Jembatan di atas sungai Salween antara Malawaing dan Mottama - Jembatan di Salouen, antara Moulmein dan Martaban
Mottama menjadi bagian dari Kekaisaran Pagan pada masa pemerintahan Raja Anawrahta. Setelah Pagan runtuh pada 1287, Raja Wareru mendirikan Ramannadesa (Ramanya) (Tanah Mon) yang berbasis di Mottama.[1]:205–206 Kota tersebut menjadi ibu kota negara Mon independen dari 1287 sampai 1363. Secara normal, negara tersebut menjadi negara vasal dari Kerajaan Sukhothai sampai 1314.[2] Dari 1369 sampai seterusnya, raja-raja Hanthawaddy memerintah kerajaan tersebut dari Bago (Pegu).[3] Dari 1363 sampai 1388, Mottama berada dibawah kekuasaan kepala pemberontak tetapi pada 1388/1389, Raja Razadarit menaklukan kembali kota tersebut.[4] Meskipun kota tersebut menjadi ibu kota dalam waktu yang tidak lama, kota tersebut masih menjadi pelabuhan perdagangan penting dari abad ke-14 sampai awal abad ke-16.[5] Pada Mei 1541, Raja Tabinshwehti dari Taungoo menaklukan kota yang dibentengi tersebut.[butuh rujukan]
↑Coedès, George (1968). Walter F. Vella (ed.). The Indianized States of Southeast Asia. trans.Susan Brown Cowing. University of Hawaii Press. ISBN978-0-8248-0368-1.
↑Mukherjee, Rila (2011), Pelagic Passageways: The Northern Bay of Bengal Before Colonialism, Primus Books, hlm.212