NanoplastikGlitter, khususnya yang tradisional, terbuat dari plastik kecil yang sulit terurai secara alami dan dapat mencemari lingkungan, termasuk tanah, air, dan bahkan makanan.
Nanopartikel yang terbuat dari polimer kini bahkan telah terdeteksi dalam sel tubuh. Pada tahun 2024, terbukti bahwa partikel yang disimpan diteruskan ke sel-sel yang baru terbentuk selama pembelahan sel dan dapat mendorong penyebaran tumor.[2]
Pada awal tahun 2015, para ilmuwan memperkirakan bahwa antara empat hingga dua belas juta ton plastik memasuki laut dan samudra melalui jalur air setiap tahun.[3] Manusia dan hewan juga terkena dampak kesehatan dari nanoplastik, karena mereka tidak hanya diserap melalui makanan dan dengan demikian menjadi bagian dari rantai makanan, tetapi juga dapat merusak membran sel organisme hidup.[4] Karena partikel plastik ditemukan di mana-mana di lingkungan di seluruh dunia, para ilmuwan memperkirakan adanya dampak global yang luas. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan pentingnya mengurangi sampah plastik secara efisien secepat mungkin.[4]
Referensi
↑Detection, counting and characterization of nanoplastics in marine bioindicators: a proof of principle study. Vol.1. 2021-12. hlm.5. doi:10.1186/s43591-021-00005-z.Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)