Kopi Sunda Hejo merupakan salah satu kopi asal Tatar Sunda, yang kini ditanam oleh paguyuban tani wilayah pegunungan di daerah Bandung.[butuh rujukan] Biji kopi ini termasuk ke dalam jenis biji kopi Arabica dengan rasa yang sedikit manis dan dikenal lebih nikmat dari kopi lain, serta memiliki kafeina yang lebih rendah dari biji kopi lain.[butuh rujukan] Sunda Hejo diolah dengan cara mengambil buahnya, kemudian difermentasikan dalam waktu 1 malam.[butuh rujukan] Setelah tercuci, hasil fermentasi tersebut dikeringkan di dalam rumah bambu hingga menjadi biji kopi.[1] Sunda Hejo disebut-sebut sebagai kebangkitan dari kopi priangan yang sebelumnya pernah ada pada masa kolonial.[butuh rujukan]
Seberapa banyak orang mengenal jenis kopi ini? Inilah yang menjadi permasalahan bagi kopi Sunda Hejo. Pasalnya, kopi Sunda Hejo sering kali menjadi pengganti identitas kopi asal Sumatra dan Bali di kedai-kedai kopi tertentu.[butuh rujukan] Kopi ini masih terbilang asing, sehingga pengusaha kopi tidak jarang memakai kopi Sunda Hejo yang pada akhirnya dinamakan sebagai kopi Sumatra atau Bali di daftar menu.[butuh rujukan] Petani yang menanam jenis kopi ini juga sering kali mendapatkan upah yang tidak seimbang dengan apa yang mereka kembangkan.[butuh rujukan] Selain itu, dalam distribusi penanamannya kopi Sunda Hejo juga diawali dengan pembelajaran terhadap petani terlebih dahulu, karena mereka masih belum mendapatkan wawasan yang cukup untuk menanam kopi sebelumnya[butuh rujukan]