ENSIKLOPEDIA
Makassar City FC (2010)
| Nama lengkap | Makassar City Football Club |
|---|---|
| Julukan | Juku Eja (Ikan Merah) Ayam Jantan dari Timur |
| Nama singkat | MC FC Makassar City FC |
| Pemilik | PT MC FC, PT Persaudaraan Sepak Bola Makassar |
| Ketua umum | Ilham Arief Sirajuddin |
| General manager | |
| Pelatih | |
| Musim 2010–11 | |
| Ketua | Ilham Arief Sirajuddin |
|---|---|
| General Manager | |
| Liga Primer Indonesia | Peringkat 3 |
| Pencetak gol terbanyak | Liga: Seluruh kompetisi: |
← 2009-10 2011-12 → | |
|
|
|
|
Halaman ini menampilkan hasil pertandingan resmi dari Persatuan Sepak Bola Makassar musim 2010-11.
(Pada musim 2010-11, PSM Makassar memutuskan untuk mengundurkan diri dari Liga Super Indonesia.)
Makassar City FC (singkatan dari Makassar City Football Club) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Stadion Andi Mattalatta, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Makassar City FC sebagai anggota LPI melakukan merger dengan PSM Makassar dengan nama PS Makassar (tetap disebut sebagai PSM Makassar dalam berbagai pemberitaan) untuk mengikuti Liga Primer Indonesia.[1][2]
Latar belakang
Makassar City FC (awalnya dikenal sebagai PS Makassar PL atau PSM-PL) adalah sebuah tim sepak bola profesional Indonesia yang berbasis di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Klub yang didirikan pada bulan 1 November 2010 di bawah naungan PT MC FC ini direncanakan akan bermain di Liga Primer Indonesia 2011.[3] [4] Pada 23 November 2010 PSM-PL berganti nama menjadi Makassar City FC. Sebagai tim yang baru terbentuk dan ditargetkan akan berkompetisi di LPI pada 8 Januari 2011, Makassar City FC gencar melakukan seleksi pemain dengan seleksi secara awal, lanjutan, hingga direkrut. Para pemantau bakat dari Makassar City FC banyak menyeleksi pemain dari pemain sepak bola di Porda Sulsel 2010 Pangkep. Fabio B De Oliveira, selaku pemantau bakat dari Makassar City FC menyeleksi pemain yang berasal dari Kabupaten Gowa, Maros, Pangkep, Luwu Timur, dan Kota Palopo.[5]
Dualisme Liga LPI vs ISL
Musim 2010 adalah awal periode kelam sepak bola Indonesia yang kala itu dihantam dualisme.[6] Berdasarkan rekomendasi Kongres Sepak Bola Nasional yang dilaksanakan di Malang pada Maret 2010, LPI menyatakan akan menyelenggaraan Liga Primer Indonesia. Kompetisi tersebut dianggap ilegal karena tidak memiliki izin dari asosiasi sepak bola PSSI. Konsorsium LPI menyatakan sudah beberapa kali mencoba berkoordinasi dan meminta izin kepada PSSI, tetapi PSSI bersikap menutup diri terhadap penyelenggaraan LPI. PSSI memaparkan secara panjang lebar alasan mengapa LPI melawan hukum, tetapi tidak pernah menjelaskan alasan mengapa mereka tidak merestui LPI. LPI akhirnya tidak mendapatkan izin dari pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. Dengan dibentuknya Komite Normalisasi (KN) oleh FIFA, KN memutuskan PSSI tidak membawahi kompetisi tersebut tidak di bawah PSSI dan LPI secara resmi tidak diakui PSSI sebagai liga yang berjalan tidak di bawah pengawasan PSSI. Dengan demikian, banyak klub yang lahir dan bermunculan tahun 2010 untuk berkompetisi di Liga Primer Indonesia, salah satunya adalah PSM-PL (Makassar City FC), walau saat itu telah ada PSM Makassar yang bermain di ISL.
