Paus Florence
Pada 9 November 1970,[3] seekor paus sperma sepanjang 14 m (45 ft) terdampar di pantai Florence di Pantai Oregon bagian tengah.[4][5] Berat bangkainya diperkirakan mencapai 7.300 kg (8 ton pendek; 16.000 pon).[6] Pada saat itu, pantai Oregon berada di bawah yurisdiksi Divisi Jalan Raya negara bagian, yang, setelah berkonsultasi dengan Angkatan Laut Amerika Serikat, memutuskan untuk memindahkan paus tersebut menggunakan dinamit – dengan asumsi potongan-potongan yang dihasilkan cukup kecil untuk dimakan oleh hewan pemakan bangkai.
George Thornton, insinyur yang bertanggung jawab atas operasi tersebut, mengatakan kepada seorang pewawancara bahwa ia tidak yakin berapa banyak dinamit yang dibutuhkan, dan mengatakan bahwa ia dipilih untuk memindahkan paus tersebut karena atasannya sedang berburu. Muatan 450 kg (setengah ton pendek) dinamit ditetapkan.[7][8] Seorang veteran militer dengan pelatihan bahan peledak yang kebetulan berada di daerah tersebut memperingatkan bahwa dua puluh kotak dinamit yang direncanakan terlalu banyak, dan 20 batang (3,8 kg atau 8,4 lb) dinamit dianggap sudah cukup,[9] tetapi nasihatnya tidak diindahkan.[4]
Dinamit tersebut diledakkan pada tanggal 12 November pukul 15.45.[3] Seorang juru kamera, Doug Brazil, memfilmkannya untuk sebuah cerita oleh reporter berita Paul Linnman dari KATU-TV di Portland, Oregon. Dalam sulih suaranya, Linnman berkelakar bahwa "land-lubber newsmen" (wartawan daratan) menjadi "'land-blubber newsmen' (wartawan penuh "lemak") [...] karena ledakan itu melontarkan lemak paus melampaui batas-batas yang bisa dipercaya".[7] Ledakan itu menyebabkan potongan-potongan besar lemak paus jatuh di dekat gedung-gedung dan di tempat parkir yang agak jauh dari pantai. Hanya sebagian paus yang hancur; sebagian besar tetap berada di pantai untuk dibersihkan oleh pekerja Divisi Jalan Raya Oregon. Dalam laporannya, Linnman juga mencatat bahwa burung pemakan bangkai, yang diharapkan akan memakan sisa-sisa bangkai paus setelah ledakan, tidak muncul karena mereka mungkin ketakutan oleh suara tersebut.
Beberapa hari sebelum ledakan, seorang ahli bahan peledak lokal membeli sebuah mobil baru dalam promosi "Get a Whale of a Deal". Mobil tersebut rusak akibat serpihan lemak yang jatuh.[4]
Mengakhiri ceritanya, Linnman mencatat bahwa "Dapat disimpulkan bahwa, jika seekor paus terdampar lagi di Lane County, mereka yang bertanggung jawab tidak hanya akan mengingat apa saja yang perlu dilakukan, tetapi juga apa saja yang tidak perlu dilakukan." Ketika 41 paus sperma terdampar di dekat lokasi kejadian pada tahun 1979, petugas taman negara bagian membakar dan mengubur mereka.[10]
Pada hari yang sama, Thornton mengatakan kepada Eugene Register-Guard, "Semuanya berjalan sesuai rencana. [...] Hanya saja, ledakannya justru membuat lubang di pasir tepat di bawah paus, dan beberapa bongkahan dagingnya kemudian terlempar kembali ke arah para penonton dan mobil mereka."[11]
Beberapa bulan setelah insiden tersebut, Thornton dipromosikan ke kantor Medford dan bertugas di posisi itu hingga pensiun. Ketika Linnman menghubunginya pada pertengahan 1990-an, sang reporter mengatakan bahwa Thornton merasa operasi itu secara keseluruhan berhasil, tetapi diubah menjadi bencana humas oleh pemberitaan media yang memojokkan.[12]
