Kembang merak (Caesalpinia pulcherrima) atau patrakomala adalah tanaman asli dari iklim subtropis dan juga tropis asli benua Amerika. Kembang merak memiliki batang yang kokoh, daun yang lebar dengan warna hijau tua, dan bunga yang berwarna cerah dengan bentuk yang mirip dengan mahkota. Namun, yang paling mencolok adalah bulu ekor jantannya, yang terdiri dari bulu-bulu berwarna biru kehijauan dengan cacat panjang yang berkilau dan mencolok.
Kembang merak sering digunakan dalam industri kosmetik untuk menghasilkan produk perawatan kulit, seperti sabun dan minyak aromaterapi. Ekstrak kembang merak dikenal karena kemampuannya menghidrasi dan meremajakan kulit, serta memberikan efek melembutkan dan mencerahkan.
Kembang merak biasanya tumbuh di daerah beriklim tropis dan subtropis. Tanaman ini lebih menyukai sinar matahari penuh dan tanah yang subur dan lembap. Selain itu, kembang merak juga membutuhkan perawatan yang baik, termasuk pemupukan yang teratur dan penyiraman yang cukup
Tumbuhan ini merupakan perdu yang mempunyai tinggi 2-4 meter serta mempunyai banyak cabang.[3] Kayunya berwarna putih dan padat.[3]
Daun
Daunnya sendiri merupakan daun majemuk yang mempunyai bentuk meyirip genap serta ganda dua dengan 4-12 pasang anak daun yang bentuknya bulattelursungsang, berujung bulat, pangkal menyempit, tepi rata, dan permukaan atas berwarna hijau, sedang permukaan bawahnya berwarna hijau kebiruan dengan panjang 1-3,5 cm dan lebar 0,5-1,5 cm.[3] Pada malamhari daun akan menguncup.[3]
Tumbuhan ini memiliki bunga majemuk yang panjangnya 15–50cm, warnaya merah atau kuning.[3]Mahkota bunganya bisa mengalami metamorfosis menjadi tabung mahkota.[4]
Buah
Adapun buah dari kembang merak adalah kacang polong yang bentuknya pipih dengan panjang 6–12cm dan lebar 1,5cm berisi 1-8 biji yang bisa kita makan.[3] Buah yang sudah tua akan berwarna hitam.[3]