Setahun kemudian dengan pangkat yang sama dia ditarik menjadi Pangkostrad, jabatan ini cuma satu tahun diembannya karena dia ditunjuk untuk menjabat Pangkostranas. Pangkat Letnan Jenderal TNI didapatnya ketika menjabat sebagai Pangkowilhan II. Lalu pangkat Jenderal TNI penuh diraihnya setelah ditunjuk menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat.[2]
Makmun murod memulai karier militer saat lulus pendidikan giyugun (Tentara Sukarela) di Pagaralam, Sumatera selatan Tahun 1944 dan kemudian ia sebagai Shodancho (Komandan Pleton) dengan pangkat Letnan Dua, setelah proklamasi kemerdekaan ia bergabung kedalam BKR yang kelak menjadi TNI dan menjabat sebagai Ketua BKR di Baturaja hingga sampai pada puncaknya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat periode 1974-1978.