Jenis
Kopi gayo merupakan varietas kopi arabika yang menjadi salah satu komoditas unggulan yang berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Kopi ini telah mendapatkan Fair Trade Certified™ dari Organisasi Internasional Fair Trade pada tanggal 27 Mei 2010, Kopi gayo menerima sertifikat IG (Indikasi Geografis) diserahkan oleh Kemenkumham RI. Kemudian pada Event Lelang Special Kopi Indonesia tanggal 10 Oktober 2010 di Bali, kembali kopi arabika gayo memperoleh peringkat tertinggi saat cupping score. Sertifikasi dan prestasi tersebut kian memantapkan posisi kopi gayo sebagai kopi organik terbaik dunia.
Kopi Jangkat atau Kopi Robusta Merangin merupakan varietas kopi robusta yang menjadi salah satu komoditas unggulan dari daerah dataran tinggi kabupaten Merangin, provinsi Jambi. Kopi ini dianugerahi sebagai kopi robusta terbaik tingkat nasional dalam kompetisi pengolahan full wash, pada event Specialty Coffe Association of Indonesia (SCAI) Expo 2018, di Grand Inna Bali Beach Sanur Hotel Bali. Kemudian, di kompetisi pengolahan honey pada event SCAI 2019, di IBIS Hotel Bandung Jawa Barat, Kopi Jangkat kembali meraih penghargaan sebagai kopi robusta terbaik tingkat nasional.
Kopi ini dibudidayakan di Kuala Tungkal, unik dan khasnya kopi Liberika Tungkal Komposit ini lantaran dibudidayakan di daerah gambut dengan tingkat keasaman yang cukup tinggi.[1] Saat ini, kopi Liberika Tungkal di budidayakan oleh masyarakat kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Pada umumnya masyarakat Kecamatan Betara mengolah kopi sampai pada tahap green bean. Hal ini disebabkan karena alat pengolahan kopi masih terbatas. Untuk produk dalam bentuk green bean asalan, masyarakat biasa mengolah secara mandiri.[2] Kopi Liberika Tungkal telah meraih pengakuan Hak Paten dan Sertifikat Indikasi Geografis dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia[3] pada Rangkaian acara Hari Dharma Karyadhika Tahun 2015 di gedung Kementrian Hukum dan HAM.[4]
Sidikalang Coffee, tak hanya warga Indonesia namun hingga saat ini Kopi Sidikalang masih menjadi favorit penikmat minuman kopi mancanegara. Melalui proses tradisional, kenikmatan Kopi Sidikalang memang jelas berbeda dari kopi-kopi lainnya. Kandungan kafein yang ada di Kopi Sidikalang mampu membuat peminumnya tahan begadang satu harian. Karena pamor tersebut juga maka Sidikalang yang merupakan ibukota dari Kabupaten Dairi disebut Kota Kopi.
Tak hanya nikmat, Kopi Mandailing memang memiliki ciri khas baik pada aroma maupun cita rasanya. kopi arabica luwak yang berasal dari Kabupaten Mandailing ini digemari oleh para penikmatnya yang tak hanya berasal dari Sumatera Utara saja. Lain lagi dengan salah satu kopi dari Mandailing, terkenal sebagai kota Salak, Madina juga punya kopi unik terbuat dari biji buah Salak. Penyajian Kopi Mandailing yang paling unik adalah Kopi Takar, menggunakan batok kelapa sebagai wadah dari minuman khas Mandailing ini.
Lintong Ni Huta adalah nama sebuah daerah di Kabupaten Humbang Hasundutan. Karena berasal dari sana, maka Kopi Silintong menjadi identitas dari kopi arabica yang satu ini. Kualitas Kopi Lintong sudah sangat terkenal hingga ke mata dunia dan menjadi trade mark pasaran internasional dengan nama Sumatra Linthong Arabica Coffee, sehingga banyak digilai oleh para penikmat kopi. Pada umunya para petani menanam kopi berjenis Arabica.
Sipirok, kota kecil di Tapanuli Tengah. Selain terkenal dengan beberapa objek wisata di sekitarnya, Kopi Sipirok adalah minuman yang harus anda coba. Menurut penuturan penikmati kopi, Kopi Sipirok bukanlah kopi biasa, kandungannya yang jauh dari asam. Kopi Sipirok semakin digilai karena kenikmatannya, oleh karena itu pula kopi luwak Sipirok disebut sebagai the world's finest unwashed arabica
Kopi dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara ini sudah diakui sebagai kopi kualitas terbaik di dunia berdasarkan penilaian pada proses pemetikan, penjemuran dan juga pengolahan yang sangat detil sehingga menghasilkan kopi bermutu tinggi. Kenikmatan Kopi Tarutung baik Kopi Luwak maupun Kopi Ateng juga benar-benar menggoda,
Tidak banyak yang tahu bahwa Rejang Lebong - Bengkulu merupakan Kabupaten yang selalu masuk peringkat 5 besar Produsen Kopi di Indonesia, Sumber data Badan Pusat Statistik Indonesia Tahun 2020 mencatat Produksi Kopi Bengkulu sebesar 62.566 Ton dengan luasan Produktivitas 821 Ha.
Kopi Kerinci dikenal memiliki cita rasa yang khas, dengan karakter utama yang cenderung fruity menyerupai rasa buah lemon yang asam segar. Bagian aftertaste-nya umumnya memberikan sensasi manis yang bertahan cukup lama.[5]
Dari segi body, kopi ini tergolong tebal. Sementara itu, aromanya memiliki kemiripan dengan kopi Indonesia pada umumnya, yaitu aroma rempah-rempah khas dengan sentuhan cokelat.[5]
Kopi Kerinci pernah meraih medali perunggu pada ajang Gourmet at the Salon International de l’Agroalimentaire di Prancis.[5][6]