ENSIKLOPEDIA
Ogham (aksara)
| Ogham ᚛ᚑᚌᚐᚋ᚜ | |
|---|---|
| Jenis aksara | |
| Bahasa | Bahasa Irlandia Primitif; Bahasa Irlandia Kuno; Bahasa Pict[1][2][3] |
Periode | skt. abad ke-4 hingga ke-10 |
| Arah penulisan | Campuran |
| Aksara terkait | |
Silsilah | |
| ISO 15924 | |
| ISO 15924 | Ogam, 212 |
| Pengkodean Unicode | |
Nama Unicode | Ogham |
| U+1680–U+169F | |
| Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI). Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan. Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi. | |
Ogham (juga ogam dan ogom,[4] /ˈɒbəm/ OG-əm,[5] Bahasa Irlandia Modern: [ˈoː(ə)mˠ]; Middle Irish: ogum, ogomcode: mga is deprecated , kemudian ogamcode: mga is deprecated [ˈɔɣəmˠ][6][7]) adalah sebuah alfabet Abad Pertengahan Awal yang digunakan terutama untuk menulis bahasa Irlandia awal (dalam prasasti "ortodoks", abad ke-4 hingga ke-6 M), dan kemudian bahasa Irlandia Kuno (ogham skolastik, abad ke-6 hingga ke-9). Terdapat sekitar 400 prasasti ortodoks yang bertahan pada monumen batu di seluruh Irlandia dan Inggris bagian barat, yang sebagian besar berada di daerah selatan provinsi Munster di Irlandia.[8] Wilayah Cork dan Kerry di Munster mencakup 60% dari seluruh batu ogham Irlandia.[9] Jumlah terbesar di luar Irlandia berada di Pembrokeshire, Wales.[10]
Prasasti-prasasti tersebut biasanya terdiri dari nama-nama pribadi yang ditulis dalam rumus atau pola tertentu.[11]
Banyak dari Bríatharogaimcode: ga is deprecated (ungkapan metafora atau *kenning* untuk huruf ogham) dari Abad Pertengahan Tinggi dipahami merujuk pada berbagai pohon dan tanaman. Interpretasi ini dipopulerkan oleh Robert Graves dalam bukunya The White Goddess; karena alasan inilah, Ogham terkadang dikenal sebagai alfabet pohon Keltik.
Etimologi dari kata *ogam* atau *ogham* masih belum jelas. Salah satu asal-usul yang memungkinkan adalah dari bahasa Irlandia og-úaimcode: ga is deprecated 'jahitan-titik', yang merujuk pada jahitan yang dibuat oleh ujung senjata tajam.[12]
Asal-usul

|
Hieroglif Mesir a. ke-32 SM
Hangul 1443 Thaana a. ke-18 M (turunan dari Angka Brahmi) |
Secara umum, para peneliti memperkirakan bahwa prasasti Ogham tertua berasal dari sekitar abad ke-4 M.[13] Namun, James Carney berpendapat bahwa sistem tulisan ini kemungkinan telah muncul jauh lebih awal, yakni pada abad ke-1 SM.[14] Walaupun penggunaan Ogham klasik pada batu prasasti tampaknya mencapai puncaknya pada abad ke-5 dan ke-6 di kawasan Laut Irlandia, bukti fonologis menunjukkan bahwa alfabet ini telah digunakan sebelum periode tersebut. Beberapa huruf dalam sistem Ogham merepresentasikan fonem kuno yang sudah tidak lagi digunakan pada abad ke-5 dan tidak pernah ditemukan dalam prasasti yang masih bertahan. Keberadaan huruf-huruf ini mengindikasikan bahwa Ogham kemungkinan telah lama dipakai untuk menulis pada media yang mudah rusak, seperti kayu, sebelum akhirnya digunakan pada monumen batu. Huruf-huruf yang dimaksud antara lain úath ("H"), straif ("Z" menurut tradisi manuskrip, meskipun kemungkinan awalnya melambangkan bunyi "F" yang berasal dari "SW"), serta gétal (ditafsirkan sebagai nasal velar "NG" dalam tradisi manuskrip, tetapi secara etimologis mungkin lebih dekat dengan bunyi "GW").
Banyak ahli beranggapan bahwa alfabet Ogham dikembangkan dengan mencontoh sistem tulisan lain.[15] Bahkan, sebagian peneliti menganggapnya sebagai bentuk sandi yang berasal dari aksara tertentu. Düwel (1968), misalnya, mencatat adanya kemiripan dengan sandi runik Jerman.[16] Meski demikian, mayoritas pakar menganggap Alfabet Latin sebagai sumber inspirasi utama.[17][18] Meskipun demikian, ada pula teori yang mengaitkan asal-usulnya dengan Futhark Kuno atau bahkan Alfabet Yunani.[19] Teori yang menghubungkannya dengan runik dapat menjelaskan keberadaan huruf "H" dan "Z" yang tidak digunakan dalam bahasa Irlandia, serta pembedaan antara bunyi "U" dan "W" yang tidak dikenal dalam sistem Latin dan kemudian hilang dalam bahasa Yunani (lihat digamma). Namun, alfabet Latin tetap dianggap sebagai kandidat paling kuat karena pengaruh Romawi pada abad ke-4 dapat dibuktikan secara historis melalui penggunaan luas tulisan Latin di Britannia, sementara penyebaran runik pada masa yang sama masih sangat terbatas, bahkan di Eropa daratan.
Di wilayah Irlandia dan Wales, bahasa yang digunakan dalam prasasti batu Ogham dikenal sebagai Bahasa Irlandia Primitif. Bahasa ini kemudian berkembang menjadi Bahasa Irlandia Kuno, yang mulai muncul dalam sumber-sumber tertulis menggunakan alfabet Latin sekitar abad ke-6.[20] Karena sebagian besar prasasti Ogham hanya memuat nama individu serta tanda yang kemungkinan berkaitan dengan kepemilikan lahan, informasi kebahasaan yang dapat diperoleh dari periode Irlandia Primitif relatif terbatas dan terutama berkaitan dengan perkembangan fonologi.
Teori asal-usul

Para pakar umumnya terbagi ke dalam dua pandangan utama mengenai alasan penciptaan aksara Ogham. Kelompok pertama, yang diwakili oleh tokoh seperti Carney dan MacNeill, berpendapat bahwa Ogham mula-mula dikembangkan sebagai sistem tulisan rahasia atau sandi yang memungkinkan masyarakat Irlandia berkomunikasi tanpa mudah dipahami oleh pengguna alfabet Latin.[21][22] Menurut pandangan ini, para sarjana atau druid Irlandia menciptakan alfabet tersebut untuk kepentingan politik, militer, maupun keagamaan, sehingga tersedia sarana komunikasi yang tidak mudah diakses oleh otoritas Romawi di Britania.[23] Ancaman ekspansi Kekaisaran Romawi ke wilayah Irlandia, ketika Romawi menguasai sebagian besar Britania, sering disebut sebagai salah satu faktor yang mendorong lahirnya sistem ini.[24] Bahkan setelah ancaman tersebut berkurang dan kelompok-kelompok Irlandia mulai melakukan ekspansi ke Britania bagian barat, kebutuhan untuk menjaga kerahasiaan komunikasi dari orang Romawi maupun masyarakat Britania yang telah ter-Romanisasi masih dianggap relevan. Namun demikian, keberadaan sejumlah prasasti dwibahasa Ogham dan Latin di Wales menunjukkan bahwa alfabet ini kemungkinan tidak terlalu sulit untuk diuraikan oleh kalangan terpelajar pada masa pasca-Romawi.[25]
Pandangan kedua, yang didukung oleh pakar seperti McManus,[26] menyatakan bahwa Ogham lahir dari komunitas Kristen awal di Irlandia. Menurut teori ini, muncul kebutuhan akan suatu sistem tulisan yang dapat digunakan untuk menuliskan pesan singkat dan prasasti dalam bahasa Irlandia. Karena sejumlah bunyi dalam Bahasa Irlandia Primitif tidak mudah direpresentasikan menggunakan alfabet Latin, maka dikembangkanlah alfabet tersendiri. McManus (1991:41) mengaitkan proses ini dengan keberadaan komunitas Kristen Irlandia yang telah dikenal setidaknya sejak awal abad ke-5, sebagaimana dibuktikan oleh misi Palladius yang diutus oleh Paus Selestinus I pada tahun 431 M.
