Hutan sekunderHutan sekunder yang didominasi mahang (Macaranga spp.) di Musi Rawas
Hutan sekunder adalah hutan yang tumbuh dan berkembang secara alami sesudah terjadi kerusakan/perubahan pada hutan yang pertama. Hutan sekunder merupakan fase pertumbuhan hutan dari keadaan tapak gundul, karena alam ataupun antropogen, sampai menjadi klimaks kembali. Ciri-ciri dari hutan sekunder meliputi:
Komposisi dan struktur tidak saja tergantung tapak namun juga tergantung pada umur.
Tegakan muda berkomposisi dan struktur lebih seragam dibandingkan hutan aslinya.
Tak berisi jenis niagawi. Jenis-jenis yang lunak dan ringan, tidak awet, kurus, tidak laku.
Persaingan ruangan dan sinar yang intensif sering membuat batang bengkok.
Jenis-jenis cepat gerowong. Riap awal besar, lambat laun mengecil.
Karena struktur, komposisi dan riapnya tidak akan pernah stabil, sulit merencanakan pemasaran hasilnya
Jenis-jenis penyusun hutan sekunder
Jenis-jenis penyusun hutan sekunder umumnya adalah jenis-jenis pohon yang cepat tumbuh, tetapi berusia tidak seberapa panjang. Banyak di antaranya berasal dari familiEuphorbiaceae, Rubiaceae, Moraceae. Beberapa contohnya, di antaranya: