Pengawasan atas Yerusalem aku serahkan kepada Hanani, saudaraku, dan kepada Hananya, panglima benteng, karena dia seorang yang dapat dipercaya dan yang takut akan Allah lebih daripada orang-orang lain. (TB)[3]
Hanani adalah saudara Nehemia yang datang ke puri Susan mengabarkan keadaan Yerusalem kepada Nehemia (Nehemia 1). Prinsip alkitabiah dalam memilih para pemimpin untuk pekerjaan Allah ialah menugaskan mereka yang bertekun dalam kesetiaan kepada Allah dan firman-Nya serta telah menunjukkan ketakutan saleh akan dosa dan akibatnya.[4]
Inilah orang-orang yang berangkat pulang dari Tel-Melah, Tel-Harsa, Kerub, Adon dan Imer, tetapi mereka tidak dapat menyatakan apakah kaum keluarga dan asal-usul mereka termasuk bangsa Israel: (TB)[6]
Ayat 62
bani Delaya, bani Tobia, bani Nekoda: enam ratus empat puluh dua orang; (TB)[7]
Ayat 63
dan dari antara para imam: bani Habaya, bani Hakos, bani Barzilai. Barzilai itu memperisteri seorang anak perempuan Barzilai, orang Gilead itu, dan sejak itu ia dinamai menurut nama keluarga itu. (TB)[8]
Ayat 64
Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, tetapi karena itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam. (TB)[9]
Ayat 65
Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang Urim dan Tumim. (TB)[10]
Ayat 66
Seluruh jemaah itu bersama-sama ada empat puluh dua ribu tiga ratus enam puluh orang (TB)[11]
Jumlah jemaah sebanyak "42.360" orang ini tercatat tepat sama dalam Kitab Ezra, Kitab Nehemia maupun kitab apokrif "1 Esdras", tetapi dalam ketiganya tidak ada perhitungan yang menghasilkan jumlah keseluruhan jemaah itu.[12] Beberapa perbedaan jumlah orang yang berangkat dalam daftar Ezra (Ezra 2:3–63) mungkin disebabkan oleh perhitungan ulang saat orang-orang tiba di Israel.[4]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 9794158151, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 9794153850, 9789794153857