PSM Makassar memutuskan mundur dari ISL
Manajemen PSM Makassar pada kompetisi Liga Super Indonesia mengembalikan mandat ke Ketua Umum PSM Ilham Arif Sirajuddin, sekaligus menyatakan mundur dari kompetisi ISL 2010/2011. Humas PSM Nurmal Idrus di Makassar, Selasa, mengatakan, penyerahan mandat sekaligus keputusan mundur dari ISL tersebut disampaikan Manajer Hendra Sirajuddin kepada Ketua Umum PSM Ilham Arif Sirajuddin di Makassar, Senin 13 Desember 2010.[7]
PSM Makassar segera meninggalkan Liga Super Indonesia dan segera bergabung ke Kompetisi Liga Primer Indonesia yang dimulai 8 Januari 2011. Keputusan tersebut diambil Ketua Umum PSM Ilham Arief Sirajuddin sehari setelah manajemen tim mengundurkan diri, Senin, 13 Desember 2010. ”Saya menerima pengunduran diri manajemen PSM. Dalam seminggu ke depan, kami menunggu apakah ada pihak yang bersedia mengelola PSM. Jika tidak ada, kami akan mundur dari liga super dan berpartisipasi di Liga Primer Indonesia (LPI),” tutur Ilham yang juga Wali Kota Makassar ini, Selasa, 14 Desember 2010.[8]
Selama sepekan terakhir, sejak pengumuman mundurnya manajemen lama, hanya dua orang yang secara serius tertarik menangani PSM, yaitu Kadir Halid dan pengusaha Abu Djaropi. Ketua Umum PSM Ilham Arif Sirajuddin menolak Kadir karena pernah dua kali gagal sebagai Manajer PSM. Bahkan, Kadir mundur dari posisi manajer di tengah bergulirnya LSI 2009. Sementara Abu Djaropi mengurungkan niatnya karena menganggap terlalu banyak masalah di dunia sepak bola Tanah Air.[9]
Pada akhirnya, PSM Makassar bersama Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro mengundurkan diri dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010–11 untuk pindah ke Liga Primer Indonesia (LPI) 2011. Hal itu terealisasi setelah Badan Liga Indonesia (BLI), sebagai pelaksana ISL yang merupakan kompetisi resmi tertinggi yang diakui PSSI, memutuskan PSM, Persema, dan Persibo didegradasi pada 30 Desember 2010.
Degradasi itu diberikan setelah adanya surat pengunduran diri dari pengurus ketiga klub itu oleh manajemen BLI. Surat pengunduran diri ketiga klub itu dari kompetisi LSI sudah diterima oleh PT Liga Indonesia. Persibo jadi klub pertama yang mengajukan pengunduran diri melalui surat bernomor 290/Persibo/XII/2010 per tanggal 20 Desember. Lalu empat hari kemudian giliran PSM dan Persema yang melakukan langkah serupa.[10]
Setelah menunggu tak ada calon pengelola baru, pengurus PSM di bawah kendali Wali Kota Makassar sekaligus Ketua Umum PSM, Ilham Arief Sirajuddin, akhirnya resmi menyatakan PSM mundur total dari kompetisi Indonesia Super League (ISL). Surat bernomor 239/6.32/PSM/II/2010 itu telah diteken Ilham dan siap dilayangkan ke Badan Liga Indonesia (BLI), 25 Desember 2010.[11][12]
Merger Makassar City dengan PSM Makassar
Pada 28 Desember 2010, pengurus klub Makassar City FC (PSM-PL) memutuskan untuk melakukan merger dengan klub PSM Makassar. Alasan utama yang dikemukakan adalah untuk memenuhi syarat legalitas adanya Perseroan Terbatas yang diakui konsorsium LPI. Dari hasil merger ini, disepakati bahwa PSM Makassar akan bermain di Liga Primer Indonesia.
Ketua Umum PSM Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, manajemen demisioner PSM di Liga Super Indonesia 2010–11[13] dan manajemen PSM Primer Liga (PSM-PL) dijadwalkan menggelar rapat final proses merger (bergabung) kedua tim pada 28 Desember 2010. "Setelah merger, tim ini selanjutnya akan mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) yang mulai bergulir 8 Januari nanti," kata Manajer PSM-PL, Husain Abdullah.
Menurut Uceng, sapaan Husain, sejak hari Jumat pekan lalu, pengurus PSM dan manajemen PSM-PL telah melakukan pembicaraan intens. Pertemuan hari ini, merupakan tahap final. Seluruh pemain PSM Makassar kemungkinan akan dihadirkan dalam rapat ini.
