasi Jerman di wilayah tersebut berada dalam kondisi yang sangat lemah.[95] Kegigihan Hitler untuk mempertahankan Stalingrad hingga tetes darah terakhir mempertaruhkan keberadaan Angkatan Darat ke-6.[96] Berakhirnya serangan Jerman ini juga memungkinkan Tentara Merah untuk melanjutkan upaya mereka dalam memutus jalur pasukan Jerman di Kaukasus, yang akan dimulai pada pertengahan Januari.[97] Di sisi lain, pengepungan terhadap Angkatan Darat ke-6 beserta operasi untuk menghancurkannya telah menahan sejumlah besar pasukan Soviet, yang pada gilirannya memengaruhi operasi Soviet di sektor-sektor lainnya.[98]
Catatan
Referensi
- 1 2 Самсонов А. М. Сталинградская битва. Гл. 8, таб. 11
- ↑ "1942". Diarsipkan dari asli tanggal 31 May 2013. Diakses tanggal 17 December 2017.
- ↑ McCarthy & Syron (2002), p. 141
- ↑ Erickson (1983), p. 4
- ↑ Glantz (1995), p. 134
- ↑ Glantz (1995), pp. 134–136
- ↑ Erickson (1983), p. 7
- ↑ Erickson (1983), p. 3
- 1 2 3 4 Adam, Wilhelm; Ruhle, Otto (2015). With Paulus at Stalingrad. Diterjemahkan oleh Tony Le Tissier. Pen and Sword Books Ltd. hlm. 129–136. ISBN 9781473833869.
- ↑ Bell (2006), p. 62
- ↑ Bell (2006), pp. 62–63
- ↑ Bell (2006), p. 63
- ↑ Erickson (1975), p. 472
- ↑ Glantz (1996), p. 118
- ↑ Erickson (1975), p. 470
- ↑ Erickson (1975), pp. 470–471
- ↑ McCarthy & Syron (2002), p. 143
- ↑ Erickson (1983), p. 8
- ↑ Erickson (1975), p. 471
- ↑ Beevor (1998), pp. 292–293
- ↑ Erickson (1983), p. 9
- ↑ McCarthy & Syron (2002), pp. 143–144
- ↑ Erickson (1983), pp. 7–8
- ↑ von Mansten (1982), pp. 319–320
- ↑ Erickson (1983), p. 10
- 1 2 Erickson (1983), pp. 10–11
- 1 2 Erickson (1983), p. 11
- ↑ von Manstein (1982), pp. 318–319
- ↑ von Manstein (1982), p. 319
- ↑ Clark (1965), pp. 258–259
- ↑ Cooper (1978), p. 428
- ↑ Cooper (1978), pp. 428–429
- ↑ Clark (1965), p. 259
- ↑ Cooper (1978), p. 429
- ↑ Clark (1965), pp. 259–260
- ↑ Clark (1965), pp. 260–261
- ↑ Clark (1965), p. 261
- ↑ Clark (1965), pp. 261–263
- ↑ Clark (1965), p. 264
- ↑ Clark (1965), pp. 264–265
- ↑ Clark (1965), p. 265
- ↑ Clark (1965), p. 266
- ↑ "4. Panzerarmee". Axis History. 15 July 2013. Diakses tanggal 22 November 2021.
- ↑ "4. Panzerarmee". Axis History. 15 July 2013. Diakses tanggal 22 November 2021.
