Sinopsis
Angel, gadis remaja cantik yang selalu bersemangat dan ceria walaupun ia seorang tunarungu. Angel tidak pernah minder dengan kekurangannya, karena kedua orang tuanya, Martin dan Dewi selalu membesarkan hati Angel bahwa Angel tidak berbeda dengan anak-anak yang lain. Berkat bimbingan ibunya, Angel pun pandai bermain piano.
Karena prestasi Angel yang luar biasa, pihak sekolah merekomendasikan Angel untuk bersekolah di sekolah biasa agar bisa berbaur dengan teman-teman sebayanya. Awalnya, orang tua Angel khawatir anak mereka akan dijahili di sekolah. Namun, semangat Angel memudarkan keraguan Martin dan Dewi sehingga Angel pun berhasil masuk ke sekolah tersebut.
Sayangnya, Dewi tidak dapat mendampingi hari-hari Angel bersekolah. Dewi meninggal dunia karena tabrak lari. Angel benar-benar sangat kehilangan. Angel pun berusaha tegar saat menjalani hari-hari di sekolah. Kebahagiaan Angel di sekolah sempat terusik karena sikap beberapa temannya yang kurang bisa menerima kondisi dirinya yang tidak bisa mendengar dan berbicara dengan sempurna.
Terutama geng "Ungu-Unyu" yang terdiri dari Lola, Karin, dan Maya yang selalu mengganggunya. Namun, Angel selalu bersikap baik terhadap mereka. Angel pun tidak mau melaporkan kenakalan teman-temannya pada ayahnya, karena Angel sangat bahagia sekolah di sana.
Ia juga memiliki dua orang teman, Nasya dan Hendri yang setia menemani dan membantunya untuk lolos dari kejahilan Lola dan teman-temannya. Ada juga Armi, cowok pintar dan populer di sekolah dan dua rekannya Vigo dan Renov yang sangat perhatian kepada Angel. Geng Ungu-Unyu semakin tidak suka akan kehadiran Angel, apalagi Angel yang jago bermain piano terancam menggeser posisi Lola untuk mengikuti kompetisi bermain piano yang gurunya adalah kakak Lola sendiri, Ferly.