"Dengan dilakukannya merger ini, maka kebutuhan PSM-PL hampir seluruhnya telah terpenuhi terutama pemain yg akan bertarung di kompetisi LPI," ujarnya.
Usai rapat antara ketua umum PSM (Ilham Arief Sirajuddin) dengan manajemen PSM-PL, seluruh pemain akan dikumpulkan oleh manajemen PSM-PL untuk dilakukan pembicaraan lanjutan. Pemain yang menolak bergabung dipersilakan mengajukan surat pengunduran diri.
"Mulai 1 Januari nanti, latihan pemain sudah di bawah bendera PSM-PL dan tim ini siap mengikuti LPI," tambahnya.
Ofisial tim PSM dan perangkat lainnya yang telah membantu PSM saat berlaga di Liga Super Indonesia (LSI), tetap diakomodir oleh manajemen PSM-PL sesuai kebutuhan. Proses perpindahan ini tidak rumit, karena seluruh materi pemain, asisten pelatih, dan pelatih langsung pindah secara paket.[14]
Surat mundur PSM dari Indonesia Super League (ISL) telah dilayangkan. Kini manajemen PSM-PL (Premier League) pun bergerak cepat untuk mengamankan para pemain eks PSM ISL. Manajemen PSM-PL bahkan telah melakukan pertemuan dengan para pemain di Mes PSM, Jl Bumi Karsa, Selasa, 28 Desember 2010.
Manajemen PSM-PL menghadirkan pihak konsorsium yang pertemuan CEO LPI (Liga Primer Indonesia), Widjayanto. Hadir pula mantan manajemen PSM Makassar, seperti Faisal Maming, Abdi Tunggal, Noor Korompot, dan Nurmal Idrus. Para pemain yang tinggal di luar mes seperti Andi Oddang dan Djayusman Triasdi juga hadir.
Salah satu pembahasan yang dibahas adalah proses aktivasi para pemain ke LPI. Satu per satu pemain diberikan secarik kertas untuk membubuhkan tanda tangan persetujuan. Mereka yang menjanjikan ikut kontrak selama dua musim. Sedangkan yang enggan ikut mengundurkan diri dan hanya diberi pesangon satu bulan gaji.[15]
Sebanyak 18 dari 27 pemain PSM Makassar yang pernah mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) 2010 ikut hijrah ke Liga Primer Indonesia (LPI). Mereka mengikuti keputusan manajemen PSM untuk mundur dari ISL. Komitmen 18 pemain tersebut terlihat dalam perkenalan manajemen Juku Eja di café Kampung Poepsa Jumat, 31 Desember 2010.
18 pemain PSM yang terlihat menghadiri perkenalan sekaligus acara penyambutan selamat datang PSM Makassar di LPI adalah Herman Batak, Denny Marcel, Fachrul Nurdin, M Guntur, Fadli Hariri, Satrio Syam, Fandi Edi, Hendra Wijaya, Suwandi, Adrian Syamsul, Korinus Fringkrew, Aditya Putra Dewa, Fadli M, M Rasul, Risnandar, M Jufri, Marwan Sayedeh dan Andi Oddang. Sedangkan 5 nama pemain yang masih ragu dan tidak hadir dalam pertemuan itu di antaranya Supriyono, Diva Tarkas, Djayusman Triasdi, Faturrahman dan Hendra Ridwan. Sedangkan skuad pemain asing seperti Anoure Obiora, Basile Onambele, Goran Subara dan Streckho Mitrovich hingga usai liburan belum memberikan kabar terhadap manajemen PSM Makassar.[16]
PSM Makassar batal mempertahankan pelatih Robert Rene Albert untuk membesut Juku Eja di Liga Primer Indonesia. Klub tersebut membidik pelatih baru yang mantan bek timnas Belanda.
Nama baru yang kini dibidik manajemen PSM untuk membesut skuad mereka untuk partisipasi di LPI adalah Wilhelmus Gerardus Rijsbergen. Saat masih aktif bermain, pria asal Belanda itu pernah mengantar timnya masuk final Piala Dunia 1974 dan 1978.
