Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi setelah bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan,[3] dan telah berperang selama 7 tahun untuk menaklukkan tanah Kanaan (lihat Yosua 14:10). Diperkirakan sekitar tahun 1400 SM.
Tempat
Pembagian tanah Kanaan menjadi milik pusaka di antara suku-suku orang Israel dilakukan di Silo oleh imam Eleazar, oleh Yosua bin Nun dan oleh para kepala kaum keluarga di hadapan TUHAN di depan pintu Kemah Pertemuan (Yosua 19:51).
Orang-orang itu pergi dan berjalan melalui negeri itu; mereka mencatat keadaannya dalam suatu daftar, kota demi kota, dalam tujuh bagian, lalu kembali kepada Yosua ke tempat perkemahan di Silo. (TB)[7]
Di sini dicatat bagaimana para utusan yang dikirim untuk mensurvei tanah itu mencatat dengan teliti keadaan tanah yang akan dibagi, dan hasilnya adalah suatu buku yang terdiri dari tujuh bagian, atau mungkin tujuh peta, di mana masing-masing dengan pembagian kota, batas-batasnya, bukit dan lembah, suatu keseluruhan chorography (= ilmu pemetaan; pencatatan geografi suatu tempat tertentu) yang pasti, sehingga menunjukkan orang-orang ini paham akan "geometri". Flavius Yosefus menulis bahwa Yosua menambahkan di antara mereka, orang-orang yang mengerti geometri;[8] tetapi jelas orang-orang yang dipilih oleh tiap suku adalah yang paham benar akan ilmu tersebut dan patut untuk melakukan tugas tersebut. Ilmu itu tanpa diragukan dipelajari di Mesir, sebagai bagian dari hikmat orang Mesir yang membanggakan penemuan ilmu ukur sebagai ciptaan mereka.[9] Yosefus juga menambahkan bahwa mereka kembali setelah melakukan tugas itu selama tujuh bulan penuh.[8]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
↑Seder Olam Rabbah bagian "Yosua". Kutipan: Rumah suci (sanctuary) di Silo dibangun pada tembok-tembok batu dan ditutupi dengan permadani tenunan; Israel beribadah di sana selama 369 tahun, kemudian tempat itu dihancurkan.
↑The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.