Robinson memulai kariernya sebagai penyiar televisi pada tahun 1959 setelah diterima di WTOV-TV, Portsmouth, Virginia. Robinson kemudian pindah ke WRC-TV di Washington, D.C.. Selama tiga tahun berkarier di WRC-TV, ia memenangi enam penghargaan jurnalisme untuk liputannya mengenai hak-hak sipil seperti kerusuhan terjadi setelah Dr. Martin Luther King, Jr dibunuh.
Setelah melihat penampilan Robinson 60 Minutes, Roone Arledge merekrutnya pada tahun 1978 untuk menjadi pembawa berita ABC World News Tonight. Robinson ditempatkan sebagai jangkar berita di Chicago hingga meninggalnya Frank Reynolds pada tahun 1983. ABC memanggil pulang Peter Jennings dari London, dan menjadikannya pembawa berita tunggal World News Tonight.
Kariernya di ABC diwarnai konflik antara dirinya dan manajemen ABC News soal perbedaan sudut pandang dan penggambaran orang Afrika-Amerika dalam berita. Bersama Bob Strickland, Robinson mendirikan program pelatihan jurnalisme penyiaran bagi wartawan muda berkulit hitam.[1] Setelah tidak bersama ABC News, Robinson bekerja untuk WMAQ-TV Chicago dari tahun 1984 hingga 1985.
Kehidupan pribadi
Robinson diketahui mengidap AIDS ketika dirawat di rumah sakit karena pneumonia, namun ia tetap merahasiakannya. Ia menyampaikan pidato di Sekolah Komunikasi Universitas Howard, Washington D.C. pada musim gugur 1988 ketika sakitnya sudah semakin parah. Robinson meninggal dunia karena komplikasi AIDS pada 20 Desember 1988. Ia menyangkal sebagai gay atau biseksual.[2] Upacara pemakamannya dipimpin oleh Pendeta Jesse Jackson. Robinson menikah tiga kali dan memiliki empat orang anak. Randall Robinson adalah adik kandungnya.
↑Aaron Freeman (Juni 1990). "The Last Days of Max Robinson". Chicago Magazine. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-05-27. Diakses tanggal 8 September 2008.