Kayu ules atau puteran (Nama ilmiah: Helicteres isora) adalah pohon kecil atau semak besar yang ditemukan di Asia selatan dan Oseania utara. Bunga merahnya diserbuki terutama oleh burung matahari, kupu-kupu, dan serangga Hymenoptera.[2][3][4][5] Pada abad ke-19, serat dari kulit kayunya digunakan untuk membuat tali dan karung, meskipun sekarang pohon ini dipanen untuk buah dan akarnya yang digunakan dalam pengobatan tradisional.[6]
Nama-nama
Sansekerta - Avartani, avartphala
Hindi - Marorphali (मरोड़ फली), bhendu, jonkphal
Bahasa Inggris - Indian screw tree, East Indian screw tree, deer's horn
Nama-nama vernakular lainnya termasuk mochra, mudmudika, kurkurbicha, sinkri, valumbari, yedamuri, pita barangda, balampari, guvadarra, pedamuri, ishwarmuri, murmuriya, dan vurkatee.[3][8][4][9][5] Di Indonesia disebut kayu ules atau ulet-ulet di Jawa.[10] Dalam Bahasa Odia disebut Modi modika (ମୋଡି ମୋଡ଼ିକା)
Deskripsi
H. isora adalah pohon kecil atau perdu besar, tingginya lima hingga delapan meter. Kulit batangnya berwarna abu-abu dan daunnya tersusun berselang-seling, berbulu, berbentuk oval dengan tepi bergerigi. Bunganya berwarna merah bata atau merah jingga, dan buahnya berwarna hijau saat mentah, cokelat atau abu-abu saat kering, dan berpilin, dengan "sekrup" di ujungnya yang runcing. Biji tumbuhan ini berwarna hitam atau cokelat dan sangat mengkilap, berbentuk belah ketupat, dan persegi panjang atau segitiga.[3][4][9][5] Burung penyerbuk bunganya antara lain burung Argya striata, cica daun dahi emas, srigunting kelabu, dan srigunting perut putih.[11]
Buah kering
Buah kayu ules di Suaka Margasatwa Kambalakonda, Visakhapatnam
Buah kayu ules yang kering dan pecah (dengan skala sentimeter)
Bunga
Bunga
Persebaran
H. isora adalah tumbuhan tropis Asia. Tumbuhan ini ditemukan di seluruh India dan Pakistan, Nepal, Myanmar, Thailand, dan Sri Lanka. Namun, tumbuhan ini tumbuh berkelompok di hutan gugur kering di India tengah dan barat di lereng bukit. Tumbuhan ini juga ditemukan di Semenanjung Malaya, Jawa,[10] dan Australia.[3][4][9]
Kepentingan ekonomi
Buahnya diekspor dari India ke 19 negara, dengan nilai 36 bulan sebesar US$274.055. Di tingkat petani, pemanen lokal menerima 0,3 US$ per kg, sedangkan di luar negeri dapat dijual dengan harga 2 US$.[6]
Buah dan akarnya digunakan dalam sistem pengobatan tradisional Asia, Irak, dan Afrika Selatan, yang mana dipercaya memiliki nilai dalam pengobatan berbagai macam kondisi termasuk gangguan pencernaan, diabetes melitus, kanker, dan infeksi.[3][4][6] Tampaknya belum ada investigasi ilmiah mengenai kepercayaan ini. Namun, studi laboratorium telah mengkonfirmasi bahwa bakteri dan sel kanker mungkin kurang mampu bertahan hidup dengan adanya ekstrak buahnya.[14][16][17] Studi pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak akarnya dapat meningkatkan toleransi glukosa pada tikus diabetes.[18][19]
12345Warrier, P. K., Nambiar, V. P. K., & Ramankutty, C. (1994). Indian medicinal plants: A compendium of 500 species (Vol. 3). Orient Blackswan. 132-135
12345Ahuja BS. Medicinal plants of Saharanpur (1965), Vedicbooks.net, 40-41
123Trivedi PC, Ethanobotany,2002; Sur, RR and Halder AC; 146-168
123Cunningham, A.B.; Ingram, W.; Brinckmann, J.A.; Nesbitt, M. (2018). "Twists, turns and trade: A new look at the Indian Screw tree ( Helicteres isora )". Journal of Ethnopharmacology (dalam bahasa Inggris). 225: 128–135. doi:10.1016/j.jep.2018.06.032. PMID29944892. S2CID49430100.
123Kirtikar KR, Basu BD. (1995) Indian medicinal plants. Vol. 1. Dehradun, India: International book distributors; 371–2
123Satake, T., Kamiya, K., Saiki, Y., Hama, T., Fujimoto, Y., Kitanaka, S., ... & Umar, M. (1999). Studies on the Constituents of Fruits of Helicteres isora L. Chemical and Pharmaceutical Bulletin -Tokyo-, 47, 1444–1447.
↑Gayathri, P., Gayathri Devi, S., & Sivagami Srinivasan, S. S. (2010). Screening and Quantitation of Phytochemicals and Nutritional Components of the Fruit and Bark of Helicteres isora. Hygeia journal for drugs and medicines, 2(1), 57-62.
↑Jain Amita, Sinha Prakriti; Desai Neetin S.; (2014) Estimation of flavonoid, Phenol content and antioxidant potential of Indian screw tree (Helicteres isora L.); International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research (4):1320–1330.
12Raaman, N., & Balasubramanian, K.(2012) Antioxidant and anticancer activity of Helicteres isora dried fruit solvent extracts. Journal of Academic and Industrial Research (1), 148-152.
↑Bean, M. F., Antoun, M., Abramson, D., Chang, C. J., McLaughlin, J. L., & Cassady, J. M. (1985). Cucurbitacin B and isocucurbitacin B: cytotoxic components of Helicteres isora. Journal of Natural Products, 48(3), 500-500.
↑Pradhan, Madhulika (2008). "In-vitro cytoprotection". Research Journal of Pharmacy and Technology. 1: 450–452.
↑Shiram, V (2010). "Antibacterial and antiplasmid activities of Helicteres isora L.". Indian Journal of Medical Research. 132: 94–99.
↑Venkatesh, Sama; Madhava Reddy, B.; Dayanand Reddy, G.; Mullangi, Ramesh; Lakshman, M. (2010). "Antihyperglycemic and hypolipidemic effects of Helicteres isora roots in alloxan-induced diabetic rats: a possible mechanism of action". Journal of Natural Medicines (dalam bahasa Inggris). 64 (3): 295–304. doi:10.1007/s11418-010-0406-9. ISSN1340-3443. PMID20238178. S2CID26989028.
↑Venkatesh, Sama; Dayanand Reddy, G.; Reddy, Y.S.R.; Sathyavathy, D.; Madhava Reddy, B. (2004). "Effect of Helicteres isora root extracts on glucose tolerance in glucose-induced hyperglycemic rats". Fitoterapia (dalam bahasa Inggris). 75 (3–4): 364–367. doi:10.1016/j.fitote.2003.12.025. PMID15158996.