Pesawat yang mengalami kecelakaan adalah de Havilland Canada DHC-6 Twin Otter 300, diproduksi pada tahun 1973 dan terdaftar dengan registrasi PK-NUK. Pesawat ini diberi nama "Sangihe" dan dilengkapi dengan dua mesin Pratt & Whitney Canada PT6A-27. Di dalam pesawat terdapat empat awak dan sepuluh penumpang.[2]
Kecelakaan
Pada hari yang sama, Penerbangan 6715 lepas landas dari Bandar Udara Sultan Muhammad Salahudin untuk menuju Ruteng. Namun, pesawat tersebut tidak pernah tiba di tujuan setelah hilang kontak saat melintasi Selat Molo, tak jauh dari pesisir Pulau Flores. Hingga kemudian, baik bangkai pesawat maupun seluruh 14 penumpangnya tidak pernah ditemukan.[3][2]
Kondisi cuaca buruk dilaporkan terjadi pada saat kejadian dan disebut sebagai penyebab paling mungkin dari kecelakaan ini.[1] Di sisi lain, terdapat pula pendapat lain yang menyebutkan bahwa kemungkinan terjadi ledakan di ruang kargo pesawat (kompartemen penyimpanan barang), yang diduga menjadi penyebab kecelakaan tersebut.