Sesungguhnya baru beberapa hari lalu PSM mengumumkan kalau Albert akan tetap dipertahankan setelah resmi di kontrak pada awal musim Indonesia Super League lalu. Namun karena negosiasi kontrak yang dilangsungkan di Hotel Clarion, Makassar, Kamis (6/1/2011) siang WIB ini menemui jalan buntu, rencana tersebut akhirnya batal.
"Selepas Robert pergi, kami sudah menerima CV pelatih asal Belanda lainnya, yang kami yakini lebih baik dari Robert, namanya Wilhelmus Gerardus Rijsbergen," tutur Managing Director PSM, Husain Abdullah saat dihubungi detiksport.
Sementara soal kelanjutan nasib Robert Rene Albert, kubu PSM menyerahkannya pada ISL, yang sebelumnya pernah mengeluarkan pernyataan akan menampung pemain dan pelatih dari klub yang pindah ke LPI.[17]
Tiga pemain PSM yakni Faturrahman, Djayusman Triasdy serta Hendra Ridwan tidak termasuk dalam tim karena menolak berlaga di LPI. Mereka dipastikan mundur dari PSM Makassar pada 10 Januari 2011[18] Kemudian PSM juga kehilangan dua pemain asing Anoure Obiora, dan Jules Basile Onambele pada 11 Januari 2011.[19]
PSM Makassar melakukan negosiasi ulang dengan Supriyono, setelah pada pertemuan pertama menemui jalan buntu. Bek ini meminta gaji Rp 1 miliar per tahun, tapi PSM hanya bisa memberikan kenaikan 25 persen dari kontrak lamanya sebesar Rp 400 juta. Kuasa Hukum PSM, Syahril Cakkari, mengungkapkan, harga tersebut terlalu tinggi bagi pemain lokal. Karena itu, ia melakukan pendekatan dari hati ke hati agar Supriyono bisa kembali bergabung. "Insya Allah Supriyono jadi bergabung. Sekarang saya lagi di mes PSM untuk melakukan negosiasi ulang," kata Syahril kemarin, 9 Januari 2011.
PSM menawarkan kenaikan kontrak 30 persen atau Rp 520 juta per tahun. "Dengan nilai kontrak seperti itu, ia bisa mendapatkan Rp 1 miliar selama dua tahun. Dan itu sudah cukup tinggi untuk ukuran pemain lokal," katanya. (Koran Tempo Makassar, 10 Januari 2011)
Tim Persisam Putra Samarinda gagal mendapatkan dua mantan pemain PSM Makassar Diva Tarkas dan Supriono, karena pemain tersebut memilih ikut bergabung dengan PSM di Liga Primer Indonesia (LPI). "Diva Tarkas dan Supriono sudah menandatangani kontrak baru dengan PSM Makassar untuk berkiprah di LPI, terpaksa rencana untuk merekrut pemain tersebut batal," kata Agus Cung Setiawan manajer tim persisam dihubungi di Makassar, Rabu, 12 Januari 2011.
Sebelumnya, Persisam berminat untuk menampung beberapa pemain PSM Makassar yang telah keluar dari klub tersebut, karena mereka tidak ingin berkiprah di LPI.
Dari lima pemain yang membuat keputusan keluar dari klub PSM Makassar yakni Djayusman Triasdi, Diva Tarkas, Supriono, Hendra Ridwan dan Faturahman, manajemen Persisam memilih tiga pemain yakni Djayusman Triasdi, Diva Tarkas dan Supriono untuk dimasukkan dalam skuad baru Elang Borneo.
Upaya manajemen dikatakan Agus Cung tidak berhenti begitu saja untuk mendapatkan pemain lainya yakni dengan jemput bola, mendatangi pemain tersebut di Makassar.
Tapi sayangnya, sebelum negosiasi berjalan dua pemain yang diinginkan Persisam yakni Diva Tarkas dan Supriono telah membuat kesepakatan baru dengan PSM Makassar.[20]
Tiga pemain asing Marwan Sayedeh, Goran Subara, dan Srecko Mitrovic akhirnya bertahan di PSM Makassar. Ini ditandai setelah mereka membubuhkan tanda tangan di hadapan Konsorsium Liga Primer Indonesia, Rabu, 12 Januari 2011.[21]
BELUM semua pemain PSM menyetorkan draf kontrak ke manajemen PSM. Seremoni tandangan yang digelar di Hotel Singgana, Senin (10/1/2011) malam ternyata masih meninggalkan pekerjaan.
