Melaleuca linariifolia var. alternifolia Maiden & Betche
Melaleuca alternifolia, umumnya dikenal sebagai tea tree,[2] adalah spesies pohon atau perdu tinggi dalam famili Myrtaceae. Tumbuhan ini endemik di Australia, terdapat di Queensland tenggara dan pantai utara serta pegunungan di sekitarnya di New South Wales di mana ia tumbuh di sepanjang aliran air dan di dataran rawa, dan seringkali merupakan spesies dominan di tempatnya berada.
Melaleuca alternifolia di Casino, New South Wales
Deskripsi
Melaleuca alternifolia adalah pohon kecil yang dapat tumbuh hingga sekitar 7 m (20 kaki) dengan tajuk yang rimbun dan pepagan yang keputihan dan tipis seperti kertas. Daunnya tersusun bergantian, kadang-kadang tersebar atau melingkar. Daunnya halus, lembut, berbentuk linier, panjang 10–35 mm (0,4–1 inci), dan lebar 1 mm (0,04 inci). Daunnya juga kaya akan minyak dengan kelenjar yang menonjol.[2][3]
Bunga muncul dalam kelompok berbentuk tandan berwarna putih atau krem sepanjang 3–5 cm (1–2 inci) dalam waktu singkat, sebagian besar musim semi hingga awal musim panas, dan membuat pohon tampak seperti berbulu. Buahnya kecil, berkayu, berbentuk cangkir, berdiameter 2–3 mm (0,08–0,1 inci), tersebar di sepanjang cabang.[2][3]
Taksonomi dan Penamaan
Spesies ini pertama kali dideskripsikan secara resmi pada tahun 1905 oleh Joseph Maiden dan Ernst Betche dan diberi nama Melaleuca linariifolia var. alternifolia dalam Prosiding Linnean Society of New South Wales.[4][5] Pada tahun 1925, Edwin Cheel meningkatkan varietas tersebut menjadi spesies dengan nama Melaleuca alternifolia.[6][7]Julukan spesifik (alternifolia) berasal dari bahasa Latin alternus yang berarti "bergantian", dan folium yang berarti "daun", merujuk pada susunan daunnya.[8]
Persebaran dan habitat
Melaleuca alternifolia adalah tumbuhan endemik Australia, ditemukan dari distrik Grafton di New South Wales hingga ke pedalaman Stroud dan di distrik pesisir utara hingga Maryborough di Queensland.[9] Tumbuhan ini tumbuh di sepanjang aliran sungai dan di tempat-tempat rawa.[3][10]
Kegunaan
Spesies ini tumbuh dengan baik di berbagai jenis tanah dan iklim. Ia lebih menyukai tanah yang lembap, tetapi berdrainase baik dan sinar matahari penuh.[3]
Pohonnya telah digunakan sebagai obat tradisional di kalangan pribumi Australia di daerah pedalaman timur yang menggunakan pohonnya dengan menghirup minyak dari daun yang dihancurkan untuk mengobati batuk dan pilek.[11] Mereka juga menaburkan daun pada luka, setelah itu dipasangi tuam. Selain itu, daunnya direndam untuk membuat seduhan guna mengobati sakit tenggorokan atau penyakit kulit.[12][13]
Sebagai ciri khas anggota keluarga Myrtaceae, pohon ini digunakan untuk menyuling minyak atsiri.[11] Tumbuhan ini adalah spesies utama untuk produksi komersial minyak tea tree (minyak melaleuca), suatu obat topikal.[14] Minyak tea tree umumnya digunakan sebagai pengobatan jerawat, meskipun bukti yang menunjukkan efektivitasnya untuk tujuan ini masih terbatas.[11][15]
Jika tertelan, minyak tea tree bersifat toksik dengan efek samping serius termasuk koma, dan dapat menyebabkan iritasi kulit jika digunakan secara topikal dalam konsentrasi tinggi.[11][16] Hingga tahun 2006, belum ada kematian yang dilaporkan dalam literatur medis.[16]
Galeri
M. alternifolia yang dibudidayakan tumbuh di Menton, Prancis
1234Holliday, Ivan (2004). Melaleucas: a field and garden guide (Edisi 2nd). Frenchs Forest, N.S.W.: Reed New Holland Publishers. hlm.16–17. ISBN1876334983.
↑Cheel, Edwin (1924). "Notes on Melaleuca with descriptions of two new species and a new variety". Journal and Proceedings of the Royal Society of New South Wales. 58: 195.
↑Bassett, I. B.; Pannowitz, D. L.; Barnetson, R. S. (1990). "A comparative study of tea-tree oil versus benzoylperoxide in the treatment of acne". The Medical Journal of Australia. 153 (8): 455–8. doi:10.5694/j.1326-5377.1990.tb126150.x. PMID2145499. S2CID45058057.