Kitaca (キタカcode: ja is deprecated , Kitaka) adalah sistem tiket kartu pintar nirkontak isi ulang untuk transportasi umum di Sapporo, Jepang. Sistem ini diluncurkan pada 25 Oktober 2008 dan dikelola oleh Perusahaan Kereta Api Hokkaido. Nama kartu ini merupakan gabungan dari kata "kita" (bahasa Jepang yang berasal dari bahasa Inggris) dan "card" (kata pinjaman dari bahasa Inggris). 北 juga merupakan karakter pertama dari kata "kita" (bahasa Jepang yang berasal dari bahasa Inggris). Seperti sistem pengumpulan tarif elektronik lainnya di Jepang, kartu ini menggunakan teknologi RFID yang dikembangkan oleh perusahaan Sony yang dikenal sebagai FeliCa. Maskot kartu ini adalah ezo momonga (Pteromys volans orii), sejenis tupai terbang yang ditemukan di Hokkaido, dan dirancang oleh Sora, seorang ilustrator yang tinggal di Sapporo.[1]
Hingga akhir Agustus 2022, jumlah kartu yang diterbitkan mencapai sekitar 1,96 juta.[2]
Area yang dapat digunakan
Per Maret 2024, 69 stasiun di wilayah Sapporo-Asahikawa, serta 6 stasiun di wilayah Hakodate termasuk stasiun tanpa petugas, menerima Kitaca pada jalur-jalur berikut.[3]
Kitaca terdaftar: Membutuhkan registrasi. Kartu dapat diterbitkan ulang jika hilang.
Kartu komuter Kitaca: Membutuhkan registrasi.
Fungsi kartu kredit juga dipertimbangkan. North Pacific Bank, bank lokal terbesar di Hokkaido, mempertimbangkan untuk memasukkan fungsi Kitaca ke dalam kartu kreditnya "Clover". Rencana untuk memperkenalkan sistem pembayaran seluler yang sesuai dengan Osaifu-Keitai dibatalkan karena biaya.[4]
Interoperasi
Peta interoperasi
Pada tahun 2009, Kitaca menjadi dapat dipertukarkan dengan Suica milik JR East, termasuk penggunaan fungsi uang elektronik.[5] Sejak akhir tahun 2012, kartu ini juga dapat digunakan sebagai pengganti SAPICA, sebuah sistem kartu pintar yang diperkenalkan pada tahun 2009 oleh Biro Transportasi Kota Sapporo.[6]
Pada tahun 2013, interoperabilitas diperluas ke seluruh negeri, dan Kitaca dapat digunakan di semua kota besar di Jepang sebagai bagian dari Layanan Penggunaan Bersama Nasional.[7][8]