Salah satu tuntutan pemain adalah realisasi gaji Desember 2010. Manajemen demisioner PSM di bawah kendali Hendra Sirajuddin ternyata belum menuntaskan gaji Desember, padahal biasanya mereka rutin menerima bulan berjalan. "Kami menunggu realiasi gaji terakhir. Itu menjadi hak kami sebelum pindah ke LPI," kata salah seorang pemain senior PSM.
Beberapa pemain belum menyetorkan draf kontrak seperti Deny Marcel, Fadli Hariri, Jacky Pasarella, Diva Tarkas dan M Guntur. Mereka berdalih, manajemen PSM memiliki kewajiban membayar sebelum beralih ke LPI.
Managing Director PSM, Husain Abdullah dikonfirmasi terkait masalah gaji ini menyatakan, pemain tak perlu khawatir. Manajemen PSM pasti akan membayar. "Jangankan mereka yang dikontrak yang diputuskan saja kontraknya seperti Robert tetap dibayar. Jadi jangan khawatir," jelas Husain.
Husain menyangkan, pemain PSM kini seolah dihinggapi rasa kekhawatiran berlebihan, padahal LPI sudah memberi jaminan luar biasa. "Tak perlu khawatir. Semua dijamin," ungkapnya. (JPNN.com, 12 Januari 2011)[22]
Syarat dan hasil kesepakatan merger
- Penunjukan Robert Rene Alberts sebagai pelatih kepala[23]
- Menerima pelatih, asisten pelatih, dan seluruh pemain PSM Makassar yang sempat bermain di LSI[23]
- Menerima pemain seleksi Makassar City FC sebagai pemain pelapis untuk mengarungi Liga Primer Indonesia[23]
- Pihak Makassar City FC memegang kendali manajemen tim sebagai hasil merger (manajemen baru)[23][24]
- Manajemen baru akan membayar sisa kontrak Robert Rene Alberts serta mantan pelatih kiper Herman Kadiaman. Keduanya tidak mundur dari PSM tapi tidak tercapai kesepakatan nilai kontrak baru. Karena itu, konsekuensi membayar sisa kontrak harus ditanggung manajemen baru di LPI sebab tidak bisa mempertahankan Robert dan Herman.[25]
- Setelah memutuskan keluar dari Liga Super Indonesia (LSI) dan bergabung di kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), sejumlah sponsor PSM memang tetap memilih melanjutkan kerja sama dengan tim Juku Eja di LPI. Beberapa perusahaan yang tidak keberatan menjadi sponsor PSM di LPI itu antara lain Semen Bosowa dan sponsor apparel Vilour.[26]
- Di kompetisi Indonesian Super League (ISL), Bosowa juga termasuk salah satu sponsor utama PSM. Bosowa akan memberi dukungan dana lebih besar kepada PSM yang resmi bergabung ke dalam Liga Primer Indonesia (LPI).[27][28]
- Melanjutkan kerja sama dengan pihak ketiga (apparel Vilour) dengan durasi kerjasama yang tertera dalam kontrak selama tiga tahun. Namun, pihak Vilour hanya menanggung jersey PSM dan kelengkapan lainnya hanya setahun. Yakni musim 2010/2011. Untuk dua tahun berikutnya, PSM wajib membeli semua kelengkapan itu dari Vilour.[29]
Manajemen PSM Makassar
Manajemen lama PSM Makassar
- Ilham Arief Sirajuddin: Ketua Umum PSM Makassar (2010)
- Nurmal Idrus: Humas PSM Makassar (2010)
- Hendra Sirajuddin: Manajer PSM Makassar (2010)
- Abdi Tunggal: Manajer Teknik PSM Makassar (2010)
- Syahrir Cakkari: Manajer Bidang Hukum PSM Makassar (2010)
- Faisal Maming: Manajer Umum PSM Makassar (2010)
