Lemur tikus raksasa[4] merupakan jenis primata strepsirrhini dalam genus Mirza. Dua spesies telah diakui secara formal, yaitu lemur tikus raksasa utara (M. zaza) dan lemur tikus raksasa coquerel (M. coquereli). Seperti lemur lainnya, mereka berasal dari Madagaskar, tempat mereka ditemukan di hutan keringnya, dan lebih utara di Sungai Sambirano dan Semenanjung Sahamalaza. Pertama kali dideskripsikan pada 1867 sebagai satu spesies tunggal, mereka dikelompokkan bersamaan dengan lemur kerdil dan lemur tikus. Pada 1870, seorang zoolog Inggris, John Edward Gray, memasukkannya ke dalam genusnya sendiri, yaitu Mirza. Klasifikasi ini tidak diterima dengan luas hingga 1990-an, setelah kebangkitan kembali genus ini oleh paleoantropog Amerika Ian Tattersall pada 1982. Pada 2005, populasi utaranya, dijadikan sebagai spesiesnya sendiri, dan pada 2010, Dana Dunia untuk Alam mengumumkan bahwa terdapat kemungkinan bahwa populasi barat dayanya juga mewakili spesiesnya sendiri.
Lemur tikus raksasa berukuran sekitar tiga kali lebih besar dari lemur tikus, berbobot sekitar 300g (11oz), serta berekor panjang dan lebat. Mereka berkerabat paling dekat dengan lemur tikus dalam Cheirogaleidae, yaitu sebuah famili lemur nokturnal kecil. Lemur tikus raksasa tidur di sarang-sarang pada pagi hari, lalu mencari makan sendirian di malam hari, mencari getah, buah, serangga, dan vertebrata kecil. Tidak seperti cheirogaleid lainnya, mereka tidak mengalami torpor pada musim kering. Spesies utaranya umumnya lebih sosial ketimbang spesies selatannya, terkhususnya saat bersarang. Namun, jantan dan betina dapat membentuk sebuah pasangan (pair bond). Spesies utaranya juga memiliki ukuran testis terbesar dibandingkan dengan ukuran tubuhnya di antara primata, serta kawin sepanjang tahun, menjadikannya khas di antara primata lainnya.