Place in Provinsi Cape Barat, 23x15px|border |alt=|link= Afrika Selatan{{SHORTDESC:Place in Provinsi Cape Barat, 23x15px|border |alt=|link= Afrika Selatan|noreplace}}
Kota ini adalah pelabuhan besar di pinggir Samudra Atlantik. Dia mempunyai hubungan kereta api yang baik dengan daerah pedalaman. Letaknya di kaki Gunung Meja. Di kota ini terdapat Gedung Parlemen (1886) dan Universitas Cape Town (1916).
Cape Town didirikan orang Belanda dengan nama Kaapstad pada tahun 1652 dan direbut Britania Raya pada tahun 1806.
Cape Town digunakan oleh penjajah inggris menjadi suatu pelabuhan untuk penjajah inggris yang telah pulang dari India.
Kota ini memiliki pertumbuhan penduduk yang lambat, menyebabkan keterbatasan buruh. Hal itu menyebabkan otoritas lokal mengimpor orang-orang diperbudak dari Indonesia dan Madagaskar. Mayoritas dari mereka menjadi nenek moyang dari komunitas Orang Kulit Berwarna Tanjung dan Orang Melayu Tanjung.[6]
Di bawah kepemimpinan Van Riebeeck, dan penerus-penerusnya, memperkenalkan berbagai jenis buah agrikultur ke sana. Beberapanya seperti anggur, kacang tanah, kentang, apel, dan jeruk, berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian di wilayah tersebut.[7]
Pada 1795, Britania Raya berhasil menguasai Cape Town sebelum dikembalikan melalui perjanjian pada 1803. Namun Britania Raya merebut kembali Cape Town pada 1806. Di bawah kekuasaan Britania Raya, kota ini juga mulai mengubah karakternya dan menunjukkan pengaruh Inggris yang semakin besar. Imigran dari Kepulauan Inggris mulai bermukim dalam jumlah yang lebih besar. Perbudakan akhirnya dilarang oleh otoritas Inggris pada tahun 1834
Periode Afrika Selatan
Pada 1910, Britania Raya membentuk Uni Afrika Selatan. Cape Town dijadikan sebagai ibu kota dari uni tersebut.
Cape Town adalah pusat ekonomi Tanjung Barat dan Afrika Selatan. Kota ini juga merupakan pusat ekonomi terbesar ketiga di Afrika. Kota ini merupakan rumah dari Bursa Efek Cape Town, bursa efek terbesar kedua di Afrika Selatan setelah Bursa Efek Johannesburg.
Pada bulan Juni 2025, Cape Town menjadi kota dengan pendapatan rumah tangga tertinggi di Afrika Selatan dengan margin signifikan, serta kota dengan tingkat pengangguran terendah di negara tersebut, dan pasar properti dengan kinerja terkuat.[9]
Transportasi
Udara
Terminal Bandar Udara Internasional Cape Town
Bandar Udara Internasional Cape Town merupakan bandara terbesar kedua di Afrika Selatan dan berperan sebagai gerbang bagi pelancong menuju Tanjung, baik domestik ataupun manca negara
Laut
Cape Town memiliki sejarah panjang sebagai kota pelabuhan, sehingga dijuluki sebagai "Tavern of the Seas" dan "Tavern of the Indian Ocean."[10]
Pelabuhan Cape Town terketak di Teluk Meja. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan terbesar di Tanjung Barat terletak di koridor pekayaran tersibuk di dunia, dan tempat persinggahan untuk barang dalam perjalanan menuju Latin Amerika dan Asia, serta menjadi tempat masuk barang ke pasar Afrika Selatan. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan terbesar di Tanjung Barat dan terbesar kedua setelah Durban.
Metrorail mengoperasikan layanan kereta komuter di Cape Town dan sekitarnya. Metrorail terdiri dari 97 stasiun yang tersebar di pinggiran kota.
Jalan nasional N2 menuju pusat kota
Cape Town merupakan tempat munculnya jalan nasional ("N"), yakni N1, N2, dan N7. Kota ini juga dihubungin oleh jalan regional ("R"), seperti R27, R44, R302, R102, R27, R304, R307, dan R310. Seperti kota di Afrika Selatan pada umumnya, terdapat jalan metropolitan ("M"), seperti M3, M5, M3, dan M68.
Cape Town juga dilayani oleh jalur bus raya terpaduMyCiTi yang berjalan dari utara ke selatan di pesisir barat kota.
↑"Sister cities partnership agreements" (dalam bahasa English). City of Cape Town. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-04. Diakses tanggal 20 March 2020.Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Pranala luar
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cape Town.