- Noor Korompot: Manajer Marketing PSM Makassar (2010)
- Suhardi Hamid: Manajer Bidang Keuangan (2010)
Manajemen baru PSM Makassar
- Ilham Arief Sirajuddin: Ketua Umum PSM Makassar
- Syamsul Bachri Sirajuddin: Komisaris PT MC FC
- Mirdan Midding: Manajer Teknik MC FC / PSM Makassar
- Husain Abdullah: Manajer Tim MC FC / General Manager PSM Makassar[30][31]
- Suparno: Juru bicara (Humas) MC FC / PSM Makassar[32][33]
- Fabio B De Oiveira: Asisten Pelatih dan Pemantau bakat MC FC / PSM Makassar
- Robert Roelofsen: Asisten Pelatih MC FC
- Rui Gregorio: Asisten Pelatih MC FC
- Werner Lorant: Asisten Pelatih MC FC
- William Amaral De Andrade: Asisten Pelatih MC FC
- Raja Isa: Pemantau bakat MC FC
- Liestiyadi: Asisten Pelatih
- Herman Kadiyaman: Asisten Pelatih
- Rully Habibie: CEO PSM (2011)
Direktur manajer
- 2010: Andi Ilhamsyah Mattalatta
- 2010: Husain Abdullah
Pelatih kepala
- 22 Agustus 2010 – 6 Januari 2011:
Robert Rene Alberts[34][35] - 13–31 Desember 2010:
Michael Feichtenbeiner[36] - 15 Januari 2011:
Wim Rijsbergen
Status keanggotaan PSM Makassar di PSSI
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan mencoret PSM Makassar dari keanggotaan. Ini terjadi setelah tim berjuluk "Juku Eja" tersebut membelot ke Liga Primer Indonesia (LPI) pada Rabu, 26 Januari 2011. Keputusan PSSI mencoret PSM karena PSM telah mengikuti pertandingan LPI melawan Persema Malang, Sabtu (22/1/2011). Dalam pertandingan tersebut, "Juku Eja" ditekuk 1-2.[37]
Meski para pemilik suara PSSI mengusulkan pemutihan tiga tim yang kini berlaga di Liga Primer Indonesia (LPI), yakni PSM Makassar, Persibo Bojonegoro, dan Persema Malang, namun hasil kongres di hotel Sultan 14 April 2011 hanya memutihkan satu klub saja, yakni PSM Makassar. PSM dapat diputihkan, karena pada saat diberi hukuman, masih sebatas keputusan Komite Eksekutif PSSI. Karena itu, Komite Normalisasi yang saat ini diamatkan mengambil alih tugas dan fungsi Komite Eksekutif PSSI, bisa mencabut sanksi tersebut.
Mengenai dua klub lainnya, yakni Persibo Bojonegoro, dan Persema Malang, mekanismenya berbeda. Dua klub tersebut telah dijatuhi hukuman oleh PSSI dengan tingkatan satu kasta di atas PSM Makassar. Keduanya dihukum melalui mekanisme keputusan kongres pemilihan, yang tentu saja harus diputihkan dalam tingkatan kongres pemilihan.[38]
Pemain
Achmad Hisyam Tolle (2011–2012)
Aditya Putra Dewa (2011–2012)
Andi Muhammad Guntur (2010–2012)
Andi Oddang (2011–2013)
Aswar Syamsuddin (2010–2013)
Cristian Febre (2012–2013)
David Da Rocha (2011)
Deny Marcel (2010–2013)
Djayusman Triasdi (2011)
Fandy Edy (2011)
Goran Šubara (2011)
Hendra Wijaya (2010–2012)
Ilija Spasojevic (2011–2012)
Ismail Haris (2011–2012)
Kahar (2011–2012)
Korinus Fingkreuw (2010–2011)
Kurniawan Karman (2011–2012)
Kwon Jun (2010–2012)
Kurniawan Karman (2012–2013)
Marwan Sayedeh (2011)
Muhammad Rahmat (2011–2012)
Muhammad Rasul (2011–2012)
Anoure Obiora (2012)
Rasyid Bakri (2011–2012)
Richard Knopper (2010–2011)
Ruslan Samuel (2010)[39]
Satrio Syam (2011–2012)
