Mgr. Nicolaus Adi Seputra, M.S.C. (lahir 6 Desember 1959) adalah Uskup AgungMerauke sejak terpilih pada tanggal 7 April 2004 hingga dibebastugaskan pada 27 Juli 2019.[2] Pengunduran dirinya sebagai Uskup Agung Merauke diterima pada 28 Maret 2020.[3]
Karya
Ia menjalani pendidikan di Seminari Mertoyudan pada kurun waktu tahun 1976 hingga 1980.[4]
Ia ditahbiskan menjadi imamMisionaris Hati Kudus pada tanggal 1 Februari 1989. Ia berkarya di Keuskupan Agung Merauke selama 15 tahun sebagai imam, di mana ia bertugas di Dekanat Kepi selama 3 tahun diteruskan dengan 5 tahun di Dekanat Kimaam. Ia sempat menjalani studi di Manila, Filipina. Sekembalinya dari Filipina, ia bertugas di Gereja Katedral Merauke. Sejak 2003, ia diangkat menjadi Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Merauke.[5]
Ia turun langsung dalam Misi Kemanusiaan Peduli Papua (MKPP) untuk melakukan penggalangan dana untuk pembangunan gedung TK-SMP Santa Yolenta, Merauke, Papua.[7]
Pembebastugasan
Pada 27 Juli 2019, Mgr. Nicolaus Adi Seputra dibebastugaskan dari jabatan sebagai Uskup Agung Merauke guna menjalani program bina lanjut (ongoing formation) di Roma.[8] Untuk mengisi kekosongan di Merauke, Uskup TimikaJohn Philip Saklil ditunjuk sebagai Administrator Apostolik sede plena, sementara Uskup Bandung yang juga merupakan Sekretaris Jenderal KWI Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C. ditunjuk sebagai Visitator Apostolik.[9] Setelah Mgr. Saklil meninggal dunia pada 3 Agustus 2019, posisi Administrator Apostolik sede plena diisi oleh Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C. yang merupakan Uskup Amboina.
Pada 28 Maret 2020, Takhta Suci menerima pengunduran diri Mgr. Nicolaus sebagai Uskup Agung Merauke.[10][11] Kekosongan takhta di Merauke diisi oleh Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C. selaku administrator apostolik sede vacante. Mgr. Mandagi kemudian ditunjuk sebagai Uskup Agung Merauke pada 11 November 2020.