Genus Oligoryzomys termasuk dalam subfamili Sigmodontinae dari keluarga Cricetidae. Genus ini ditempatkan dalam suku Oryzomyini, yang pertama kali diajukan oleh Oldfield Thomas pada awal abad ke-20. Suku ini mencakup genus-genus yang memiliki ciri gigi tertentu pada geraham atas dan bawah serta langit-langit mulut yang panjang dan melampaui geraham ketiga. Analisis molekuler dan data morfologis yang lebih baru menempatkan genus ini dalam Klade C bersama Neacomys, Microryzomys, dan Oreoryzomys.[4]
Karakteristik
Ciri yang mengidentifikasi kelompok ini adalah rostrum yang lebar; ekor yang lebih panjang daripada kepala; dan kaki belakang yang pendek dan lebar.[5] Tikus padi kerdil merupakan hewan pengerat berukuran sangat kecil, dengan panjang kepala dan tubuh antara 70 hingga 110 mm serta panjang ekor antara 85 hingga 155 mm.[6] Hewan ini berwarna cokelat keabu-abuan atau cokelat kemerahan dan secara penampilan mirip dengan anggota genus Oryzomys. Mereka berbeda dari Oryzomys karena lebih bersifat terestrial daripada semiakuatik dan memiliki ekor yang lebih panjang dibandingkan ukuran tubuhnya. Betina memiliki empat pasang kelenjar susu.[7] Moncongnya runcing, telinganya membulat, dan ekornya yang panjang dan ramping tidak berambut.[6]
Ekologi
Tikus padi kerdil menempati berbagai habitat, termasuk hutan tropis, hutan kering, perkebunan, semak belukar, padang rumput pegunungan, lahan pertanian, kebun, dan rumah. Mereka bersifat nokturnal dan soliter serta terutama memakan biji, serangga, dan buah. Mereka umumnya ditemukan di permukaan tanah tetapi dapat memanjat ke bagian bawah vegetasi. Hewan ini dapat menjadi hama pertanian, khususnya di lahan persawahan.[6]
Beberapa spesies seperti Oligoryzomys flavescens[8] dan Oligoryzomys longicaudatus[9] merupakan inang reservoir utama bagi beberapa jenis hantavirus yang tidak berbahaya bagi hewan pengerat tetapi dapat menyebabkan penyakit pada manusia.