Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi setelah bangsa Israel masuk ke tanah Kanaan,[3] dan telah berperang selama 5 tahun untuk menaklukkan tanah Kanaan. Diperkirakan sekitar tahun 1400 SM.
Tempat
Bangsa Israel berkemah di Gilgal, yaitu batas timur kota Yerikho.[3]
Struktur
Terjemahan Baru (TB) membagi pasal ini (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):
Kemudian keluarlah undian bagi bani Yusuf. Batas mereka mulai dari sungai Yordan dekat Yerikho, di sebelah timur mata-mata air Yerikho, melalui padang gurun, yang naik dari Yerikho ke pegunungan, ke Betel, (TB)[4]
Tidak ada suku yang disebut dengan nama Yusuf, putra Yakub yang ke sebelas, karena bagiannya diberikan kepada dua orang putranya, Efraim dan Manasye (Kejadian 48:14–22). Akibatnya, Yusuf menerima dua bagian dari negeri itu karena Efraim dan Manasye merupakan dua suku yang terpisah dan lengkap.[5]
Ayat 10
Tetapi orang Kanaan yang diam di Gezer tidaklah dihalau mereka. Jadi orang Kanaan itu masih tetap tinggal di tengah-tengah suku Efraim sampai sekarang, tetapi menjadi budak rodi. (TB)[6]
"Gezer": Kota orang Kanaan yang dihancurkan menjelang akhir pemerintahan raja Daud (~1000 SM) atau permulaan pemerintahan Salomo ketika Firaun Mesir merebut kota itu (1 Raja-raja 9:16).[7]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada perjanjian lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857