Sejarah
Mati resmi dibentuk sebagai munisipalitas pada 29 Oktober 1903 melalui Organic Act No. 21. Setelah provinsi Davao dipecah menjadi tiga, yaitu Davao Timur, Davao Utara dan Davao Selatan melalui Republic Act No. 4867 pada 8 Mei 1967, Mati menjadi bagian dari Davao Timur dan ditetapkan sebagai ibukotanya.
Mati resmi berubah status menjadi kota setelah sebelumnya berstatus sebagai munisipalitas melalui Republic Act No. 9408, yang diresmikan pada 20 Juni 2007.
Mahkamah Agung Filipina kemudian menyatakan perubahan status kota Mati bersama dengan 15 kota lainnya inkonstitusional setelah sebuah petisi yang diajukan oleh League of Cities of the Philippines dalam putusannya pada 18 November 2008. Pada 22 Desember 2009, undang-undang kota Mati bersama dengan 15 munisipalitas lainnya mendapatkan status sebagai kota lagi setelah mahkamah membatalkan putusan yang dikeluarkan pada 2008. Pada 23 Agustus 2010, mahkamah memberlakukan kembali putusan tahun 2008, yang menyebabkan kota Mati bersama dengan 15 kota lainnya, kembali menjadi munisipalitas. Baru pada 15 Februari 2011, Mati akhirnya mendapat status sebagai kota kembali termasuk 15 munisipalitas lainnya, yang menyatakan bahwa perubahan status menjadi kota tersebut telah memenuhi semua persyaratan hukum.
Setelah enam tahun pertarungan hukum, dalam resolusi dewannya, League of Cities of the Philippines mengakui keberadaan kota Mati dan 15 kota lainnya.