Variasi lain dari teori asal-usul Ogham mengemukakan bahwa alfabet ini mungkin pertama kali muncul di komunitas pemukim Irlandia di Wales bagian barat pada abad ke-4. Interaksi yang intens, termasuk perkawinan campuran dengan masyarakat Britania yang telah mengenal alfabet Latin, diduga berperan dalam pembentukannya.[27] Sejumlah batu Ogham di Wales mendukung kemungkinan ini karena memuat inskripsi dwibahasa dalam bahasa Irlandia dan Bahasa Latin Britania, yang menunjukkan adanya hubungan budaya dan linguistik lintas wilayah.[28]
Teori lain yang pernah cukup berpengaruh dikemukakan oleh pakar Ogham R. A. S. Macalister, meskipun saat ini hanya sedikit mendapat dukungan akademis.[29] Macalister beranggapan bahwa Ogham pada awalnya merupakan sistem isyarat jari rahasia yang berkembang di Gallia Cisalpina sekitar tahun 600 SM. Ia mendasarkan teorinya pada struktur alfabet Ogham yang terdiri atas empat kelompok, masing-masing berisi lima huruf dengan variasi jumlah garis dari satu hingga lima. Menurutnya, sistem tersebut terinspirasi oleh bentuk alfabet Yunani yang digunakan di Italia Utara pada masa itu. Dalam skenario ini, tradisi Ogham diwariskan secara lisan atau melalui media kayu selama berabad-abad sebelum akhirnya dipahat pada batu di Irlandia Kristen awal. Akan tetapi, penelitian berikutnya umumnya menolak hipotesis tersebut.[30] Kajian yang lebih mendalam terhadap bentuk dan fungsi huruf-huruf Ogham menunjukkan bahwa sistem itu dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan fonologi Bahasa Irlandia Primitif pada awal Masehi. Selain itu, dugaan hubungan langsung dengan bentuk alfabet Yunani juga dianggap tidak memiliki dasar yang kuat.[31]
Hipotesis keempat dikemukakan oleh Rudolf Thurneysen dan Joseph Vendryes. Mereka berpendapat bahwa bentuk huruf Ogham mungkin berkembang dari sistem pencatatan numerik berbasis tanda turus, yang saat itu menggunakan prinsip pengelompokan berdasarkan angka lima dan dua puluh. Sistem hitung tersebut kemudian diyakini mengalami adaptasi hingga menjadi sebuah alfabet yang lengkap.[32]
Catatan legendaris
Menurut Lebor Gabála Érenncode: ga is deprecated yang disusun pada abad ke-11, Auraicept na n-Écescode: ga is deprecated dari abad ke-14, serta berbagai tradisi Folklor Irlandia Abad Pertengahan, aksara Ogham diyakini muncul tidak lama setelah peristiwa Menara Babel dan berkembang bersamaan dengan lahirnya bahasa Gaelik. Dalam kisah tersebut, penciptaannya dikaitkan dengan raja legendaris Skitia, Fenius Farsa. Diceritakan bahwa Fenius berangkat dari Skitia bersama Goídel mac Ethéoircode: ga is deprecated , Íar mac Nemacode: ga is deprecated , dan 72 cendekiawan lainnya menuju dataran Sinar. Tujuan mereka adalah mempelajari berbagai bahasa yang muncul setelah perpecahan bahasa di menara Nimrod atau Menara Babel. Ketika mengetahui bahwa bahasa-bahasa tersebut telah tersebar dan berkembang secara terpisah, Fenius mengutus para sarjananya untuk mempelajarinya, sementara ia tetap berada di menara untuk mengawasi seluruh proses penelitian. Setelah sepuluh tahun, mereka menyelesaikan tugas tersebut, dan Fenius menyusun in Bérla tóbaidecode: ga is deprecated ("bahasa pilihan") dengan menggabungkan unsur-unsur terbaik dari setiap bahasa. Bahasa baru itu dinamainya Goídelccode: ga is deprecated , atau bahasa Goidelik, mengambil nama dari Goídel mac Ethéoircode: ga is deprecated . Selain itu, ia juga menciptakan beberapa bentuk turunan, seperti Bérla Féne yang diambil dari namanya sendiri dan Íarmberla yang berasal dari nama Íar mac Nemacode: ga is deprecated . Untuk menuliskan bahasa-bahasa tersebut, Fenius kemudian merancang Beithe-luis-nuin atau Ogham sebagai sistem penulisan yang dianggap paling sesuai. Menurut tradisi ini, nama-nama huruf Ogham berasal dari 25 sarjana terbaik yang ikut serta dalam proyek tersebut.[33]
Versi tradisi lainnya, yang tercatat dalam Risalah Ogam, menyebut bahwa pencipta aksara Ogham adalah Ogma. Ia digambarkan sebagai tokoh yang sangat mahir dalam berbicara dan menggubah puisi. Ogham, menurut kisah ini, diciptakan sebagai sistem tulisan bagi kaum terpelajar, sekaligus untuk membingungkan orang-orang awam dan mereka yang tidak berpendidikan. Pesan pertama yang konon pernah ditulis menggunakan Ogham terdiri atas tujuh huruf b yang dipahat pada sebatang pohon birch dan dikirim kepada Lug. Pesan tersebut merupakan peringatan bahwa istrinya akan dibawa ke dunia lain sebanyak tujuh kali kecuali pohon birch melindunginya. Karena kisah ini, huruf b diyakini memperoleh namanya dari pohon birch. Selanjutnya, In Lebor Ogaim mengembangkan tradisi bahwa seluruh huruf Ogham dinamai berdasarkan berbagai jenis pohon. Tradisi yang sama juga disebutkan dalam Auraicept sebagai alternatif dari penjelasan yang menghubungkan nama-nama huruf dengan murid-murid Fenius.[34]
Alfabet: Beith-luis-nin

Sebenarnya, kata *ogham* berarti 'huruf', sedangkan alfabetnya disebut beith-luis-nincode: ga is deprecated berdasarkan nama huruf-huruf pertamanya (dengan cara yang sama seperti kata modern *alfabet* yang berasal dari huruf Yunani *alpha* dan *beta*). Urutan lima huruf pertama, BLFSN, mengarahkan pakar Macalister untuk mengusulkan adanya hubungan dengan bentuk alfabet Yunani yang digunakan di Italia Utara pada abad ke-6 dan ke-5 SM. Namun, tidak ada bukti untuk teori Macalister ini, dan teori tersebut telah diabaikan oleh para pakar setelahnya. Faktanya ada penjelasan lain untuk nama Beith-luis-nincode: ga is deprecated . Salah satu penjelasannya adalah bahwa kata nincode: ga is deprecated , yang berarti 'cabang bercabang', digunakan untuk mengartikan huruf secara umum. Oleh karena itu, Beith-luis-nin bisa berarti sekadar huruf-huruf beith-luis. Saran lain adalah bahwa beith-luis-nin merupakan singkatan dari lima huruf pertama, yaitu beith-LVS-nin.[35]
Alfabet ogham awalnya terdiri dari dua puluh huruf, dibagi menjadi empat kelompok (Irlandia: aicme, har. 'keluarga'code: ga is deprecated ) menurut sudut dan arah garisnya. Kelompok-kelompok tersebut adalah
- Irlandia: Aicme beithe, har. 'Kelompok B'code: ga is deprecated , garis sisi kanan/ke bawah
- Irlandia: Aicme hÚatha, har. 'Kelompok H'code: ga is deprecated , garis sisi kiri/ke atas
- Irlandia: Aicme muine, har. 'Kelompok M'code: ga is deprecated , garis silang miring
- Irlandia: Aicme ailme, har. 'Kelompok A'code: ga is deprecated , takikan atau garis silang tegak lurus
Lima huruf tambahan kemudian diperkenalkan (terutama dalam tradisi manuskrip), yang disebut forfedacode: ga is deprecated .
