Sinopsis
Kamila senang sekali akhirnya bisa mengandung anaknya Fadil. Karena sebelumnya Fadil dinyatakan infertil. Namun, dokter mengatakan kalau embrio di dalam rahimnya sangat lemah dan berpotensi mengalami keguguran dalam trimester pertama. Di satu sisi Kamila sangat senang akan berita kehamilannya, tetapi di sisi lain ia juga tidak berani mengatakan kondisinya pada Fadil dan keluarganya karena takut mereka kecewa. Sesampainya di rumah, ternyata Fadil memberi tahu Kamila bahwa ia ditugaskan selama 2 minggu di tenda pengungsian di Sulawesi.
Menjelang hari kepulangan Fadil, betapa terkejutnya Kamila setelah mendapat kabar kalau hotel tempat Fadil menginap di bom, dan Fadil menjadi salah satu korbannya. Kamila tidak bisa memercayainya, apalagi mayat Fadil tidak ditemukan. Taufan, satu-satunya orang yang tahu akan kondisi kehamilan Kamila meminta Kamila untuk tetap tenang menjaga kehamilannya dan Taufan menawarkan diri untuk mencari Fadil. Edo membujuk Kamila untuk menikahinya. Kamila menolak, karena kamila sedang mengandung anak Fadil.
Seluruh anggota keluargapun sangat terkejut mendengarnya. Ucapan Kamila tentu saja menimbulkan tanda tanya besar, karena bagaimana mungkin Kamila sedang mengandung sedangkan Fadil sudah meninggal. Ambar pun sangat berang dan mengusir Kamila dari rumah.