Siuslaw Pioneer Museum menyimpan fragmen tulang paus yang meledak di Florence, yang disebut "momen paling terkenal di Florence" oleh pers lokal.[13] Saat ini, kebijakan Departemen Taman Negara Bagian Oregon adalah mengubur bangkai paus di tempat mereka terdampar. Jika pasirnya tidak cukup dalam, mereka akan dipindahkan ke pantai lain.[14]
Kembali populer
Kisah ini kembali mendapat perhatian publik yang luas berkat penulis Dave Barry dalam kolomnya di Miami Herald pada 20 Mei 1990, ketika ia menulis bahwa ia memiliki rekaman video dari peristiwa tersebut. Barry menulis: "Di sini, di institut, kami sering menontonnya, terutama di pesta-pesta." Beberapa waktu kemudian, Divisi Jalan Raya Negara Bagian Oregon mulai menerima telepon dari media setelah versi ringkas artikel tersebut tersebar di forum-forum daring (bulletin boards) dengan judul "The Far Side Comes to Life in Oregon" (The Far Side Menjadi Hidup di Oregon). Salinan artikel Barry yang tidak mencantumkan sumber itu tidak menjelaskan bahwa peristiwanya telah terjadi sekitar 25 tahun sebelumnya. Barry kemudian bercerita bahwa, cukup sering, seseorang akan mengirim ulang kolom tulisannya sendiri kepadanya dan menyarankan agar ia menulis tentang insiden tersebut.[15] Akibat tidak adanya informasi-informasi ini, sebuah artikel di buletin TranScript milik ODOT (Departemen Transportasi Oregon) mencatat bahwa:
Kami mulai menerima telepon dari reporter-reporter penasaran di seluruh negeri tepat setelah berita di forum daring itu muncul," kata Ed Schoaps, koordinator humas untuk Departemen Transportasi Oregon. "Mereka mengira pausnya baru saja terdampar, dan sedang bersemangat meliput kesalahan konyol pemerintah terkait paus tersebut. Mereka kecewa karena ternyata cerita itu sudah berdebu selama dua puluh lima tahun."
Schoaps telah meladeni telepon dari para reporter dan orang-orang yang sekadar penasaran dari Oregon, San Francisco, Washington, D.C., dan Massachusetts. The Wall Street Journal menelepon, dan majalah Governing yang berbasis di Washington, D.C. meliput legenda abadi tentang paus yang terdampar itu di edisi bulan Juni-nya. Dan telepon terus berdering. "Saya rutin menerima telepon terkait kisah ini," kata Schoaps. Teleponnya telah menjadi hotline lemak paus untuk ODOT, tambahnya. "Saya heran orang-orang masih saja menelepon terkait kisah ini setelah hampir dua puluh lima tahun."[8]
Rekaman KATU itu kemudian muncul kembali sebagai fail video di beberapa situs web dan menjadi video viral.[16] Sebuah studi pada tahun 2006 menemukan bahwa video tersebut telah ditonton 350 juta kali di berbagai situs web.[17] Pada tahun 2020, penduduk Florence melakukan pemungutan suara untuk menamai sebuah area rekreasi baru sebagai "Exploding Whale Memorial Park" (Taman Peringatan Paus Meledak) untuk mengenang insiden tersebut;[18] di sana juga terdapat sebuah plakat peringatan.[1] Untuk peringatan 50 tahun peristiwa itu, KATU mengambil rekaman asli 16 mm dari arsip mereka, dan merilis edisi remaster dari laporan berita tersebut dalam resolusi 4K.[19] Untuk turut memperingati hari jadi itu, para warga setempat dilaporkan mengunjungi pantai dan berpakaian seperti paus.[1]
Florence merayakan Exploding Whale Day (Hari Paus Meledak) setiap tahun di Exploding Whale Memorial Park (Taman Peringatan Paus Meledak). Pada tahun 2024, masyarakat diundang untuk membangun altar bagi paus yang meledak tersebut.[20]