Huruf untuk bunyian p sangat mencolok absennya, karena fonem tersebut hilang dalam Bahasa Proto-Keltik, dan celah tersebut tidak diisi dalam Q-Keltik, serta tidak ada tanda yang diperlukan sebelum kata serapan dari Bahasa Latin yang mengandung p muncul dalam bahasa Irlandia, seperti Patrick. Sebaliknya, terdapat huruf untuk konsonan labiowelar q (ᚊ ceirtcode: ga is deprecated ), sebuah fonem yang hilang dalam bahasa Irlandia Kuno. Oleh karena itu, alfabet dasar ini dirancang untuk bahasa Proto-Q-Keltik.
Dari lima huruf forfeda atau huruf tambahan, hanya huruf pertama, ébadcode: ga is deprecated , yang secara teratur muncul dalam prasasti, tetapi sebagian besar dengan nilai K (McManus, § 5.3, 1991), dalam kata koicode: ga is deprecated (ᚕᚑᚔcode: ga is deprecated 'di sini'). Yang lainnya, kecuali emanchollcode: ga is deprecated , paling banyak hanya memiliki satu prasasti 'ortodoks' (lihat bawah) yang pasti untuk masing-masing huruf.[36] Karena penggunaan praktisnya yang terbatas, para pakar ogham di kemudian hari mengubah huruf tambahan tersebut menjadi serangkaian Diftong, mengubah sepenuhnya nilai untuk píncode: ga is deprecated dan emanchollcode: ga is deprecated .[37] Ini berarti bahwa alfabet tersebut sekali lagi kehilangan huruf untuk bunyi 'P', sehingga memaksa penemuan huruf peithboccode: ga is deprecated ('B' lembut), yang hanya muncul dalam manuskrip saja.[38]
| Gambar (V) | Gambar (H) | Unicode | Nama | Trans. [a] | IPA [b] | Arti dari nama |
|---|---|---|---|---|---|---|
| ᚁ | beith | b | [b] | birch (pohon herang) | ||
| ᚂ | luis | l | [l] | tanaman rowan[c] | ||
| ᚃ | fearn | f | [w][d] [f][e] |
alder (pohon alder) | ||
| ᚄ | sail | s | [s] | willow (pohon dedalu) | ||
| ᚅ | nion | n | [n] | garpu; loteng ash (pohon abu)[c] | ||
| ᚆ | uath | h | [j][d] [h][e] |
kengerian; rasa takut whitethorn[c] | ||
| ᚇ | dair | d | [d] | oak (pohon ek) | ||
| ᚈ | tinne | t | [t] | batangan logam holly[c] | ||
| ᚉ | coll | c | [k] | hazel (pohon hazel) | ||
| ᚊ | ceirt | q | [kʷ][d] [k][e] |
semak; kain rombeng apel[c] | ||
| ᚋ | muin | m | [m] | leher; tipu muslihat; cinta pohon anggur[c] | ||
| ᚌ | gort | g | [g] | ladang ivy (daun ivy)[c] | ||
| ᚍ | ngéadal | ng | [gʷ][d] [ng][e] |
pembunuhan broom; pakis[c] | ||
| ᚎ | straif | st | [st] | belerang blackthorn[c] | ||
| ᚏ | ruis | r | [r] | merah broom; penatua[c] | ||
| ᚐ | ailm | a | [a] | pinus; fir | ||
| ᚑ | onn | o | [o] | ash; furze | ||
| ᚒ | úr | u | [u] | bumi; tanah liat; tanah heath[c] | ||
| ᚓ | eadhadh | e | [e] | tidak diketahui aspen[c] | ||
| ᚔ | iodhadh | i | [i] | tidak diketahui yew (pohon cemara yew)[c] | ||
| ᚕ | éabhadh | ea | [ea], [k], [x], [eo][f][e] | tidak diketahui aspen[c] | ||
| ᚖ | óir | oi | [oi][f][e] | emas ivy[c] | ||
| ᚗ | uilleann | ui | [ui][f][e] | siku honeysuckle[c] | ||
| ᚘ | pín; ifín | p; io | [ia][f][e] | duri belakang; duri | ||
| ᚙ | eamhancholl | ch; x; ae | [x]; [ai][f][e] | kembaran dari coll | ||
| ᚚ | peith; beithe bog | p | [p][f][e] | beith lembut |
Aksara Ogham juga dapat diekspresikan secara skematis sebagai berikut:
| Kelompok Aksara | Nama Huruf | Karakter | Nilai IPA |
|---|---|---|---|
| Kelompok B | beithcode: ga is deprecated | ᚁ | [b] |
| luiscode: ga is deprecated | ᚂ | [l] | |
| fearncode: ga is deprecated | ᚃ | [w] | |
| sailcode: ga is deprecated | ᚄ | [s] | |
| nioncode: ga is deprecated | ᚅ | [n] | |
| Kelompok H | uathcode: ga is deprecated | ᚆ | [j] |
| daircode: ga is deprecated | ᚇ | [d] | |
| tinnecode: ga is deprecated | ᚈ | [t] | |
| collcode: ga is deprecated | ᚉ | [k] | |
| ceirtcode: ga is deprecated | ᚊ | [kʷ] | |
| Kelompok M | muincode: ga is deprecated | ᚋ | [m] |
| gortcode: ga is deprecated | ᚌ | [g] | |
| nGéadalcode: ga is deprecated | ᚍ | [gʷ] | |
| straifcode: ga is deprecated | ᚎ | [st], [ts], [sw] | |
| ruiscode: ga is deprecated | ᚏ | [r] | |
| Kelompok A | ailmcode: ga is deprecated | ᚐ | [a] |
| onncode: ga is deprecated | ᚑ | [o] | |
| úrcode: ga is deprecated | ᚒ | [u] | |
| eadhadhcode: ga is deprecated | ᚓ | [e] | |
| iodhadhcode: ga is deprecated | ᚔ | [i] | |
| Forfedacode: ga is deprecated | éabhadhcode: ga is deprecated | ᚕ | [ea], [k], [x], [eo] |
| Ref_órcode: ga is deprecated | ᚖ | [oi] | |
| uilleanncode: ga is deprecated | ᚗ | [ui] | |
| ifíncode: ga is deprecated | ᚘ | [ia] | |
| eamhanchollcode: ga is deprecated | ᚙ | [x], [ai] |
Nama-nama huruf
Nama-nama huruf Ogham dalam tradisi manuskrip ditafsirkan sebagai nama pohon atau semak. Penafsiran ini ditemukan dalam Auraicept na n-Écescode: ga is deprecated ("Buku Panduan Para Sarjana") dan In Lebor Ogaimcode: ga is deprecated ("Risalah Ogam"). Pada masa modern, pembahasan mengenai nama-nama tersebut pertama kali dilakukan oleh Ruaidhrí Ó Flaithbheartaigh pada tahun 1685, yang menerima tradisi itu tanpa banyak mempertanyakannya. Namun, Auraicept sendiri mengakui bahwa tidak semua nama huruf dapat diidentifikasi sebagai nama pohon yang dikenal. Teks tersebut menyatakan bahwa nama-nama itu merupakan nama kayu sebagaimana tercantum dalam Buku Kayu Ogham dan bukan berasal dari nama manusia, sembari menambahkan bahwa beberapa pohon yang dimaksud sudah tidak lagi dikenal pada zamannya.
