Miss Indonesia 2011 diadakan untuk mencari sosok seorang wanita dengan kriteria “MISS”, yakni memiliki Manner, Impresive, Social, dan Smart.[1] Selain mengandalkan kriteria "MISS", para peserta pun dapat berkompetisi dan meraih predikat penilaian melalui sesi jalur cepat (fast track).
Dewan juri
Dewan juri Miss Indonesia 2011 terdiri dari:[4][5]
Tiga dari sepuluh orang finalis yang akan dipilih pada malam puncak merupakan pemenang dari kompetisi jalur cepat. Melalui kompetisi jalur cepat, para peserta yang memiliki bakat di bidang olahraga, seni, dan modeling akan mendapat penilaian khusus dari dewan juri sebagai nilai tambah untuk masuk dalam penilaian jalur cepat.[5][6]
Penghargaan khusus
Miss Indonesia 2011 juga memperebutkan penghargaan khusus untuk beberapa kategori yang didukung oleh pihak sponsor. Kategori tersebut adalah sebagai berikut:[7]
Miss Kulit Cantik
Miss Tubuh Indah
Miss Favorit
Miss Persahabatan
Miss Sporty
Miss Online, merupakan kategori baru persembahan okezone.com yang diberikan untuk peraih suara terbanyak di situs web resmi Miss Indonesia.
Miss Lifestyle, merupakan kategori baru persembahan MNC Life yang diberikan untuk peserta yang dinilai dapat mensosialisasikan asuransi dan mengetahui tentang perencanaan keuangan.
Karantina
Sebelum malam puncak, seluruh peserta telah menjalani karantina selama 12 hari yang dimulai sejak 24 Mei 2011 di Apartemen Bellezza, Permata Hijau, Jakarta.[8] Selama masa karantina tersebut, peserta diisolasi dari alat komunikasi dan keluarga.[9][10] Kegiatan selama karantina berlangsung antara lain sebagai berikut:[11]
Astari Aslam (Kepulauan Riau) juga menjadi finalis Miss Jewellery 2013 dan menjadi pemenang. Ia kemudian bertarung lagi dalam ajang beauty pageant yang lain, dengan mewakili Provinsi Riau di kontes Puteri Indonesia 2017.
Dikna Faradiba Maharani (NTT) mewakili Provinsi Papua Barat di kontes Putri Pariwisata Indonesia 2015 dan menjadi pemenang. Ia kemudian mewakili Indonesia dalam ajang Miss Tourism International 2016 yang digelar di Malaysia dan meraih posisi 5 Besar sekaligus dinobatkan sebagai Miss Southeast Asia Tourism Ambassadress 2016/2017 serta meraih beberapa penghargaan khusus. Sejak 2018 hingga 2019, Dikna merupakan direktur nasional pada kontes Miss Grand Indonesia.
Nita Sofiani (Jawa Barat) berkompetisi kembali di Miss Earth Indonesia 2013 dan menjadi pemenang. Ia mewakili Indonesia pada kontes Miss Earth 2013 yang diadakan di Filipina dan berhasil meraih 7 penghargaan khusus, tetapi tidak berhasil masuk dalam jajaran semifinalis.
Kontroversi
Pada saat malam puncak Miss Indonesia 2011, banyak masyarakat Indonesia yang menyesalkan banyaknya perwakilan provinsi yang tidak diwakili oleh puteri-puteri asli dari provinsi tersebut. Terutama mengenai perwakilan Papua Barat yang diwakili oleh Amanda Zevannya yang merupakan gadis dari Jakarta, meski membawa nama Papua Barat tetapi dari segi penampilan Amanda Zevannya tidak terlihat seperti masyarakat Papua Barat pada umumnya, dan para pejabat pemerintah provinsi Papua Barat tidak mengenali sosok perwakilannya di Miss Indonesia 2011 merupakan warganya. Belakangan diketahui, Amanda mewakili Papua Barat karena semasa kecil ia pernah bersekolah di Papua, mengikuti ayahnya yang bekerja di sana. Hal ini sangat disesalkan karena Yayasan Miss Indonesia seolah-olah tidak memberikan peluang kepada gadis-gadis Papua Barat ikut berkompetisi di ajang nasional.