Pembantu pribumi di rumah orang Belanda pada tahun 1880-anPoster yang menggambarkan pembantu rumah tangga berseragam ala Barat
Pekerja rumah tangga (disingkat PRT), asisten rumah tangga (disingkat ART) atau pembantu rumah tangga (sering disebut pembantu) adalah orang yang bekerja di dalam lingkup rumah tangga majikannya.[1][2] Di Indonesia saat masa penjajahan Belanda, pekerjaan pekerja rumah tangga disebut baboe (dibaca "babu"), sebuah istilah yang kini kerap digunakan sebagai istilah berkonotasi negatif untuk pekerjaan ini.
Pekerjaan adalah individu yang bekerja dilingkup rumah tangga majikan yang dimana imbalannya berupa upah. Secara hukum Indonesia pekerjaan rumah tangga didefinisikan sebagai orang yang bekerja pada suatu beberapa keluarga[3] untuk tugas domestik.
Jenis pekerjaan
Pekerja rumah tangga mengurus pekerjaan rumah tangga seperti memasak serta menghidangkan makanan, mencuci, membersihkan rumah, dan mengasuh anak-anak. Di beberapa negara, pembantu rumah tangga dapat pula merawat orang lanjut usia yang mengalami keterbatasan fisik.
Jenis pekerjaan juga menangani pekerjaan hari- hari biasannya seperti membersihkan rumah (menyapu, mengepel, memberihkan debu debu, dan menyikat kamar mandi). Merawat pakaian (mencuci baju, menyeterika baju,menyimpan pekaian kelemari).
Pembantu rumah tangga sedang memasak
Di beberapa negara, karena adanya kesenjangan ekonomi yang tinggi dan minimnya kesempatan kerja, sebuah keluarga kelas menengah 'urban' sanggup memperkerjakan "pembantu seumur hidup". Banyak negara mendatangkan pekerja rumah tangga dari luar negeri. Negara semacam itu termasuk kebanyakan negara di Timur Tengah, Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan Taiwan. Sumber utama pekerja rumah tangga mencakup Filipina, Thailand, Indonesia, Sri Lanka, dan Ethiopia. Taiwan juga mendatangkan pekerja rumah tangga dari Vietnam dan Mongolia.
Potret sehari-hari pada masa kolonial. Tugas seorang "baboe" (PRT) dapat mencakup pula mengasuh anak yang masih kecil.