Pada abad ke-18, orang-orang nomadenKarakalpak, salah satu dari kelompok etnis Bangsa Turk, membuat pemukiman-pemukiman kecil di daerah delta dan pinggiran Sungai Amu Darya serta pesisir Selatan Laut Aral. Pemukiman-pemukiman di daerah Amu Darya kemudian dikuasai oleh Rusia pada tahun 1873 dan bergabung dengan Uni Soviet pada tahun 1920-an.[2] Salah satu pemukiman tersebut diresmikan menjadi kota pada tahun 1932 dengan nama Nukus. Nama kota ini berasal dari sebutan kuno untuk suku Uzbek.[3] Tujuh tahun kemudian, Nukus menggantikan Trutkul sebagai ibu kota Republik Karakalpakstan. Nukus berkembang menjadi kota besar Soviet dengan infrastruktur modern pada tahun 1950-an.
Nukus berada di pinggiran Sungai Amu Darya yang bermuara di Laut Aral Selatan yang kini mengering, tepatnya di dekat daerah delta sungai. Aliran sungai utama berada di sebelah Barat, sedangkan anak sungainya melintasi pusat kota. Sebagian besar wilayah Nukus berupa dataran aluvial, delta, dan gurun dengan elevasi sekitar 75 meter di atas permukaan laut.
↑John S. Wolf (19 March 2003). "Hearing, First Session". Committee on Foreign Relations. United States Senate. Diakses tanggal 13 March 2018. Hon. John S. Wolf, Assistant Secretary of State for Nonproliferation: ... DOD completed a project to dismantle the former Soviet CW research facility at Nukus, Uzbekistan in FY 2002