Kerajaan Hanthawaddy (bahasa Burma:ဟံသာဝတီ နေပြည်တော်code: my is deprecated ; Mon:ဟံသာဝတဳcode: mnw is deprecated , [hɔŋsawətɔe]) juga disebut Rone Hongsarwatoi, sederhananya disebut Pegu (bernama klasik Ham̥sāvatī, bermakna "Kerajaan angsa") adalah kerajaan yang menguasai wilayah Burma (Myanmar) hilir dari tahun 1287 hingga 1539 dan dari tahun 1550 hingga 1552. Kerajaan yang menuturkan bahasa Mon ini didirikan dengan nama "Ramaññadesa" (bahasa Burma:ရာမညဒေသcode: my is deprecated , Mon:ရးမညcode: mnw is deprecated ) oleh Raja Wareru setelah jatuhnya Kerajaan Pagan pada tahun 1287.[1] Kerajaan ini pernah menjadi vasalKerajaan Sukhothai dan Dinasti Yuan.[2] Kerajaan ini secara resmi merdeka dari Kerajaan Sukhothai pada tahun 1330, tetapi tetap menjadi federasi yang terdiri dari tiga pusat kekuatan regional: Delta Irrawaddy, Bago, dan Mottama. Raja-raja Hanthawaddy tidak memiliki kendali atas vasal-vasalnya. Mottama bahkan memberontak secara terbuka dari tahun 1363 hingga 1388.
Kejatuhan
Setelah tahun 1534, kerajaan ini sering kali diserang oleh Dinasti Taungoo dari Burma Hulu. Raja Takayutpi tidak dapat mengumpulkan sumber daya kerajaan Hanthawaddy untuk menghadapi Taungoo yang lebih kecil. Di bawah kepemimpinan Raja Tabinshwehti dan wakil jenderalnya, Bayinnaung, Taungoo merebut Bago dan Delta Irrawaddy pada tahun 1538–9 dan Mottama pada tahun 1541.[3] Kerajaan ini sempat didirikan kembali pada tahun 1550 setelah Tabinshwehti tewas dibunuh, tetapi kekuasaan "kerajaan" ini hanya terbatas di kota Bago. Kerajaan ini lalu ditundukkan kembali oleh Bayinnaung pada Maret 1552.
Catatan kaki
↑Coedès, George (1968). Walter F. Vella (ed.). The Indianized States of Southeast Asia. trans.Susan Brown Cowing. University of Hawaii Press. ISBN978-0-8248-0368-1.