Untuk setiap huruf, Auraicept memberikan frasa pendek atau *kenning* yang dikenal sebagai Bríatharogamcode: ga is deprecated . Frasa-frasa ini secara tradisional menyertai nama huruf dan dilengkapi dengan glos atau catatan penjelas yang menerangkan makna serta menghubungkannya dengan pohon atau tumbuhan tertentu. Dari dua puluh huruf utama, hanya lima yang dianggap cukup jelas sehingga tidak memerlukan penjelasan tambahan, yaitu beithcode: ga is deprecated ("birch"), fearncode: ga is deprecated ("alder"), saillecode: ga is deprecated ("willow"), duircode: ga is deprecated ("oak"), dan collcode: ga is deprecated ("hazel"). Nama-nama lainnya memerlukan glos untuk menjelaskan arti maupun asosiasinya.
Menurut pakar Ogham modern Damian McManus, konsep "Alfabet Pohon" kemungkinan berasal dari periode Irlandia Kuno, sekitar abad ke-10. Dengan demikian, gagasan tersebut lebih muda dibandingkan masa penggunaan Bahasa Irlandia Primitif dan kemungkinan juga lebih muda daripada periode ketika nama-nama huruf itu pertama kali ditetapkan. McManus berpendapat bahwa asal-usul penafsiran ini mungkin berkaitan dengan penyebutan huruf-huruf Ogham sebagai fedacode: ga is deprecated ("pohon") atau nincode: ga is deprecated ("cabang bercabang"), yang merujuk pada bentuk grafisnya. Karena beberapa huruf memang memiliki nama pohon, muncul anggapan bahwa seluruh huruf juga harus memiliki hubungan yang sama dengan pepohonan. Seiring berjalannya waktu, sejumlah nama huruf yang tidak lagi digunakan sebagai kata sehari-hari menjadi mudah ditafsirkan ulang sebagai nama pohon kuno, sedangkan nama lain seperti ruiscode: ga is deprecated , úathcode: ga is deprecated , dan gortcode: ga is deprecated dipaksakan maknanya agar sesuai dengan tradisi tersebut oleh para penyusun glos pada Abad Pertengahan.
Dalam kajiannya mengenai etimologi nama-nama huruf, McManus (1991, §3.15) meninjau berbagai kemungkinan asal-usul setiap nama. Selain lima nama pohon yang telah disebutkan, ia menambahkan satu nama pohon lain yang dianggap pasti, yaitu onncode: ga is deprecated yang berarti "ash" (meskipun Auraicept secara keliru mengartikannya sebagai "furze"). McManus (1988, hlm. 164) juga berpendapat bahwa idadcode: ga is deprecated kemungkinan merupakan bentuk buatan yang berasal dari iubharcode: ga is deprecated ("yew"), karena makna metaforis yang terkait dengannya mendukung interpretasi tersebut. Ia juga mengakui bahwa ailmcode: ga is deprecated mungkin merujuk pada "pinus", mengingat kata itu tampaknya digunakan dengan arti tersebut dalam puisi abad ke-8.[39]
Dengan demikian, dari keseluruhan dua puluh nama huruf utama Ogham, kemungkinan hanya delapan yang benar-benar dapat diidentifikasi sebagai nama pohon. Selebihnya memiliki asal-usul dan makna yang beragam, serta tidak selalu berkaitan langsung dengan dunia tumbuhan.
- Beithcode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Beithecode: sga is deprecated berarti 'pohon birch', serumpun dengan Bahasa Wales Pertengahan bedwcode: wlm is deprecated . Bahasa Latin betulacode: la is deprecated dianggap sebagai kata serapan dari kata serumpun bahasa Gallia.
- Luiscode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Luiscode: sga is deprecated berkerabat dengan luisecode: ga is deprecated 'nyala api' atau luscode: ga is deprecated 'ramuan'. Tradisi pepohonan mengaitkannya dengan caertheandcode: ga is deprecated 'rowan'.
- Fearncode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Ferncode: sga is deprecated berarti 'pohon alder', Irlandia Primitif *wernācode: pgl is deprecated , sehingga nilai asli dari huruf tersebut adalah [w].
- Sailcode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Sailcode: sga is deprecated berarti 'pohon willow (dedalu)', serumpun dengan bahasa Latin salixcode: la is deprecated .
- Nioncode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Nincode: sga is deprecated berarti 'garpu' atau 'loteng'. Tradisi pepohonan mengaitkannya dengan uinniuscode: ga is deprecated 'pohon abu'.
- Uathcode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Úathcode: sga is deprecated berarti úathcode: ga is deprecated 'kengerian, ketakutan'; tradisi pepohonan mengaitkannya dengan 'white-thorn'. Namun, etimologi asli dari nama dan nilai huruf tersebut tidak jelas. McManus (1986) menyarankan nilai [y]. Peter Schrijver (lihat McManus 1991:37) menyarankan jika úathcode: ga is deprecated 'ketakutan' serumpun dengan bahasa Latin paverecode: la is deprecated , sisa-sisa dari PIE *p mungkin telah bertahan dalam bahasa Irlandia Primitif, tetapi tidak ada bukti mandiri untuk hal ini.
- Daircode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Daircode: sga is deprecated berarti 'ek' (Proto-Indo-European: *doru-code: ine is deprecated ).
- Tinnecode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Tinnecode: sga is deprecated dari bukti-bukti *kenning* berarti 'batangan logam'. Tradisi pepohonan mengaitkannya dengan cuileandcode: ga is deprecated 'holly'.
- Collcode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Collcode: sga is deprecated berarti 'pohon hazel', serumpun dengan bahasa Wales collencode: cy is deprecated , secara tepat diberi glos sebagai cainfidhcode: cy is deprecated 'kayu-indah' ('hazel') oleh interpretasi pepohonan. Bahasa Latin coruluscode: la is deprecated atau coryluscode: la is deprecated adalah serumpun.
- Ceirtcode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Certcode: sga is deprecated serumpun dengan bahasa Wales perthcode: cy is deprecated 'semak', bahasa Latin quercuscode: la is deprecated 'ek' (Proto-Indo-European: *perkwoscode: ine is deprecated ). Kata ini dibingungkan dengan bahasa Irlandia Kuno ceirtcode: sga is deprecated 'kain rombeng', seperti yang tercermin dalam *kenning*. Auraicept memberi glos aballcode: ga is deprecated 'apel'.
- Muincode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Muincode: sga is deprecated : *kenning* menghubungkan nama ini dengan tiga kata berbeda, muincode: ga is deprecated 'leher, bagian atas punggung', muincode: ga is deprecated 'tipu daya, muslihat', dan muincode: ga is deprecated 'cinta, penghargaan'. Tradisi pepohonan mengaitkannya dengan finemhaincode: ga is deprecated 'pohon anggur'.
- Gortcode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Gortcode: sga is deprecated berarti 'ladang' (serumpun dengan garden). Tradisi pepohonan mengaitkannya dengan edindcode: ga is deprecated 'ivy'.
