Masjchun lahir di Wlingi, Blitar pada 7 September 1927. Ia mengenyamkan pendidikan Hollandsch-Inlandsche School dan Ujian Pegawai Negeri Rendah (Klein Ambtenaren Exam) di Blitar. Pada Masa Pendudukan Jepang, ia memasuki Tjuto Sihan Gakko di Blitar. Pada masa Revolusi Nasional Indonesia, Masjchun ikut menjadi Anggota Tentara Pelajar Republik Indonesia (TRIP) Brigade XVII Detasemen I Jawa Timur pada 1945–1947. Ia lalu menjadi Anggota Batalyon 151 Divisi III Diponegoro.[5]
Setelah meraih gelar sarjana muda, Masjchun memulai karier sebagai Penjabat Hakim pada Pengadilan Negeri Klaten pada 1958. Pada 1962, ia dipindahtugaskan ke Pengadilan Negeri Yogyakarta. Pada 1963, ia dipromosikan menjadi Kepala Pengadilan Negeri/Pengadilan Ekonomi Jombang.[5]
Setelah lama di legislatif, ia kembali ke eksekutif dengan diangkat menjadi Pembantu Gubernur Jawa Tengah untuk Wilayah Kedu. Pada 1977 hingga 1978, ia menjadi Penjabat Bupati Temanggung. Pada 1988, ia diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil pada Departemen Dalam Negeri diperbantukan pada Provinsi Jawa Tengah.[5]
Pada 1979, ia diangkat menjadi Gubernur Jambi ke-4 menggantikan Eddy Sabara yang menjabat sebagai pejabat gubernur sementara. Ia pernah menganggarkan satu miliar rupiah lebih untuk keperluan penyediaan tanah bengkok bagi kepala desa di Jambi.[6]
Wafat
Mantan Gubernur Jambi ini meninggal dunia, dan menjalani perawatan di RSPP, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Suami dari anggota DPD RI asal Jambi, Juniwati Tedjasukmana ini menghembuskan nafas terakhir di RSPP pada 4 Oktober 2015.