Natrium kromat adalah senyawa anorganik dengan rumus Na2CrO4. Senyawa ini berbentuk padatan higroskopis berwarna kuning, yang dapat membentuk tetra-, heksa-, dan dekahidrat. Senyawa ini merupakan zat antara dalam ekstraksi kromium dari bijihnya.
Produksi dan reaktivitas
Kromium diperoleh dalam skala besar dengan memanggang bijih kromium di udara dengan adanya natrium karbonat:
2Cr2O3 + 4 Na2CO3 + 3 O2 → 4 Na2CrO4 + 4 CO2
Proses ini mengubah kromium menjadi bentuk yang dapat diekstraksi dengan air, meninggalkan oksida besi. Biasanya kalsium karbonat disertakan dalam campuran untuk meningkatkan akses oksigen serta menjaga silikon dan aluminium tetap dalam bentuk yang tidak larut. Suhu proses biasanya sekitar 1100°C.[1] Untuk persiapan laboratorium dan skala kecil, campuran bijih kromit, natrium hidroksida, dan natrium nitrat yang bereaksi pada suhu yang lebih rendah dapat digunakan (bahkan 350 C dalam sistem kalium kromat yang sesuai).[2] Setelah pembentukannya, garam kromat diubah menjadi natrium dikromat, prekursor sebagian besar senyawa dan bahan kromium.[3] Rute industri untuk mendapatkan kromium(III) oksida melibatkan reduksi natrium kromat dengan belerang.
Selain peran utamanya dalam produksi kromium dari bijihnya, natrium kromat digunakan sebagai penghambat korosi dalam industri perminyakan. Natrium kromat juga merupakan bahan pembantu pewarnaan dalam industri tekstil.[3] Natrium kromat merupakan zat farmasi diagnostik dalam menentukan volume sel darah merah.[4]
Seperti senyawa Cr(VI) lainnya, natrium kromat bersifat karsinogenik.[6] Senyawa ini juga bersifat korosif dan paparannya dapat menyebabkan kerusakan mata yang parah atau kebutaan.[7] Paparan pada manusia juga dapat menyebabkan gangguan kesuburan, kerusakan genetik yang dapat diwariskan, dan bahaya bagi anak yang belum lahir.
↑Zhi Sun, Yi Zhang, Shi-Li Zheng, Yang Zhang (2009). "A new method of potassium chromate production from chromite and KOH-KNO3-H2O binary submolten salt system". AIChE Journal. 55 (10): 2646–2656. doi:10.1002/aic.11871. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
12Gerd Anger, Jost Halstenberg, Klaus Hochgeschwender, Christoph Scherhag, Ulrich Korallus, Herbert Knopf, Peter Schmidt, Manfred Ohlinger (2005), "Chromium Compounds", Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, Weinheim: Wiley-VCH, doi:10.1002/14356007.a07_067Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
↑IARC (2012) [17-24 March 2009]. Volume 100C: Arsenic, Metals, Fibres, and Dusts(PDF). Lyon: International Agency for Research on Cancer. ISBN978-92-832-0135-9. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2020-03-17. Diakses tanggal 2020-01-05. There is sufficient evidence in humans for the carcinogenicity of chromium (VI) compounds. Chromium (VI) compounds cause cancer of the lung. Also positive associations have been observed between exposure to Chromium (VI) compounds and cancer of the nose and nasal sinuses. There is sufficient evidence in experimental animals for the carcinogenicity of chromium (VI) compounds. Chromium (VI) compounds are carcinogenic to humans (Group 1).