"Minarkisme" beralih ke halaman ini, yang bukan mengenai Monarkisme.
Istilah ini diciptakan oleh Ferdinand Lassalle dan berasal dari sistem penjaga (watchman) yang digunakan oleh berbagai kota di Eropa mulai periode abad pertengahan. Milisi sukarela berfungsi sebagai penjaga kota untuk kepolisian internal dan melawan agresi eksternal.
Negara penjaga malam, disebut juga sebagai negara minimal atau minarki, yang pendukungnya disebut dengan minarkis adalah sebuah bentuk negara yang terbatas dan minimal, yang fungsinya bergantung pada teori libertarian. Filsafat politik yang mendukung gagasan minarki atau negara minimal disebut dengan minarkisme. Dalam makna sempit, minarkisme percaya bahwa negara harus berdiri (berbeda dengan anarki) dan satu-satunya tugas negara adalah melindungi warganya dari agresi, pencurian, pelanggaran kontrak, penipuan, dan penegakan hukum kepemilikan, dan lembaga pemerintahan yang resmi adalah militer, kepolisian, dan pengadilan. Dalam makna luas, minarkisme percaya bahwa negara memiliki fungsi eksekutif dan legislatif, dan lembaga pemerintahan yang resmi juga mencakup pemadam kebakaran dan penjara.[1][2][3]Kaum libertarian kanan mendukung model negara seperti ini hanya sebagai penegak dari prinsip non-agresi dengan menyediakan militer, polisi, dan pengadilan bagi warga negara yang melindungi mereka dari bentuk kejahatan yang telah disebutkan sebelumnya.[1][4][5]
Sebagai sebuah istilah, negara penjaga malam (bahasa Jerman:Nachtwächterstaatcode: de is deprecated ) dicetuskan oleh sosialis Jerman Ferdinand Lassalle dalam pidatonya di Berlin pada tahun 1862, di mana ia mengkritik negara borjuis-liberal dengan pemerintahan terbatas, membandingkannya dengan penjaga malam yang tugas utamanya adalah mencegah pencurian, dengan mempermainkan makna ganda dari istilah Jerman Nachtwächter yang berarti seseorang yang tidak kompeten atau bodoh. Frasa tersebut dengan cepat menjadi deskripsi dari pemerintahan kapitalis, bahkan ketika liberalisme mulai berarti negara yang lebih terlibat, atau negara dengan lingkup tanggung jawab yang lebih besar.[10]Ludwig von Mises kemudian berpendapat bahwa Lassalle mencoba membuat pemerintahan terbatas tampak konyol meskipun tidak lebih konyol daripada pemerintahan yang menyibukkan diri dengan "persiapan asinan kubis, dengan pembuatan kancing celana, atau dengan penerbitan surat kabar".[11]
Para pendukung negara penjaga malam adalah kaum minarkis, gabungan dari kata minimum dan -arki.Arche (/ˈɑːrki/; Yunani Kuno: ἀρχή ) adalah kata Yunani yang berarti "tempat pertama, kekuasaan", "metode pemerintahan", "kekaisaran, wilayah", "otoritas" (jamak: ἀρχαί ), atau "perintah".[12] Istilah minarkis dicetuskan oleh Samuel Edward Konkin III pada tahun 1980.[13]
Filosofi
Minarkis libertarian kanan umumnya membenarkan negara sebagai akibat yang logis dari prinsip non-agresi.[1][4][5] Mereka berpendapat bahwa anarko-kapitalisme tidak bisa diterapkan karena tidak cukup untuk menegakkan prinsip non-agresi, karena penegakan hukum di bawah anarki akan terbuka untuk persaingan.[14] Keberatan umum lainnya terhadap konsep anarkisme adalah bahwa badan pertahanan swasta, firma pengacara dan pengadilan swasta cenderung bias dan lebih mengutamakan kepentingan klien yang membayar cukup banyak.[15]
Kaum minarkis libertarian kiri membenarkan negara sebagai tindakan sementara dengan alasan bahwa jaring pengaman sosial menguntungkan kelas pekerja. Beberapa kaum anarkis, seperti Noam Chomsky, setuju dengan kaum demokrat sosial mengenai pentingnya tindakan kesejahteraan, tetapi lebih suka menggunakan metode non-negara.[16] Kaum libertarian kiri seperti Peter Hain adalah pendukung desentralisasi yang tidak menganjurkan penghapusan negara,[6] tetapi ingin membatasi dan menyerahkan kekuasaan negara,[7] dengan menetapkan bahwa tindakan apa pun yang menguntungkan orang kaya harus diprioritaskan untuk dicabut sebelum mencabut tindakan yang menguntungkan orang miskin.[17]
