Nefopam adalah obat analgesik non-opioid yang bekerja secara sentral, dengan sifat stimulan dan simpatomimetik yang terutama digunakan untuk mengobati nyeri sedang hingga berat.[3]
Sejarah
Nefopam didasarkan pada senyawa benzoksazosina. Senyawa ini dikembangkan pada tahun 1960-an. Awalnya digunakan untuk mengatasi menggigil, sebagai pelemas otot, dan sebagai antidepresan, tetapi kemudian semakin banyak digunakan sebagai analgesik.[4]
Kegunaan medis
Analgesik
Nefopam secara signifikan lebih efektif daripada aspirin sebagai analgesik dalam satu uji klinis,[5] meskipun dengan insiden efek samping yang lebih tinggi seperti berkeringat, pusing, dan mual, terutama pada dosis yang lebih tinggi.[6][7]
Perkiraan potensi relatif nefopam terhadap morfin menunjukkan bahwa 20 mg nefopam HCl setara dengan 12 mg morfin dengan efikasi analgesik yang sebanding dengan morfin,[8][9][10] atau oksikodon.[11] Nefopam cenderung menghasilkan lebih sedikit efek samping, tidak menyebabkan depresi pernapasan,[12] dan memiliki potensi penyalahgunaan obat yang jauh lebih rendah, sehingga lebih bermanfaat baik sebagai alternatif analgesik opioid, maupun sebagai pengobatan tambahan untuk digunakan bersama opioid atau jenis analgesik lainnya.[10][13]
Nyeri pascabedah
Sebuah tinjauan tahun 2025 yang mencakup 17 studi, menemukan bahwa nefopam merupakan analgesik pascabedah tambahan yang efektif dengan manfaat dalam manajemen nyeri, dan berkorelasi dengan penurunan rata-rata konsumsi opioid di seluruh studi sebesar 38%. Efek samping tidak dibahas secara rinci dalam studi yang disertakan.[14]
Nyeri kronis
Untuk nyeri kronis, nefopam terkadang dapat digunakan ketika alternatif umum dikontraindikasikan atau tidak efektif, atau sebagai terapi tambahan.[15]
Kegunaan medis lainnya
Nefopam digunakan untuk mengobati cegukan parah.[16]
Nefopam diperkirakan memiliki beberapa efikasi untuk mengobati penyakit Parkinson (diliuar label), serupa dengan Bupropion dan Metilfenidat.[17]
Nefopam efektif untuk mencegah menggigil selama pembedahan atau pemulihan pascaobedah.[18][19]
Dosis
Dosis normalnya 90-180 mg per hari. Dosis maksimum dianggap 270 mg/hari.[20] Sebuah studi tahun 1979 menemukan bahwa efek maksimum pada pereda nyeri pascabedah terjadi pada dosis 60 mg/hari.[21]
Beberapa efek samping seperti perasaan bingung atau berhalusinasi, lebih mungkin terjadi pada pasien berusia di atas 65 tahun.[23][22]
Nefopam telah terbukti memiliki sifat antikolinergik[22] dan memiliki skor 2 pada skala beban antikolinergik (ACB).[24][25] Obat antikolinergik telah menimbulkan kekhawatiran tentang penurunan kognitif pada orang lanjut usia.[26]
Overdosis
Overdosis dan kematian akibat nefopam telah dilaporkan.[27] Overdosis biasanya bermanifestasi dengan kejang, halusinasi, takikardia, dan sirkulasi hiperdinamik. Pengobatan biasanya suportif, mengelola komplikasi kardiovaskular dengan penghalang beta dan membatasi penyerapan dengan arang aktif.[22]
Bioavailabilitas absolut nefopam rendah.[1] Dilaporkan bahwa nefopam mencapai konsentrasi plasma terapeutik antara 49 dan 183 nM.[31] Obat ini sekitar 73% terikat protein dalam rentang plasma 7 hingga 226 ng/mL (28–892 nM). Metabolisme nefopam terjadi di hati melalui N-demetilasi dan melalui rute lainnya. Waktu paruh terminalnya adalah 3 hingga 8 jam, sedangkan waktu paruh metabolit aktifnya yakni desmetilnefopam, adalah 10 hingga 15 jam. Obat ini dieliminasi sebagian besar melalui urin, dan sebagian kecil melalui feses.[1]
Tinjauan pada tahun 2025 menyoroti kesulitan dan biaya lingkungan dari proses produksi Nefopam saat ini, namun ada potensi untuk perbaikan.[36]
Penggunaan menurut negara
Nefopam digunakan di Britania Raya, hanya dengan resep dokter,[37] meskipun beberapa wilayah di Britania Raya tidak menyarankan untuk memulai penggunaannya.[38][39] Obat ini digunakan di Prancis,[40] meskipun beberapa kekhawatiran telah muncul.[41]
Pada tahun 2014, Nefopam belum disetujui FDA di AS.[42]
Masyarakat dan budaya
Penggunaan rekreasi
Penggunaan nefopam untuk rekreasi jarang dilaporkan,[27] dan jauh lebih jarang dibandingkan dengan analgesik opioid.[43]
Referensi
12345678910Sanga M, Banach J, Ledvina A, Modi NB, Mittur A (November 2016). "Pharmacokinetics, metabolism, and excretion of nefopam, a dual reuptake inhibitor in healthy male volunteers". Xenobiotica; the Fate of Foreign Compounds in Biological Systems. 46 (11): 1001–1016. doi:10.3109/00498254.2015.1136989. PMID26796604. S2CID34603935.
↑Pillans PI, Woods DJ (September 1995). "Adverse reactions associated with nefopam". The New Zealand Medical Journal. 108 (1008): 382–384. PMID7566787.
↑Tigerstedt I, Tammisto T, Leander P (December 1979). "Comparison of the analgesic dose-effect relationships of nefopam and oxycodone in postoperative pain". Acta Anaesthesiologica Scandinavica. 23 (6): 555–560. doi:10.1111/j.1399-6576.1979.tb01486.x. PMID397711. S2CID40976610.
↑Kang P, Park SK, Yoo S, Hur M, Kim WH, Kim JT, Bahk JH (January 2019). "Comparative effectiveness of pharmacologic interventions to prevent shivering after surgery: a network meta-analysis". Minerva Anestesiologica. 85 (1): 60–70. doi:10.23736/S0375-9393.18.12813-6. PMID30226340. S2CID52288008.
↑Andre L, Gallini A, Montastruc F, Montastruc JL, Piau A, Lapeyre-Mestre M, Gardette V (December 2019). "Association between anticholinergic (atropinic) drug exposure and cognitive function in longitudinal studies among individuals over 50 years old: a systematic review". European Journal of Clinical Pharmacology. 75 (12): 1631–1644. doi:10.1007/s00228-019-02744-8. PMID31468067. S2CID201675824.
12Bismuth C, Fournier PE, Bavoux E, Husson O, Lafon D (September 1987). "[Chronic abuse of the analgesic nefopam (Acupan)]". Journal de Toxicologie Clinique et Expérimentale (dalam bahasa French). 7 (5): 343–346. PMID3448182. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Roth BL, Driscol J. "PDSP Ki Database". Psychoactive Drug Screening Program (PDSP). University of North Carolina at Chapel Hill and the United States National Institute of Mental Health. Diakses tanggal 14 August 2017.