Tikus kapas, Sigmodon hispidus, adalah salah satu pembawa virus Hanta.
Virus ini banyak terdapat pada hewan hewan pengerat seperti tikus, mencit, dan Lemmus lemmus (lemming).[2] Sebagian besar virus ini ditransmisikan melalui inhalasi kotoran hewan pengerat yang terinfeksi virus Hanta.[2] Manusia sebagai inang dapat terinfeksi virus ini apabila melakukan kontak dengan hewan pengerat dan kotorannya.[2] Pada tahun 2005 dan 2019, transmisi virus Andes antarmanusia dilaporkan di Amerika Selatan.[4]
Hantavirus dibagi menjadi hantavirus Dunia Lama (Old World hantaviruses: OWHV), yang biasanya menyebabkan demam berdarah hantavirus dengan sindrom ginjal (hemorrhagic fever with renal syndrome: HFRS) di Afrika, Asia, dan Eropa, serta hantavirus Dunia Baru (NWHV) yang berhubungan dengan sindrom paru hantavirus (hantavirus pulmonary syndrome : HPS) di benua Amerika. Tingkat kematian kasus HFRS berkisar dari kurang dari 1% hingga 15%, sedangkan untuk HPS berkisar antara 30–60%.[6][7][8][9] Tingkat keparahan gejala HFRS berbeda-beda tergantung virusnya: Virus Hantaan menyebabkan HFRS berat, Virus Seoul menyebabkan HFRS sedang, Virus Puumala menyebabkan HFRS ringan,[10] sedangkan infeksi Virus Dobrava-Belgrade dapat bervariasi dari ringan hingga berat tergantung genotipenya.[11] Bentuk ringan HFRS yang disebabkan oleh virus Puumala dan virus Dobrava-Belgrade sering disebut nephropathia epidemica (NE).[12][13] Infeksi ulang hantavirus belum pernah diamati, sehingga pemulihan dari infeksi kemungkinan memberikan kekebalan seumur hidup.[14][15]
HFRS ditandai oleh lima fase: demam, hipotensi, produksi urin rendah (oliguria), produksi urin tinggi (poliuria), dan pemulihan. Gejala biasanya muncul 12–16 hari setelah terpapar virus.[16] Penyakit ginjal akut terjadi dengan pembengkakan ginjal, kelebihan protein dalam urin (proteinuria), dan darah dalam urin (hematuria). Gejala lain meliputi sakit kepala, nyeri punggung bawah, mual, muntah, diare, tinja berdarah, munculnya bintik-bintik pada kulit (petekie), dan perdarahan pada saluran pernapasan.[6][17] Gagal ginjal menyebabkan oliguria, dan pemulihan kesehatan ginjal disertai dengan poliuria.[6][10] Pemulihan biasanya memerlukan beberapa bulan.[18] Pada kasus yang lebih ringan, fase-fase HFRS mungkin sulit dibedakan,[19] atau beberapa fase mungkin tidak muncul, sedangkan pada kasus yang lebih berat, fase-fase tersebut dapat saling tumpang tindih.[10]
HPS terutama disebabkan oleh dua virus: Virus Andes dan Virus Sin Nombre. Penyakit ini memiliki tiga fase: prodromal (awal), kardiopulmoner, dan pemulihan. Gejala muncul sekitar 1–8 minggu setelah terpapar virus. Gejala awal meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, sesak napas (dispnea), dan jumlah trombosit rendah (trombositopenia). Selama fase kardiopulmoner, terjadi peningkatan denyut jantung (takikardia), detak jantung tidak teratur (aritmia), dan syok kardiogenik. Kebocoran kapiler paru dapat menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut, penumpukan cairan di paru-paru (edema paru), hipotensi, dan penumpukan cairan di rongga dada (efusi pleura). Gejala-gejala ini dapat menyebabkan kematian mendadak.[6][9][20] Setelah fase kardiopulmoner teratasi, pemulihan biasanya memerlukan waktu 3 hingga 6 bulan,[20] disertai poliuria. Walaupun HFRS berhubungan dengan penyakit ginjal dan HPS dengan penyakit kardiopulmoner, HFRS kadang-kadang dapat mencakup gejala kardiopulmoner yang berhubungan dengan HPS dan HPS kadang-kadang dapat mencakup gejala ginjal yang berhubungan dengan HFRS.[20][21]
Klasifikasi
Orthohantavirus termasuk dalam famili Hantaviridae, yang mencakup semua hantavirus. Genus ini memiliki 37 spesies, yang dicantumkan di bawah ini beserta virus contoh dari masing-masing spesies. Secara umum, nama spesies menggunakan nama virus contoh dengan akhiran -ense.[22]
↑Virus contoh dari Orthohantavirus dobravaense adalah virus Dobrava, yaitu genotipe dari virus Dobrava-Belgrade. Dalam makalah ilmiah, "virus Dobrava-Belgrade" pada dasarnya digunakan sebagai sinonim untuk Orthohantavirus dobravaense.
↑Orthohantavirus thailandense menggunakan nama virus Thailand, tetapi virus contohnya adalah virus Anjozorobe.
↑Hansen A, Cameron S, Liu Q, Sun Y, Weinstein P, Williams C, Han GS, Bi P (April 2015). "Transmission of haemorrhagic fever with renal syndrome in china and the role of climate factors: a review". Int J Infect Dis. 33: 212–218. doi:10.1016/j.ijid.2015.02.010. hdl:2440/94644. PMID25704595.