PemijahanMasa pemijahan (telur) dari ikan badut. Bintik-bintik hitam tersebut adalah mata yang sedang berkembang.
Pemijahan adalah sel telur dan sperma yang dilepaskan atau diletakkan ke dalam air oleh hewan air. Sebagai kata kerja, memijah merujuk pada proses pelepasan telur dan sperma secara bebas ke dalam badan air (air tawar atau laut); tindakan fisik tersebut dikenal sebagai pemijahan. Sebagian besar hewan air dan amfibi bereproduksi melalui pemijahan. Kelompok ini meliputi:
Karang, yang merupakan koloni hidup dari organisme air kecil—bukan tanaman, sebagaimana persepsi sebagian orang. Karang, meskipun tampak menetap atau bersifat botani secara alami, sebenarnya memijah dengan melepaskan awan sel sperma dan sel telur ke kolom air, tempat keduanya bercampur.
Sebagai aturan umum, reptil, burung, dan mamalia air atau semi-air tidak bereproduksi melalui pemijahan, melainkan melalui kopulasi seperti kerabat darat mereka. Hal ini juga berlaku untuk ikan bertulang rawan (seperti hiu, pari, dan skate).
Masa pemijahan terdiri dari sel-sel reproduksi (gamet) dari banyak hewan air, yang beberapa di antaranya akan menjadi terbuahi dan menghasilkan keturunan. Proses pemijahan biasanya melibatkan betina yang melepaskan ovum (telur yang belum dibuahi) ke dalam air, seringkali dalam jumlah besar, sementara jantan secara simultan atau berurutan melepaskan spermatozoa (milt) untuk membuahi telur-telur tersebut.[1][2][3]
Fungi (jamur), juga dikatakan "memijah" ketika mereka melepaskan materi 'berserat' putih, yang membentuk matriks tempat mereka tumbuh.[butuh rujukan]
Terdapat banyak variasi dalam cara pemijahan terjadi, bergantung pada perbedaan anatomi seksual, bagaimana antar jenis kelamin berinteraksi satu sama lain, di mana dan bagaimana masa pemijahan dilepaskan, serta apakah atau bagaimana masa pemijahan tersebut selanjutnya dijaga.