Srećko Mitrović (2011)
Supriyono Salimin (2011)
Syamsul Chaeruddin (2011–2012)
Hasil-hasil pertandingan
- 23 Desember 2010: Makassar City FC ?–? Tim Porda Maros, Stadion Andi Mattalatta Kota Makassar, (Laga Uji Coba)
- 22 Januari 2011: Persema Malang 2–1 PS Makassar, Stadion Gajayana Kota Malang, (Liga Primer Indonesia)
- 30 Januari 2011: PS Makassar 3–0 Aceh United FC, Stadion Andi Mattalatta Kota Makassar, (Liga Primer Indonesia)
- 5 Februari 2011: Batavia Union FC 1–1 PS Makassar, Stadion Tugu Kota Administrasi Jakarta Utara, (Liga Primer Indonesia)
- 12 Februari 2011: PS Makassar 1–1 Real Mataram FC, Stadion Andi Mattalatta Kota Makassar, (Liga Primer Indonesia)
- 19 Februari 2011: Bandung FC 1–1 PS Makassar, Stadion Siliwangi Kota Bandung, (Liga Primer Indonesia)
- 26 Februari 2011: PS Makassar 0–0 Manado United FC, Stadion Andi Mattalatta Kota Makassar, (Liga Primer Indonesia)
- 5 Maret 2011: Tangerang Wolves FC 0–2 PS Makassar, Stadion Benteng Kota Tangerang, (Liga Primer Indonesia)
- 12 Maret 2011: PS Makassar 2–1 Medan Chiefs, Stadion Andi Mattalatta Kota Makassar, (Liga Primer Indonesia)
- 19 Maret 2011: Tangerang Wolves FC 2–0 PS Makassar, Stadion Persikabo Kabupaten Bogor, (Liga Primer Indonesia)
- 26 Maret 2011: PS Makassar 1–4 Jakarta FC 1928, Stadion Andi Mattalatta Kota Makassar, (Liga Primer Indonesia)
- 2 April 2011: Minangkabau FC 1–0 PS Makassar, Stadion Haji Agus Salim Kota Padang, (Liga Primer Indonesia)
- 9 April 2011: PS Makassar 2–0 Semarang United FC, Stadion Andi Mattalatta Kota Makassar, (Liga Primer Indonesia)
- 24 April 2011: PS Makassar 4–0 Persebaya 1927, Stadion Andi Mattalatta Kota Makassar, (Liga Primer Indonesia)
- 30 April 2011: Bali Devata FC 2–3 PS Makassar, Stadion Kapten I Wayan Dipta Kabupaten Gianyar, (Liga Primer Indonesia)
- 7 Mei 2011: PS Makassar 2–0 Persibo Bojonegoro, Stadion Andi Mattalatta Kota Makassar, (Liga Primer Indonesia)
- 14 Mei 2011: PS Makassar 5–1 Cendrawasih Papua FC, Stadion Andi Mattalatta Kota Makassar, (Liga Primer Indonesia)
- 21 Mei 2011: Solo FC 1–4 PS Makassar, Stadion Manahan Kota Surakarta, (Liga Primer Indonesia)
- 28 Mei 2011: PS Makassar 4–1 Bintang Medan FC, Stadion Andi Mattalatta Kota Makassar, (Liga Primer Indonesia)
Lihat pula
Referensi
- ↑ Prasetyo, Hery (7 Januari 2011). "Inilah Klub Peserta LPI". bola.kompas.com. Diakses tanggal 6 Maret 2023.
- ↑ Satria, Abdi (19 April 2020). "Flashback Pemberontakan PSM di ISL 2010-2011". www.bola.com. Diakses tanggal 6 Maret 2023.
- ↑ "PSM Bentuk Tim Baru di Liga Primer Indonesia ". tempo.co. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ Daniel (5 Desember 2010). "PSMPL Tantang PSM U-21 Jadi Lawan Tanding". makassar.antaranews.com. Diakses tanggal 6 Maret 2023.
- ↑ Daniel (13 Desember 2010). "PSMPL Datangkan Tujuh Pemain Baru". makassar.antaranews.com. Diakses tanggal 8 Maret 2023.
- ↑ Atmoko, Ervan Yudhi Tri (13 Januari 2023). "Rekam Jejak Klub Liga Indonesia yang Pernah Mundur di Tengah Kompetisi". www.kompas.com. Diakses tanggal 8 Maret 2023.
