Kayu kapit (Mallotus macrostachyus), atau dikenal juga sebagai balik angin, adalah sejenis pohon penyusun hutan sekunder, anggota sukuEuphorbiaceae. Serupa dengan kerabatnya itu, sisi bawah daun M. macrostachyus berwarna keputih-putihan dan tampak berkilauan manakala tertiup angin.
Beberapa sebutannya di pelbagai tempat, di antaranya: selau, balek angin (Sem. Malaya); balek angin (Sg.); balik angin, batang balik, pedau-pedau, si tarak balanggingan (Sum.); kayu balik angin, kapit mawat, kayu kapit, buah beliangin (Klm.). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai common pom-pom tree.[3]
Pengenalan
Pucuk ranting dengan daun penumpu dan kuncup perbungaanKelenjar nektar dikunjungi oleh semutSisi bawah daun dengan domatia di sudut percabangan tulang daun utama
Semak atau perdu, hingga setinggi 16 m dan gemang batang mencapai 25 cm. Berumah dua (dioesis) atau kadang kala satu (monoesis). Tajuk melebar datar; pepagan kelabu kecokelatan, dengan bagian dalamnya kuning kehijauan. Bagian-bagian yang lunak tertutup indumentum berupa rambut-rambut wol yang halus pendek dan rapat.[3]
Daun penumpu menyegitiga, 2,8–7 × 1–1,8 mm, menetap, tepinya rata, ujungnya runcing. Daun bertangkai panjang, 2–36 × 1–4mm, tertancap di ujung atau dengan sibir tepi helaian lk. 1,5mm (subpeltate), sibir acap menebal dan melengkung ke atas. Helaian daun bundar telur lebar hingga bundar telur, 9,2–31 × 7,8–25cm, nisbah panjang/lebar 1–1,3; pangkalnya membundar, terpangkas, atau bentuk baji; tepinya bergigi atau bergerigi, jarang dengan 1 gigi besar di masing-masing sisi helaian pada bagian terlebar; permukaan atas helaian daun berwarna hijau gelap, dengan 0-2 kelenjar nektar dekat pangkal helaian, dan 0-9 kelenjar di tiap sisi dekat tepi helaian; permukaan bawah daun abu-abu kecokelatan, dengan domatia tertutupi oleh rambut-rambut wol yang rapat; pertulangan daun menjari-3, dengan 7–8 tulang daun samping di tiap sisi.[3]
Perbungaan terletak di ketiak atau ujung ranting, berkelamin satu atau dua, sumbunya berambut halus kecokelatan terang, daun pelindung menyegitiga 1–2,5 × 0,6–1mm, menetap. Perbungaan jantan bentuk malai, dengan sumbu utama hingga sepanjang 112cm dan percabangan hingga 65cm, bunga-bunga mengelompok 1-2 kuntum per titik, seluruhnya dapat mencapai 120 titik. Bunga jantan bergaris tengah 4–4,5mm, harum; bertangkai 3,2–4,2mm; kelopak 3 atau 4, 2–2,7 × 1,2–1,7mm; benang sari 60–90, putih, panjang 1–3mm, dengan pistillode di pusatnya. Perbungaan betina dalam bulir, panjang hingga 80cm, berisi hingga 150 titik, jarang dengan cabang samping. Bunga betina bergaris tengah 3–7mm; duduk; kelopak bertaju 4-5, berlekatan hingga hampir di ujung, tinggi 3–5mm, kecokelatan terang; tangkai putik hingga setinggi 1,2mm, kepala putik 4–5mm, cokelat gelap. Buah bulat, 11–16 × 10–14mm; hijau terang dengan rambut-rambut wol kecokelatan, berduri banyak yang ramping dan lurus hingga 4mm, rambut wol mudah terkelupas; sumbu buah 5–6 × 1,2–2mm. Bijielipsoid, 4–5 × 4–4,5 × 3,5–4mm, cokelat gelap.[3]
Kayu balik angin ini acap kali didapati melimpah secara lokal, di hutan-hutan musim dan hutan yang selalu hijau, sering pada tempat-tempat yang terbuka atau terganggu, atau bekas terbakar, di tepi-tepi jalan dan sungai, atau di wilayah berawa; di atas bermacam jenis tanah, sampai ketinggian 800 m dpl.[3]
Berbunga dan berbuah di sepanjang tahun. Bunganya dikunjungi oleh lebah Trigona.[3]
Manfaat
Daunnya dimanfaatkan sebagai pemunah racun gigitan ular. Kayunya dipakai sebagai kayu bakar.[3]