- nGéadalcode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Gétalcode: sga is deprecated dari *kenning* memiliki arti 'pembunuhan', mungkin serumpun dengan gonidcode: ga is deprecated 'membunuh', dari PIE *gwen-code: ine is deprecated . Nilai huruf ini dalam bahasa Irlandia Primitif, dengan demikian, adalah labiowelar bersuara, [ɡʷ]. Tradisi pepohonan memberi glos cilcachcode: ga is deprecated , 'broom' atau 'pakis'.
- Straifcode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Straiphcode: sga is deprecated berarti 'belerang'. Nilai huruf Irlandia Primitif belum pasti, mungkin merupakan sibilan yang berbeda dari s, yang diambil oleh sailcode: ga is deprecated , mungkin cerminan dari /st/ atau /sw/. Tradisi pepohonan memberi glos draighincode: ga is deprecated 'blackthorn'.
- Ruiscode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Ruiscode: sga is deprecated berarti 'merah' atau 'kemerahan', diberi glos sebagai tromcode: ga is deprecated 'elder'.
- Ailmcode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Ailmcode: sga is deprecated maknanya tidak pasti, kemungkinan 'pohon pinus'. Auraicept menuliskan crand giuis .i. ochtachcode: ga is deprecated , 'pohon fir' atau 'pohon pinus'.
- Onncode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Onncode: sga is deprecated berarti 'pohon abu', meskipun Auraicept memberi glos aitencode: ga is deprecated 'furze'.
- Úrcode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Úrcode: sga is deprecated , berdasarkan *kenning*, berarti 'bumi, tanah liat, tanah'. Auraicept memberi glos fraechcode: ga is deprecated 'heath'.
- Eadhadhcode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Edadcode: sga is deprecated maknanya tidak diketahui. Auraicept memberi glos crand fir no crithachcode: ga is deprecated 'pohon uji atau aspen'
- Iodhadhcode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Idadcode: sga is deprecated maknanya tidak pasti, tetapi kemungkinan besar merupakan bentuk dari ibharcode: ga is deprecated 'yew', yang merupakan makna yang diberikan kepadanya dalam tradisi pepohonan.
Dari forfedacode: ga is deprecated , empat di antaranya diberi glos oleh Auraicept:
- Eabhadhcode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Ebhadhcode: sga is deprecated dengan crithachcode: ga is deprecated 'aspen';
- Órcode: ga is deprecated , 'emas' (dari bahasa Latin aurumcode: la is deprecated ); tradisi pepohonan menuliskan feorus no edindcode: ga is deprecated , 'pohon spindel atau ivy'
- Uilleanncode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Uilleandcode: sga is deprecated 'siku'; tradisi pepohonan menuliskan edleandcode: ga is deprecated 'honeysuckle'
- Píncode: ga is deprecated , kemudian Ifíncode: ga is deprecated , bahasa Irlandia Kuno Iphincode: sga is deprecated dengan spinan no ispincode: ga is deprecated 'gooseberry atau duri'.
Huruf kelima adalah emanchollcode: ga is deprecated yang berarti 'kembaran dari hazel'
Korpus

Prasasti monumen Ogham telah ditemukan di berbagai wilayah di Irlandia dan Wales. Sejumlah temuan tambahan juga berasal dari Inggris barat daya, khususnya Devon dan Cornwall, serta dari Isle of Man, Skotlandia, termasuk Shetland, dan beberapa lokasi di Inggris seperti Silchester serta Coventry.[40] Sebagian besar prasasti tersebut berfungsi sebagai penanda batas wilayah atau monumen peringatan, termasuk batu nisan. Salah satu contoh yang paling penting adalah batu yang memperingati Vortiporius, penguasa Dyfed pada abad ke-6, yang semula berdiri di Clynderwen. Batu ini merupakan satu-satunya prasasti Ogham yang menyebutkan tokoh sejarah yang dapat diidentifikasi secara pasti.[41] Bahasa yang digunakan dalam prasasti-prasasti tersebut umumnya adalah Bahasa Irlandia Primitif, meskipun beberapa contoh dari Skotlandia, seperti batu Lunnasting, memuat fragmen bahasa yang diduga berasal dari bahasa Pikti.
Bentuk prasasti yang paling tua biasanya ditemukan pada Menhir, dengan huruf-huruf dipahat di sepanjang tepi batu yang disebut droimcode: ga is deprecated atau faobharcode: ga is deprecated . Tepi ini berfungsi sebagai garis utama tempat setiap karakter dipotong. Pada prasasti yang dikenal sebagai "Ogham Ortodoks", teks dibaca mulai dari bagian kiri bawah batu, kemudian mengikuti tepi ke arah atas, melintasi puncak batu, dan jika prasastinya cukup panjang, berlanjut turun di sisi kanan. Hingga kini diketahui sekitar 380 prasasti Ogham, jumlah yang secara kebetulan hampir sama dengan jumlah prasasti yang diketahui dalam alfabet Futhark Kuno pada periode yang sebanding. Konsentrasi terbesar ditemukan di provinsi barat daya Irlandia, yaitu Munster. Lebih dari sepertiga seluruh temuan berasal dari County Kerry, terutama di wilayah bekas kerajaan Corcu Duibne.
Prasasti yang berasal dari masa setelah abad ke-6 biasanya digolongkan sebagai Ogham "skolastik". Istilah ini digunakan karena prasasti-prasasti tersebut dianggap dipengaruhi oleh tradisi manuskrip, bukan sebagai kelanjutan langsung dari praktik pemahatan monumen Ogham yang lebih tua. Berbeda dengan bentuk ortodoks, prasasti skolastik kadang-kadang menggunakan seluruh lima huruf tambahan yang dikenal sebagai Forfeda. Selain itu, tulisan tidak lagi dipahat pada tepi batu, melainkan pada garis batang yang dibuat di permukaan batu. Ogham juga tetap digunakan dalam manuskrip sebagai sistem pencatatan hingga sekitar abad ke-16. Salah satu contoh penggunaan yang relatif baru ditemukan pada batu nisan bertanggal 1802 di Ahenny, County Tipperary.
Di Skotlandia, sejumlah prasasti Ogham telah ditemukan, tetapi bahasa yang digunakan masih menjadi bahan perdebatan. Richard Cox, dalam karyanya The Language of Ogham Inscriptions in Scotland (1999), berpendapat bahwa prasasti-prasasti tersebut ditulis dalam bahasa Norse Kuno. Namun, pandangan ini tidak diterima secara universal. Banyak peneliti tetap menganggapnya berkaitan dengan bangsa Pikti, meskipun kurangnya data mengenai bahasa Pikti membuat sebagian besar prasasti tersebut belum berhasil ditafsirkan secara meyakinkan. Prasasti-prasasti Pikti yang diketahui umumnya termasuk kategori skolastik dan diduga terinspirasi oleh tradisi manuskrip yang diperkenalkan ke Skotlandia oleh para pemukim Gaelik dari Dál Riata.
Salah satu contoh langka dari batu Ogham yang telah dipengaruhi oleh tradisi Kristen dapat ditemukan di Gereja Kolegiat St. Mary Gowran, County Kilkenny. Batu tersebut menampilkan ukiran tanda salib yang ditambahkan pada prasasti Ogham, menunjukkan proses integrasi antara tradisi lokal dan simbol-simbol Kristen.[42]
Penggunaan non-monumental
Selain dipakai pada prasasti batu monumental, berbagai saga dan legenda Irlandia awal menunjukkan bahwa ogham juga digunakan untuk menulis pesan singkat pada media seperti kayu dan logam. Tulisan-tulisan tersebut berfungsi sebagai sarana komunikasi, penanda kepemilikan barang, atau penunjuk identitas pemilik suatu objek. Beberapa pesan tampaknya sengaja dibuat agar hanya dapat dipahami oleh kalangan tertentu, sementara yang lain dikaitkan dengan praktik-praktik magis atau ritual.
