Natrium iodida (rumus kimiaNaI) adalah sebuah senyawa ionik yang terbentuk dari reaksi kimia antara logam natrium dan iodin. Dalam kondisi standar, senyawa ini merupakan padatan berwarna putih yang dapat larut dalam air yang terdiri atas campuran kation natrium (Na+) dan anioniodida (I−) dengan perbandingan 1:1 dalam sebuah kisi kristal. Senyawa ini digunakan terutama sebagai suplemen nutrisi dan dalam kimia organik. NaI diproduksi secara industri sebagai garam yang terbentuk ketika suatu senyawa iodida asam bereaksi dengan natrium hidroksida.[11] NaI adalah garam kaotropik.
Senyawa iodida (termasuk natrium iodida) dapat teroksidasi oleh oksigen atmosfer (O2) menjadi iodin molekuler (I2). I2 dan I− berkompleks untuk membentuk kompleks triiodida, yang memiliki warna kuning, tidak seperti warna putih dari natrium iodida. Air akan mempercepat proses oksidasi ini, dan iodida juga dapat menghasilkan I2 melalui fotooksidasi. Oleh karena itu, untuk stabilitas maksimum, natrium iodida harus disimpan dalam kondisi gelap, serta dengan suhu dan kelembapan rendah.
↑Guizzetti, G.; Nosenzo, L.; Reguzzoni, E. (1977). "Optical properties and electronic structure of alkali halides by thermoreflectivity". Physical Review B. 15 (12): 5921–5926. Bibcode:1977PhRvB..15.5921G. doi:10.1103/PhysRevB.15.5921.
↑De Namor, Angela F. Danil; Traboulssi, Rafic; Salazar, Franz Fernández; De Acosta, Vilma Dianderas; De Vizcardo, Yboni Fernández; Portugal, Jaime Munoz (1989). "Transfer and partition free energies of 1:1 electrolytes in the water–dichloromethane solvent system at 298.15 K". Journal of the Chemical Society, Faraday Transactions 1. 85 (9): 2705–2712. doi:10.1039/F19898502705.