Lucky Avianto (lahir 2 Oktober 1974) adalah seorang jenderal TNI-AD yang saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III[1], sejak 26 Maret 2026. Sebelumnya, beliau adalah Panglima Komando Daerah Militer XXIV/Mandala Trikora[2] dan dipercaya memimpin Operasi Habema, sebuah operasi militer yang bertujuan untuk mengekang pengaruh gerakan separatis Papua di wilayah tersebut, sejak tahun 2024.[3]
Kehidupan Awal, Pendidikan, dan Kehidupan Pribadi
Lucky lahir di Jakarta pada 2 Oktober 1974 sebagai putra H.R. Slamet Iswadi, seorang letnan kolonel angkatan darat. Lucky menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di kompleks perumahan militer di Jakarta Barat. Didikan sebagai anak tentara memengaruhinya untuk bergabung dengan angkatan darat.[4] Setelah menyelesaikan pendidikan SMP di SMP Negeri 45 Jakarta, Lucky menjadi angkatan pertama di SMA Taruna Nusantara, sebuah sekolah berasrama semi-militer milik angkatan bersenjata, pada tahun 1990. Ia mulai rutin menulis buku harian dalam bahasa Inggris dan mendokumentasikan kehidupan sehari-harinya selama masa SMA.[5]
Lucky memulai pendidikan militernya di Akademi Militer pada tahun 1993. Selama studinya, Lucky terpilih untuk mengikuti program pertukaran kadet ke Australia karena kemampuan bahasa Inggrisnya yang mumpuni.[5] Kemudian, ia lulus dari akademi militer pada tahun 1996 dengan predikat "Adhi Makayasa" sebagai lulusan terbaik di kelasnya.[6] Ia ditugaskan sebagai letnan dua korps infanteri sebelum mengikuti beberapa kursus militer jangka pendek di bidang infanteri, intelijen tempur, terjun payung, dan bahasa Inggris. Setelah menyelesaikan pendidikan komando, Lucky bergabung dengan pasukan elit angkatan darat, Kopassus.[5]
Lucky memperoleh gelar sarjana di bidang ilmu pemerintahan dari Universitas Jenderal Achmad Yani pada tahun 2012 dan gelar magister di bidang ilmu administrasi dari Universitas Krisnadwipayana pada tahun 2018. Ia menerima predikat "cum laude" untuk kedua gelarnya.[7]
Lucky menikah dengan Dian Pujiwati dan memiliki empat anak perempuan.[7][8]