Mylossoma duriventre, mylossoma perak, adalah spesies ikan serrasalmid air tawar yang endemik di Amerika Selatantropis dan subtropis. Ikan ini tumbuh hingga panjang maksimum sekitar 25cm (10in) dan berat 1kg (2,2pon)[2] Ikan ini menjadi objek perikanan lokal, dikenal sebagai 'pacu' di Brasil dan 'palometa' di Venezuela (nama yang sama dengan beberapa kerabatnya).[3]
Distribusi dan habitat
Sebagaimana didefinisikan secara tradisional, Mylossoma duriventre merupakan spesies asli cekungan Amazon, Orinoco, dan Río de la Plata,[2] serta Sungai Tocantins dan anak sungainya di sebelah barat, Sungai Araguaia. Spesies ini lebih menyukai perairan yang kaya nutrisi tetapi juga terdapat di bagian hilir sungai yang miskin nutrisi.[3]
Hutan Várzea yang tergenang banjir pada musim hujan.
Spesies ini bersifat potamodromus, bermigrasi sepenuhnya di dalam habitat air tawar. Pola migrasinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi pada musim banjir di Amazon, antara Desember dan Maret, ikan bermigrasi dari danau dan kolam di dataran banjir ke sungai-sungai yang lebih besar. Di sana mereka bergerak ke hulu dalam jumlah besar ke daerah pemijahan, meskipun lokasi tepatnya pemijahan ikan tidak jelas. Ikan dewasa kemudian meninggalkan sungai dan menuju ke dasar hutan ketika banjir terjadi.[3] Sementara itu, larva tersapu ke hilir, dan ketika hutan banjir, menyebar ke daerah pembibitan di dataran banjir di mana makanan planktonik mereka lebih mudah tersedia. Ketika air surut, baik ikan dewasa maupun ikan muda kembali ke sungai dan bergerak ke hulu ke danau-danau di dataran banjir.[3][5] Di hutan Várzea yang tergenang air secara musiman, ikan ini sering ditemukan hidup berdekatan dengan Potamorhina altamazonica.[6]
M. duriventre muda memakan serangga dan dewasa memakan buah dan biji-bijian.[5]
Ancaman
Di beberapa wilayah sebarannya, M. duriventre dianggap sebagai spesies yang rentan. Ancaman yang dihadapinya meliputi perluasan lahan pertanian ke habitat hutan, pertambangan, skema pembangkit listrik tenaga air, penangkapan ikan berlebihan, pariwisata, dan kegiatan rekreasi.[7] Banjir musiman di hutan penting untuk kelangsungan hidup larva ikan ini.[5]