Beberapa penganut paham minarkisme berpendapat bahwa negara tidak dapat dihindari karena anarki tidak akan ada gunanya.[18]Robert Nozick, yang memublikasikan gagasan negara minimal dalam Anarchy, State, and Utopia (1974), berpendapat bahwa negara penjaga malam menciptakan kerangka kerja yang memungkinkan terbentuknya sistem politik apapun yang menghormati hak asasi setiap manusia dan karenanya keberadaan negara menjadi diperlukan secara moral.[8][19]
Murray Rothbard mengatakan bahwa semua layanan pemerintah, termasuk pertahanan, tidak efisien karena tidak memiliki mekanisme harga berbasis pasar yang diatur oleh keputusan sukarela kekuatan beli konsumen yang memenuhi kebutuhan paling utamanya dan investor yang mencari perusahaan-perusahaan paling menguntungkan.[22] Monopoli negara terhadap penggunaan paksaan adalah pelanggaran hak alamiah.[22] Ia menulis, "Fungsi pertahanan merupakan fungsi yang benar-benar didambakan oleh negara.[22] Pertahanan penting bagi eksistensi negara, karena dengan monopoli paksaanlah negara dapat memajaki rakyatnya. Bila rakyat dibolehkan mendirikan pengadilan dan militer swasta, rakyat mampu mempertahankan dirinya dari tindakan-tindakan pemerintah dan individu yang invasif."[22] Dalam buku Power and Market, ia menulis bahwa negara minarkis yang wilayahnya besar tidak jauh berbeda dengan pemerintahan monopoli dunia yang minarkis dan bersatu.[23] Rothbard menambahkan bahwa pemerintahan bisa saja tidak didirikan, karena kaum aristokrat zaman dulu membutuhkan ratusan tahun untuk menciptakan sebuah negara dalam keadaan anarki.[24] Ia juga berpendapat bahwa jika negara minimal memungkinkan rakyat bebas memisahkan dirinya dari wilayah yang ada dan bergabung dengan wilayah lain, negara tersebut tidak bisa digolongkan sebagai negara.[25]
Linda & Morris Tannehill berpendapat bahwa monopoli kekuatan koersif tidak bisa muncul dalam pasar bebas dan warga tidak dapat meninggalkan pemerintahnya untuk mencari perlindungan dan pertahanan yang lebih kuat.[26]
12Nozick, Robert; Nagel, Thomas (2013). Anarchy, state, and utopia (Edisi [Reprint of the] original paperback edition published in 1974, 2013 edition). New York, NY: Basic Books. ISBN978-0-465-09720-3.
↑Murray Rothbard. Power and Market: Defense services on the Free Market. hlm.1051. It is all the more curious, incidentally, that while laissez-faireists should by the logic of their position, be ardent believers in a single, unified world government, so that no one will live in a state of "anarchy" in relation to anyone else, they almost never are.
↑Murray Rothbard. Power and Market: Defense services on the Free Market. hlm.1054. In the purely free-market society, a would-be criminal police or judiciary would find it very difficult to take power, since there would be no organized State apparatus to seize and use as the instrumentality of command. To create such an instrumentality de novo is very difficult, and, indeed, almost impossible; historically, it took State rulers centuries to establish a functioning State apparatus. Furthermore, the purely free-market, stateless society would contain within itself a system of built-in "checks and balances" that would make it almost impossible for such organized crime to succeed.
↑Murray Rothbard. Power and Market: Defense services on the Free Market. hlm.1051. But, of course, if each person may secede from government, we have virtually arrived at the purely free society, where defense is supplied along with all other services by the free market and where the invasive State has ceased to exist.
Robert Nozick. Anarchy, State, and Utopia. New York: Basic Books, 1974.
Wolff, Jonathan. Robert Nozick: Property, Justice, and the Minimal State. Cambridge, U.K.: Polity Press, 1991.
"Anarchism and Minarchism. A Rapprochement", Journal des Economists et des Estudes Humaines, Vol. 14, No.4 (December 2002), pages 569–88 Tibor R. Machan.