- ↑ McTaggart (2006), p. 50
- ↑ Erickson (1975), p. 457
- ↑ Erickson (1975), p. 462
- ↑ Glantz (1996), p. 121
- ↑ McCarthy & Syron (2002), p. 145
- ↑ McCarthy & Syron (2002), pp. 145–146
- 1 2 Beevor (1998), p. 298
- ↑ Raus (2002), p. 128
- ↑ Isaev (2008), p. 365
- ↑ Raus (2002), pp. 128–129
- ↑ von Manstein (1982), pp. 330–331
- ↑ Heiber & Glantz (2003), p. 22
- ↑ Raus (2002), p. 147
- ↑ Raus (2002), pp. 147–149
- ↑ Hal ini mencakup sejumlah tank penyembur api KV-8 yang sedianya ditujukan untuk pertempuran jalanan di Stalingrad dan kemampuannya tidak sebanding dengan tank Panzer IV Jerman; Isaev (2008), p. 372
- ↑ Raus (2002), p. 149
- 1 2 Joly (2017), p. 171
- ↑ Joly (2017), p. 173
- ↑ Raus (2002), pp. 147–156
- ↑ Raus (2002), pp. 156–158
- ↑ Raus (2002), p. 158
- ↑ Beevor (1998), pp. 298–299
- ↑ Raus (2002), pp. 158–159
- ↑ Erickson (1983), pp. 12–13
- ↑ Isaev (2008), pp. 369–370
- ↑ Erickson (1983), p. 13
- ↑ Beevor (1998), p. 299
- ↑ Erickson (1983), pp. 13–14
- ↑ Erickson (1983), pp. 14–15
- ↑ Beevor (1998), pp. 299–300
- ↑ Beevor (1998), p. 300
- ↑ Beevor (1998), p. 301
- ↑ Erickson (1983), p. 18
- ↑ Beevor (1998), pp. 301–302
- ↑ von Manstein (1982), p. 331
- ↑ Erickson (1983), p. 15
- ↑ von Manstein (1982), pp. 331–332
- ↑ Glantz (1995), p. 140
- ↑ von Manstein (1982), pp. 335–336
- ↑ Beevor (1998), pp. 309–310
- ↑ Erickson (1982), p. 22
- ↑ McCarthy & Syron (2002), p. 148
- ↑ Erickson (1983), pp. 22–23
- ↑ Glantz (1995), pp. 140–141
- ↑ Erickson (1983), p. 23
- ↑ Erickson (1983), pp. 23–24
- ↑ McCarthy & Syron (2002), p. 149
- ↑ McCarthy & Syron (2002), pp. 149–150
- ↑ Erickson (1983), p. 25
- ↑ Glantz (1995), p. 141
- ↑ Erickson (1983), p. 27
- ↑ Cooper (1978), p. 436
- ↑ Erickson (1983), pp. 28–29
- ↑ Glantz (1995), pp. 141–152
Bibliografi
- Beevor, Antony (1998). Stalingrad: The Fateful Siege: 1942–1943. Harmondsworth, United Kingdom: Penguin Putnam Inc. ISBN 0-670-87095-1 – via Archive Foundation.
- Bell, Kelly (Fall 2006). "Struggle for Stalin's Skies". WWII History: Russian Front. Special. Herndon, Virginia: Sovereign Media. ISSN 1539-5456.
- Clark, Alan (1965). Barbarossa: The Russian-German Conflict, 1941–1945. New York City, New York: William Morrow. ISBN 0-688-04268-6.
- Cooper, Matthew (1978). The German Army 1933–1945. Lanham, Maryland: Scarborough House. ISBN 0-8128-8519-8.
- Erickson, John (1975). The Road to Stalingrad: Stalin's War With Germany. New Haven, Connecticut: Yale University Press. ISBN 0-300-07812-9 – via Archive Foundation.
- Erickson, John (1983). The Road to Berlin: Stalin's War with Germany. New Haven, Connecticut: Yale University Press. ISBN 0-300-07813-7.
- Glantz, David M. (January 1996). "Soviet Military Strategy During the Second Period of War (November 1942 – December 1943): A Reappraisal". The Journal of Military History. LX (1). Society for Military History: 115–150. doi:10.2307/2944451. JSTOR 2944451.
- Glantz, David M.; House, Jonathan (1995). When Titans Clashed: How the Red Army Stopped Hitler. Lawrence, Kansas: Kansas University Press. ISBN 0-7006-0717-X.
- Heiber, Helmut; Glantz, David M. (2003). Hitler and his Generals: Military Conferences 1942–1945. New York City, New York: Enigma Books. ISBN 1-929631-09-X.
- Isaev, A. B. (2008). Сталинград. За Волгой для нас земли нет (dalam bahasa Rusia). Moscow, Russia: Exmo. ISBN 978-5-699-26236-6.
- McCarthy, Peter; Syryon, Mike (2002). Panzerkrieg: The Rise and Fall of Hitler's Tank Divisions. New York City, New York: Carroll & Graf. ISBN 0-7867-1009-8 – via Archive Foundation.
- McTaggart, Pat (Fall 2006). "Soviet Circle of Iron". WWII History: Russian Front. Special. Herndon, Virginia: Sovereign Media. ISSN 1539-5456.
- Raus, Erhard (2002). Panzers on the Eastern Front: General Erhard Raus and his Panzer Divisions in Russia 1941–1945. Mechanicsburg, PA: Military Book Club. ISBN 0-7394-2644-3.
- von Manstein, Erich (1982). Lost Victories. St. Paul, MN: Zenith Press. ISBN 978-0-7603-2054-9.
- Joly, Anton (2017). Stalingrad Battle Atlas: Operation Winter Storm. Vol. IV. Paris, France: Staldata Publications. ISBN 979-10-93222-09-7.
Pranala luar
| Basis data pengawasan otoritas: Nasional |
|---|