Sumber-sumber abad pertengahan, termasuk In Lebor Ogaim atau Risalah Ogham, juga mengisyaratkan bahwa sistem tulisan ini tidak terbatas pada fungsi peringatan atau komunikasi pribadi. Ogham diduga digunakan untuk mencatat berbagai informasi praktis, seperti silsilah keluarga, daftar kepemilikan, perhitungan jumlah harta benda, hingga catatan transaksi ekonomi dan perdagangan. Selain itu, terdapat indikasi bahwa bentuk-bentuk huruf ogham mungkin pernah diterapkan sebagai sistem isyarat jari atau gerakan tangan yang memungkinkan penyampaian informasi tanpa tulisan fisik.[43]
Ketika fungsi praktis ogham sebagai alfabet mulai memudar pada abad-abad berikutnya, sistem ini tidak sepenuhnya ditinggalkan. Dalam tradisi intelektual Gaelik, ogham tetap dipelajari oleh para sarjana dan penyair sebagai bagian penting dari tata bahasa, pendidikan sastra, dan aturan-aturan puisi. Bahkan hingga masa yang relatif modern, pengajaran alfabet Latin dalam bahasa Gaelik masih menggunakan nama-nama huruf yang berasal dari sistem Beith-Luis-Nin. Tradisi tersebut juga mempertahankan hubungan simbolis yang berkembang pada Abad Pertengahan antara setiap huruf dan jenis pohon tertentu, sehingga warisan budaya ogham terus bertahan meskipun penggunaannya sebagai sistem tulisan sehari-hari telah lama berakhir.
Contoh
| Ogham | Transliterasi | Terjemahan bahasa Indonesia | Sumber |
|---|---|---|---|
| ᚛ᚁᚔᚃᚐᚔᚇᚑᚅᚐᚄᚋᚐᚊᚔᚋᚒᚉᚑᚔ᚜ ᚛ᚉᚒᚅᚐᚃᚐ[ᚂᚔ]᚜ | bivaidonas maqi mucoi cunava[li] | "[Batu] milik Bivaidonas, putra dari suku Cunava[li]" | Batu Ogham Ballaqueeney, Isle of Man |
| ᚛ᚂᚓᚌᚌ[--]ᚄᚇ[--]ᚂᚓᚌᚓᚄᚉᚐᚇ᚜ ᚛ᚋᚐᚊ ᚉᚑᚏᚏᚁᚏᚔ ᚋᚐᚊ ᚐᚋᚋᚂᚂᚑᚌᚔᚈᚈ᚜ | legg[...]sd[...]legescad maq corrbri maq ammllogitt | "Legescad, putra dari Corrbrias, putra dari Ammllogitt" | Batu Ogham Breastagh, County Mayo, Irlandia |
Unicode
Ogham ditambahkan ke Standar Unicode pada bulan September 1999 dengan rilis versi 3.0.[44]
Ejaan nama yang diberikan merupakan standardisasi bertahun 1997, yang digunakan dalam Standar Unicode dan dalam Standar Irlandia 434:1999[45].
Blok Unicode untuk ogham adalah U+1680–U+169F.
| Ogham[1][2] Official Unicode Consortium code chart (PDF) | ||||||||||||||||
| 0 | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | A | B | C | D | E | F | |
| U+168x | ᚁ | ᚂ | ᚃ | ᚄ | ᚅ | ᚆ | ᚇ | ᚈ | ᚉ | ᚊ | ᚋ | ᚌ | ᚍ | ᚎ | ᚏ | |
| U+169x | ᚐ | ᚑ | ᚒ | ᚓ | ᚔ | ᚕ | ᚖ | ᚗ | ᚘ | ᚙ | ᚚ | ᚛ | ᚜ | |||
| Catatan | ||||||||||||||||
Neopaganisme
Pemaknaan ogham dalam gerakan New Age dan Neopaganisme modern sebagian besar berakar pada gagasan yang dikemukakan oleh Robert Graves dalam bukunya The White Goddess, meskipun teori-teori tersebut kini tidak lagi diterima oleh kalangan akademis.[46] Dalam karya tersebut, Graves mengambil sejumlah ide dari pakar ogham R. A. S. Macalister dan mengembangkannya menjadi sebuah teori yang jauh lebih luas. Ia berpendapat bahwa alfabet ogham menyimpan ajaran keagamaan kuno yang berasal dari Timur Tengah pada masa Zaman Batu, khususnya yang berkaitan dengan pemujaan dewi Bulan dalam berbagai manifestasinya.
Teori Graves menyatakan bahwa bangsa Ibrani, Yunani, dan Kelt menerima pengaruh dari kelompok pelaut kuno yang dikenal dalam sumber Mesir sebagai “orang-orang laut”. Menurutnya, kelompok ini menyebarkan tradisi keagamaan mereka ke berbagai wilayah Eropa pada milenium ke-2 SM.[47] Graves selanjutnya berargumen bahwa para penyair kuno menyandikan ajaran tersebut ke dalam bentuk alfabet agar pengetahuan mengenai pemujaan dewi tetap terjaga dan hanya dapat dipahami oleh kalangan yang telah diinisiasi. Dalam pandangannya, tradisi ini kemudian diwariskan melalui para druid di Gallia hingga akhirnya sampai kepada para penyair Irlandia dan Wales awal. Berdasarkan asumsi tersebut, ia menafsirkan tradisi "Alfabet Pohon" yang berkaitan dengan ogham sebagai sisa dari sistem kepercayaan kuno, dan mengembangkan gagasan bahwa urutan huruf ogham sebenarnya membentuk suatu "kalender musiman sihir pohon".[48]
Walaupun teori tersebut telah ditolak oleh para pakar modern, termasuk oleh Macalister yang pernah berkorespondensi dengan Graves mengenai masalah ini,[49] gagasan tersebut tetap memperoleh pengaruh besar di kalangan tertentu dalam komunitas neopagan. Graves juga mengikuti urutan huruf ogham BLNFS yang sebelumnya diajukan oleh Macalister. Meskipun urutan tersebut tidak diterima dalam kajian ilmiah masa kini, banyak penulis New Age dan neopagan mengadopsinya sebagai susunan huruf ogham yang dianggap autentik.
Dalam praktik Neo-druidisme dan berbagai tradisi Neopaganisme lainnya, penggunaan ogham yang paling umum adalah sebagai sarana divinasi atau peramalan. Dasar historis yang sering dikutip berasal dari Tochmarc Étaíne, sebuah kisah dalam Siklus Mitologi Irlandia. Dalam cerita tersebut, seorang druid bernama Dalan mengambil empat batang kayu yew dan menorehkan simbol ogham pada masing-masing batang. Benda-benda tersebut kemudian digunakan untuk suatu tujuan yang oleh sebagian penafsir modern dianggap sebagai bentuk peramalan.[50] Namun, karena teks tersebut tidak menjelaskan secara rinci bagaimana tongkat-tongkat itu digunakan atau ditafsirkan, makna praktik tersebut masih terbuka bagi berbagai penafsiran.[51]
Metode divinasi yang berkembang dalam komunitas neopagan modern umumnya melibatkan pelemparan tongkat bertanda ogham ke atas kain atau permukaan yang telah diberi pola tertentu, seperti Jendela Finn, lalu menafsirkan posisi dan susunan simbol yang muncul.[52] Dalam sistem ini, setiap huruf biasanya dikaitkan dengan jenis pohon atau tumbuhan tertentu, dan makna ramalan diturunkan dari sifat simbolis tumbuhan tersebut. Sebagian praktisi mendasarkan interpretasinya pada folklor tradisional, tetapi pengaruh buku The White Goddess karya Robert Graves tetap menjadi fondasi utama bagi banyak metode dan keyakinan neopagan yang berkaitan dengan ogham hingga saat ini.[52]
Lihat pula
- Auraicept na n-Éces
- Coelbren y Beirdd — Alfabet runik serupa berdasarkan sistem vigisimal Keltik yang diciptakan oleh Iolo Morganwg untuk bahasa Wales.