- ↑ "Manajemen PSM Mundur Dari ISL". jogja.tribunnews.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "PSM Makassar Bergabung ke LPI". jogja.tribunnews.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Ikut LSI Hanya Hamburkan APBD". jogja.tribunnews.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "PSSI Degradasikan Tiga Klub yang Hijrah ke LPI". sport.detik.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "PSM Makassar Buktikan Janjinya Mundur dari LSI". jogja.tribunnews.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "PSM Resmi Nyatakan Mundur dari ISL". m.jpnn.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Faktor Non-Teknis Sebabkan Manajemen PSM Bubar". m.tribunnews.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Hari Ini Dua PSM Resmi Bergabung". m.tribunnews.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Pemain dan Pelatih PSM Dibingungkan LPI". hariansumutpos.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "PSM Makassar Gelar Seleksi Pemain". viva.co.id. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Batal Pakai Robert, PSM Incar Mantan Bek Belanda". sport.detik.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "22 Pemain Resmi Perkuat PSM di LPI". makassar.antaranews.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "PSM Datangkan Mantan Timnas Korsel". m.antaranews.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Persisam Gagal Dapatkan Dua Penggawa PSM". www.bola.net. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Goran Subara, Pemain Termahal PSM". nasional.kompas.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Pemain Tagih Sisa Gaji". m.jpnn.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- 1 2 3 4 Daniel (31 Desember 2010). "PSMPL Tunjuk Robert Sebagai Pelatih". makassar.antaranews.com. Diakses tanggal 8 Maret 2023.
- ↑ "Manajemen PSM Makassar Kumpul di Mes". m.tribunnews.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Mantan Pelatih PSM Tuntut Sisa Kontrak". makassar.tribunnews.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "PSM Sudah Kantongi Nama Calon Sponsor". bola.net. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Ikut LPI, Sponsor Tambah Dana Buat PSM". sport.detik.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Ilham Arief Sirajuddin, Husain Abdullah, dan Erwin Aksa". data.tempo.co. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Waduh, PSM Terpaksa Tetap Sama Villour". makassar.tribunnews.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ Daniel (11 Desember 2010). "PSMPL akan Rekrut Pemain Luar Sulsel". makassar.antaranews.com. Diakses tanggal 6 Maret 2023.
- ↑ Daniel (11 Desember 2010). "PSMPL Sambut Baik Niat PSM ke LPI". makassar.antaranews.com. Diakses tanggal 6 Maret 2023.
- ↑ Daniel (6 Desember 2010). "PSMPL Rencanakan Launching Tim Awal Januari 2011". makassar.antaranews.com. Diakses tanggal 6 Maret 2023.
- ↑ Daniel (9 Desember 2010). "PSMPL Gunakan Kiper Asing di LPI". makassar.antaranews.com. Diakses tanggal 6 Maret 2023.
- ↑ "Robert Rene Alberts Teken Kontrak di Malang ". www.tempo.co. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Batal Pakai Robert PSM Incar Mantan Bek Belanda". www.tempo.co. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ Daniel (7 Desember 2010). "PSMPL Rencana Rekrut Pemain PSM U-21". makassar.antaranews.com. Diakses tanggal 6 Maret 2023.
- ↑ "PSSI Coret PSM Makassar". m.antaranews.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ "Ini Alasan Komite Normalisasi Hanya Putihkan PSM Makassar". m.tribunnews.com. 30 March 2025. Diakses tanggal 4 January 2015.
- ↑ Yusran (24 Desember 2010). "PSM Premier League". makassar.antaranews.com. Diakses tanggal 6 Maret 2023.
| Tim |
| ||||
|---|---|---|---|---|---|
| Musim | |||||
Penyelenggara: PT Liga Prima Indonesia Sportindo | |||||
Tim Liga Primer Indonesia (2011) | |
|---|---|
| Tim nasional | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kompetisi klub |
| ||||||
| Kompetisi kelompok umur |
| ||||||
| Kompetisi wanita | |||||||
| Kompetisi futsal | |||||||
| Kompetisi internasional | |||||||
| Kompetisi yang tidak aktif |
| ||||||