- Prasasti Ogham
- Bahasa Irlandia Primitif
- Alfabet Runik
- bahasa Gaelik Skotlandia
- Thaana — Aksara yang digunakan untuk menulis Bahasa Maladewa di mana huruf-hurufnya didasarkan pada angka.
Catatan
Kutipan
- ↑ "Ogham alphabet".
- ↑ "BabelStone: The Ogham Stones of Scotland". 2013-06-08. Diarsipkan dari asli tanggal 2 June 2019. Diakses tanggal 12 September 2018.
- ↑ Padel, Oliver J. (1972). Inscriptions of Pictland (M.Litt). University of Edinburgh.
- ↑ Dark, Britain and the End of the Roman Empire, hlm. 40
- ↑ "ogham". Oxford English Dictionary (Edisi Online). Oxford University Press. (Subscription or participating institution membership required.)
- ↑ ogum, ogom dalam Quin, E.G.; et al., ed. (2007) [1913-75]. Dictionary of the Irish Language, Based Mainly on Old and Middle Irish Materials. Dublin: RIA http://www.dil.ie. ; ;
- ↑ Thurneysen, R. A Grammar of Old Irish halaman 9: "Biasanya bahkan lebih tua dari materi arkais di atas adalah prasasti makam dalam alfabet khusus yang disebut ogom atau ogum dalam bahasa Irlandia Pertengahan, ogham dalam bahasa Irlandia Modern."
- ↑ McManus (1991) mencatat total 382 prasasti ortodoks. Prasasti skolastik yang lebih baru tidak memiliki titik akhir yang pasti dan berlanjut hingga periode Bahasa Irlandia Pertengahan bahkan Irlandia Modern, serta mencatat nama-nama dalam bahasa lain, seperti Bahasa Norse Kuno, (Bahasa) Wales Kuno, Bahasa Latin dan kemungkinan Bahasa Pict. Lihat Forsyth, K.; "Abstract: The Three Writing Systems of the Picts." dalam Black et al. Celtic Connections: Proceedings of the Tenth International Congress of Celtic Studies, Vol. 1. East Linton: Tuckwell Press (1999), hlm. 508; Richard A. V. Cox, The Language of the Ogam Inscriptions of Scotland, Dept. of Celtic, Aberdeen University ISBN 0-9523911-3-9 ; Lihat juga The New Companion to the Literature of Wales, oleh Meic Stephens, hlm. 540.
- ↑ De Breffny, Brian (1983). Ireland: A Cultural Encyclopedia. London: Thames and Hudson. hlm. 172.
- ↑ O'Kelly, Michael J., Early Ireland, an Introduction to Irish Prehistory, hlm. 251, Cambridge University Press, 1989
- ↑ De Breffny, hlm. 172.
- ↑ (MacManus, §8.6)
- ↑ O'Kelly 1989, hlm. 250
- ↑ Carney, James. The Invention of the Ogam Cipher 'Ériu', 1975, hlm. 57, Dublin: Royal Irish Academy
- ↑ Macalister, R. A. Stewart, The Secret Languages of Ireland dicetak ulang oleh Craobh Rua Books, Armagh 1997.
- ↑ Düwel, Klaus. "Runenkunde" (studi runik). Stuttgart/Weimar: Metzler, 1968. OCLC 183700
- ↑ Ross, Anne (1972). Everyday Life of the Pagan Celts. London: Carousel. hlm. 168. ISBN 0-552-54021-8.
- ↑ Dillon, Myles; Chadwick, Nora (1973). The Celtic Realms. London: Cardinal. hlm. 258. ISBN 0-351-15808-1.
- ↑ The Secret Languages of Ireland seperti di atas.
- ↑ Thurneysen, Rudolf A Grammar of Old Irish. Dublin Institute for Advanced Studies. 1980, dsb. hlm. 8–11.
- ↑ Carney, J (1975) "The Invention of the Ogam Cipher", Ériu, Vol. 22, hlm. 62–63
- ↑ MacNeill, Eoin (1931) "Archaisms in the Ogham Inscriptions", Proceedings of the Royal Irish Academy, Vol. 39, hlm. 33–53, Dublin OCLC 246466439
- ↑ Ryan, Catriona (2012). Border States in the Work of Tom Mac Intyre: A Paleo-Postmodern Perspective. Cambridge Scholars. ISBN 978-1-4438-3671-5. Diakses tanggal 16 January 2019.
- ↑ Ryan. Border States. hlm. 204–205.
- ↑ Thurneysen, R. A Grammar of Old Irish halaman 9–10: "... Di Britania ... sebagian besar prasasti ini bilingual, dengan versi Latin yang menyertai Ogam". Macalister, The Secret Languages of Ireland hlm. 19: "Pembaca hanya perlu menuliskan beberapa kalimat dalam alfabet ini untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa alfabet ini tidak pernah dapat digunakan untuk tujuan sastra yang panjang."
- ↑ MacManus 1988, hlm. 7, 41, 1991
- ↑ "Ogham".
- ↑ The New Companion to the Literature of Wales, oleh Meic Stephens, hlm. 540; http://ogham.lyberty.com/mackillop.html
- ↑ Macalister, R. A. S. The Secret Languages of Ireland, hlm. 27–36, Cambridge University Press, 1937
- ↑ McManus 1988, hlm. 22–23, 1991
- ↑ McManus, Damian (1991). A Guide to Ogam. Maynooth: An Sagart. Bab 3.1–3.4, hlm. 25–32. McManus menjelaskan bahwa struktur fonologis Ogham (seperti keberadaan vokal dan konsonan labiowelar) murni dirancang untuk melayani dialek Irlandia Primitif kuno, sehingga rekonstruksi berbasis alfabet Yunani arkais dari Macalister tidak dapat dipertahankan secara linguistik.
- ↑ Vendryès 'L'écriture ogamique et ses origines' Études Celtiques, 4, hlm. 110–113, 1941; Thurneysen, 'Zum ogam' Beiträge zur Geschichte der deutschen Sprache und Literatur, hlm. 196–197, 1937. Bandingkan McManus 1988, hlm. 11, 1991.
- ↑ Calder, George (1917). Auraicept na n-Éces: The Scholars' Primer; being the texts of the Ogham tract from the Book of Ballymote and the Yellow Book of Lecan. Edinburgh: John Grant. hlm. 15–19 (Teks asli dan terjemahan bahasa Inggris dari dokumen Abad Pertengahan). Di dalam teks tersebut dicantumkan daftar lengkap nama 25 sarjana terbaik Fenius Farsa yang kemudian dijadikan nama-nama huruf Ogham dasar dan tambahan.
- ↑ Calder, George (1917). Auraicept na n-Éces: The Scholars' Primer. Edinburgh: John Grant. hlm. 85–91. Dalam bab In Lebor Ogaim (Risalah Ogham), naskah kuno memuat glosari alternatif yang menyepadankan setiap karakter dengan jenis vegetasi tertentu. Lihat pula ulasan kritis dalam McManus, Damian (1991). A Guide to Ogam. Maynooth: An Sagart. hlm. 37–40, yang menjelaskan bagaimana para juru tulis abad pertengahan secara paksa menafsirkan ulang nama-nama huruf arkais agar sesuai dengan metafora pepohonan.
- ↑ McManus 1988, hlm. 36, 167, 1991; B. Ó Cuív, "Irish words for Alphabet", Eriu 31, hlm. 101. [...] tidak mungkin mengubah urutan huruf dalam ogham, mengingat ogham merupakan rangkaian garis yang bernomor. Dengan kata lain, mengubah N dari huruf ketiga menjadi huruf kelima juga berarti mengubah simbolnya dari tiga garis menjadi lima garis. Huruf F dan S juga harus diubah. Hal ini jelas akan menimbulkan kebingungan besar, dan hanya akan dilakukan jika ada alasan mendesak untuk perubahan tersebut. Macalister tidak memberikan alasan seperti itu.
- ↑ Lihat prasasti 235 untuk óircode: ga is deprecated , 240 untuk uillencode: ga is deprecated , dan 327 serta 231 untuk píncode: ga is deprecated dalam Macalister CIIC, Vol I
- ↑ MacManus 1988, §7.13–14, 1991
- ↑ Graves, Charles; Limerick, C. (1876). "The Ogham Alphabet". Hermathena. 2 (4): 443–472. JSTOR 23036451.
- ↑ Alasan untuk bentuk buatan idadcode: ga is deprecated adalah untuk membuat pasangan dengan edadcode: ga is deprecated . Sehubungan dengan ailmcode: ga is deprecated , dalam puisi "Raja dan Pertapa", pertapa Marban berkata "caine ailmi ardom-peitetcode: ga is deprecated " – "indah sekali pohon-pohon pinus yang memainkan musik untukku". Ungkapan ini merujuk pada suara khas yang dihasilkan angin ketika melewati jarum-jarum pohon pinus.
- ↑ Alberge, Dalya (8 May 2024). "Teacher finds stone with ancient ogham writing from Ireland in Coventry garden". The Guardian.
- ↑ The Welsh Academy Encyclopedia of Wales. Cardiff: University of Wales Press 2008
- ↑ A History of St. Mary's Church. Teks oleh Imelda Kehoe. Diterbitkan oleh Gowran Development Association 1992
- ↑ Lewis-Highcorrell, Don (2003). Witch School Second Degree: Lessons in the Correllian Traditio. Woodbury, MN: Llewellyn. hlm. 135. ISBN 978-0-7387-1821-7. Diakses tanggal 16 January 2016.
- ↑ "Unicode 3.0.0". unicode.org. Diakses tanggal 2022-10-27.
- ↑ National Standards Authority of Ireland (NSAI) (1999). Irish Standard I.S. 434:1999: Information technology — 8-bit single-byte graphic coded character set for Ogham (PDF) (Technical report). NSAI / Evertype. Diakses tanggal 15 Juni 2026.
- ↑ Carr-Gomm, Philip & Richard Heygate, The Book of English Magic, The Overlook Press, Peter Mayer Publishers, Inc., 2010
- ↑ Graves, R. The White Goddess, hlm. 61, 123, Faber & Faber, London, 1961
- ↑ Graves 1961, hlm. 165
- ↑ Graves 1961, hlm. 116–117
- ↑ The Order of Bards Ovates & Druids. "What Is an Ovate?". Diarsipkan dari asli tanggal 30 September 2007. Diakses tanggal 19 January 2007.
- ↑ Somerset Pagans. "Ogham". Diarsipkan dari asli tanggal 30 September 2007. Diakses tanggal 19 January 2007.
- 1 2 Philip Shallcrass. "A Little History of Ogham". The British Druid Order. Diarsipkan dari asli tanggal 4 April 2005. Diakses tanggal 28 April 2010.
Referensi umum dan yang dikutip
- Carney, James. The Invention of the Ogam Cipher 'Ériu' 22, 1975, hlm. 62–63, Dublin: Royal Irish Academy
- Dark, Ken (2000). Britain and the End of the Roman Empire. Stroud, UK: Tempus Publishing. ISBN 978-0-7524-2532-0.
- Düwel, Klaus. Runenkunde (studi runik). Stuttgart/Weimar: Metzler, 1968. OCLC 183700
- Forsyth, Katherine. The Ogham Inscriptions of Scotland: An Edited Corpus, Disertasi PhD, Universitas Harvard (Ann Arbor: UMI, 1996). OCLC 48938210
- Gippert, Jost; Hlaváček, Ivan; Homolka, Jaromír. Ogam. Eine frühe keltische Schrifterfindung, Praha: Universitas Charles, 1992. ISBN 80-901489-3-X OCLC 39570484
- Macalister, Robert A. S. The Secret Languages of Ireland, hlm. 27–36, Cambridge University Press, 1937
- Macalister, Robert A. S. Corpus inscriptionum insularum celticarum. Edisi pertama. Dublin: Stationery Office, 1945–1949. OCLC 71392234
- McManus, Damian. Ogam: Archaizing, Orthography and the Authenticity of the Manuscript Key to the Alphabet, Ériu 37, 1988, 1–31. Dublin: Royal Irish Academy. OCLC 56088345
- McManus, Damian. A Guide to Ogam, Maynooth 1991. ISBN 1-870684-17-6 OCLC 24181838
- MacNeill, Eoin. Archaisms in the Ogham Inscriptions, 'Proceedings of the Royal Irish Academy' 39, hlm. 33–53, Dublin
- Templat:Cite CGH
- Raftery, Barry. A Late Ogham Inscription from Co. Tipperary, Journal of the Royal Society of Antiquaries of Ireland 99, 1969. ISSN 0035-9106 OCLC 6906544
- Swift, C. Ogam Stones and the Earliest Irish Christians, Maynooth: Dept. of Old and Middle Irish, St. Patrick's College, 1997. ISBN 0-901519-98-7 OCLC 37398935
- Ranke-Graves, Robert von. Die Weisse Göttin: Sprache des Mythos (The White Goddess): ISBN 978-3-499-55416-2 OCLC 52100148, beberapa cetak ulang, tetapi jarang tersedia. Edisi tersedia dalam bahasa Jerman dan Inggris.
- Sims-Williams, Patrick. The Celtic Inscriptions of Britain: Phonology and Chronology, c. 400–1200. (Publications of the Philological Society 37) Oxford : Blackwell Publishing, 2003. ISBN 1-4051-0903-3
- Stifter, David dan White, Nora. 'Early Literacy and Multilingualism in Ireland and Britain', Languages and Communities in the Late-Roman and Post-Imperial Western Provinces, hlm. 203–235. Oxford: Oxford University Press, 2023. ISBN 9780198888956 DOI:10.1093/oso/9780198888956.003.0008
- Thurneysen, Rudolf. Zum Ogam, Beiträge zur Geschichte der deutschen Sprache und Literatur, 61 (1937), hlm. 188–208.
- Vendryès, Joseph. L'écriture ogamique et ses origines Études Celtiques, 4 (1941), hlm. 83–116.
Pranala luar
- Deskripsi dan sejarah aksara ogham
- TITUS: Aksara Ogham & Proyek Ogamica
- Segala Hal Tentang Ogham di Web
- Batu Ogham Irlandia
- Batu Ogham
- Prasasti Ogham Pikti
- Proyek Ogham dalam 3D, kumpulan model 3D dan meta-data batu Ogham
| Sejarah | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Dialek | |||||||||||||
| Tata bahasa | |||||||||||||
| Penulisan | |||||||||||||
| Dukungan resmi |
| ||||||||||||
| topik lainnya | |||||||||||||
| Sejarah | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Sosiolinguistik | |||||||||
| Tata bahasa |
| ||||||||
| Penulisan |
| ||||||||
| Media |
| ||||||||
| Kecakapan |
| ||||||||
| Nama | |||||||||
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |



















































